ORBIT-NEWS.COM, PURBALINGGA – Kekeringan yang berulang setiap musim kemarau di Desa Karangjengkol, Kecamatan Kutasari, mendorong Pemerintah Kabupaten Purbalingga mencari solusi yang lebih permanen.
Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif menyebut pembangunan sumur bor menjadi salah satu opsi yang tengah diupayakan untuk menyediakan sumber air bersih bagi masyarakat Karangjengkol. Hal tersebut disampaikan Fahmi saat melihat langsung kondisi warga Desa Karangjengkol.
“Ke depan juga akan kita berikan solusi penyaluran air bersih secara berkala,” tuturnya.
Fahmi mengatakan, persoalan kekeringan di Karangjengkol bukan kejadian baru. Setiap memasuki musim kemarau, warga kembali menghadapi keterbatasan sumber air. Karenanya, penanganan tidak cukup hanya mengandalkan dropping air bersih. Pemkab Purbalingga bersama BPBD telah mengusulkan pembangunan sumur bor kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kita bersama BPBD juga sudah mengajukan ke BNPB untuk sumur bor karena setiap kemarau Desa Karangjengkol selalu kekeringan seperti ini. Kami sangat berharap jadi prioritas BNPB untuk mendapat bantuan sumur tersebut,” kata Fahmi.
Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi
Jika terealisasi, sumur bor diharapkan dapat menjadi sumber air yang lebih berkelanjutan sehingga ketergantungan warga terhadap bantuan air bersih saat musim kemarau bisa dikurangi.
Tiga Dusun Terdampak, Sumur Warga Mulai Mengering
Kepala Desa Karangjengkol, Sutirah mengungkapkan, kekeringan telah dirasakan warga selama kurang lebih dua bulan. Dampaknya meluas ke Dusun I, Dusun II, dan Dusun III. Kondisi sumur warga semakin memprihatinkan. Air yang tersisa sangat terbatas dan tidak mampu memenuhi kebutuhan harian masyarakat.
“Sumur-sumur sudah sat, bisa diambil satu atau dua ember saja,” ungkap Sutirah.
Situasi semakin berat karena Desa Karangjengkol belum memiliki akses Pamsimas maupun sumber air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit
Untuk sementara, warga mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah. Sutirah berharap distribusi air dapat dilakukan lebih rutin, bahkan hingga tiga kali dalam sepekan selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Dengan adanya usulan sumur bor kepada BNPB dan rencana distribusi air secara berkala, Pemkab Purbalingga berharap persoalan kekeringan tahunan di Desa Karangjengkol dapat ditangani secara lebih berkelanjutan, bukan sekadar bersifat sementara setiap musim kemarau. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.