Kebanyakan Makan Telur Bisa Berdampak ke Kesehatan

Ini Batas yang Perlu Diperhatikan
Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Aug 08, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Telur menjadi salah satu bahan makanan yang hampir selalu ada di meja makan. Harganya relatif terjangkau, mudah diolah, dan kaya protein sehingga kerap menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Namun, apakah makan telur dalam jumlah banyak setiap hari selalu aman?

Di balik kandungan proteinnya yang tinggi, telur juga mengandung kolesterol, terutama pada bagian kuning telur. Karena itu, kebiasaan mengonsumsi telur secara berlebihan perlu diperhatikan, khususnya bagi orang yang memiliki masalah kolesterol atau kondisi kesehatan tertentu.

Lantas, apa saja dampak kebanyakan makan telur bagi tubuh?

1. Kolesterol Bisa Meningkat

Baca juga: Jangan Hanya Jalan Kaki, Latihan Otot Penting Saat Memasuki Usia Tua

Salah satu hal yang paling sering dikaitkan dengan konsumsi telur berlebihan adalah kadar kolesterol darah. Kuning telur mengandung kolesterol dalam jumlah cukup tinggi. Meski demikian, pengaruh telur terhadap kolesterol darah tidak sama pada setiap orang. Pola makan secara keseluruhan, kondisi kesehatan, serta faktor genetik juga turut menentukan.

Mengonsumsi telur dalam jumlah berlebihan, terlebih jika disertai makanan tinggi lemak jenuh, dapat membuat pola makan menjadi kurang sehat dan berpotensi meningkatkan kadar LDL atau kolesterol jahat pada sebagian orang.

Kadar LDL yang terlalu tinggi dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap terbentuknya plak pada pembuluh darah. Kondisi tersebut berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke.

2. Perut Bisa Terasa Begah dan Tidak Nyaman

Telur sebenarnya relatif mudah dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehari-hari. Namun, makan dalam jumlah banyak sekaligus dapat membuat sebagian orang mengalami gangguan pencernaan.

Baca juga: Kebiasaan Gigit Kuku, Sepele tapi Bisa Berdampak pada Kesehatan

Kandungan protein dan lemak pada telur membutuhkan proses pencernaan. Jika dikonsumsi berlebihan, terutama tanpa diimbangi makanan berserat seperti sayuran, buah, dan biji-bijian, seseorang bisa mengalami rasa kenyang berlebihan, begah, atau kembung.

Keluhan tersebut juga dapat berbeda pada setiap orang. Mereka yang memiliki intoleransi atau sensitivitas terhadap telur mungkin mengalami gejala pencernaan yang lebih terasa setelah mengonsumsinya.

3. Waspadai Reaksi Alergi Telur

Telur termasuk salah satu makanan yang dapat memicu alergi pada orang tertentu. Reaksi alergi lebih sering berkaitan dengan protein telur dan dapat terjadi setelah seseorang mengonsumsi telur. Gejalanya dapat berupa gatal-gatal, ruam, bentol pada kulit, mual, muntah, hingga gangguan pernapasan pada reaksi yang lebih berat.

Karena itu, jika tubuh menunjukkan gejala tidak biasa setelah mengonsumsi telur, sebaiknya jangan mengabaikannya. Konsultasi dengan tenaga medis dapat membantu memastikan apakah keluhan tersebut berkaitan dengan alergi telur atau penyebab lainnya.

Baca juga: Kalori Nasi Goreng Berapa? Ini Perkiraan Tiap Varian dan Tips Membuatnya Lebih Sehat

4. Asupan Kalori Bisa Bertambah

Telur sering menjadi pilihan dalam menu diet karena kandungan proteinnya dapat membantu memberikan rasa kenyang. Namun, bukan berarti telur bisa dikonsumsi tanpa memperhitungkan jumlahnya.

Satu butir telur berukuran sedang mengandung sekitar 70 kalori. Jika seseorang makan beberapa butir telur dalam sehari dan masih mendapatkan kalori tinggi dari makanan lainnya, total asupan energi tentu akan bertambah.

Jika jumlah kalori yang masuk lebih besar daripada energi yang digunakan tubuh secara konsisten, berat badan berpotensi meningkat.

Karena itu, konsumsi telur sebaiknya tetap disertai pola makan yang beragam. Jangan hanya mengandalkan telur sebagai sumber protein, tetapi lengkapi dengan sayuran, buah, sumber karbohidrat, serta protein lainnya.

Baca juga: 3 Juta Warga Terpapar Kabut Asap Karhutla

5. Orang dengan Penyakit Ginjal Perlu Lebih Berhati-hati

Protein memang dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan. Telur menjadi salah satu sumber protein yang cukup baik.

Namun, orang yang sudah mengalami penyakit ginjal mungkin perlu mengatur jumlah protein sesuai kondisi kesehatannya. Hal ini karena ginjal berperan dalam membuang produk sisa metabolisme protein dari tubuh.

Konsumsi protein dalam jumlah yang tidak sesuai kebutuhan dapat menjadi persoalan bagi sebagian pasien dengan gangguan fungsi ginjal. Karena itu, penderita penyakit ginjal sebaiknya tidak menentukan sendiri jumlah telur atau asupan protein hariannya.

Pengaturan pola makan sebaiknya dilakukan berdasarkan rekomendasi dokter atau ahli gizi yang mengetahui kondisi pasien. Tidak ada satu angka yang bisa diterapkan secara sama untuk semua orang. Kebutuhan dan toleransi terhadap telur dapat berbeda, tergantung usia, kondisi kesehatan, pola makan secara keseluruhan, serta faktor risiko penyakit jantung dan metabolik.

Baca juga: Manfaat Nanas untuk Kolesterol, Bantu Jaga Jantung dan Pembuluh Darah

Bagi orang sehat, telur dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang. Yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlah telur, tetapi juga makanan yang dikonsumsi bersamaan dengan telur dan cara memasaknya.

Telur yang direbus atau dimasak dengan sedikit minyak tentu berbeda dengan telur yang diolah menggunakan banyak minyak, mentega, atau disertai makanan tinggi lemak jenuh. Karena itu, daripada sekadar menghitung berapa butir telur yang dimakan, lebih penting memperhatikan keseimbangan menu sehari-hari.

Jika memiliki kolesterol tinggi, penyakit jantung, diabetes, penyakit ginjal, atau kondisi kesehatan tertentu, jumlah konsumsi telur sebaiknya disesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan.

Pada akhirnya, telur bukan makanan yang harus dihindari. Justru, dengan porsi yang sesuai dan pengolahan yang tepat, telur dapat menjadi salah satu sumber protein yang praktis dan bergizi. Kuncinya adalah tidak berlebihan serta tetap menjaga pola makan yang beragam dan seimbang. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: