ORBIT-NEWS.COM, KEBUMEN – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat mendorong Polres Kebumen mengambil langkah proaktif. Sebanyak 30 personel disiapkan menjadi trainer yang nantinya turun langsung ke sekolah untuk memberikan edukasi tentang pemanfaatan AI kepada pelajar SMA dan SMK.
Persiapan tersebut dilakukan melalui pelatihan Program Paham AI yang berlangsung di Ruang Tribrata Polres Kebumen, Kamis (6/8/2026). Program ini diarahkan untuk membekali personel dengan pengetahuan dan keterampilan sebelum memberikan literasi AI kepada generasi muda.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, penguatan literasi AI menjadi penting karena teknologi tersebut berkembang sangat cepat dan mulai digunakan dalam berbagai aktivitas, termasuk dunia pendidikan.
Menurutnya, pelajar tidak cukup hanya mengetahui cara menggunakan AI. Mereka juga perlu memahami batasan, etika, keamanan, serta risiko penggunaan teknologi tersebut, termasuk potensi munculnya informasi palsu yang dibuat dengan bantuan AI.
"Perkembangan teknologi AI berlangsung sangat cepat. Karena itu, kami ingin para siswa tidak hanya mampu memanfaatkan AI untuk mendukung proses belajar, tetapi juga memahami etika penggunaannya serta mampu mengenali informasi yang menyesatkan. Melalui pelatihan ini, kami menyiapkan personel yang nantinya akan menjadi trainer di sekolah-sekolah," terangnya.
Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi
Literasi AI
Dalam pelatihan tersebut, para personel tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar kecerdasan buatan. Mereka juga diperkenalkan dengan aplikasi Senopati Academy yang akan digunakan sebagai salah satu sarana pembelajaran. Peserta mempelajari cara mengakses modul, mengikuti tahapan pembelajaran hingga mendapatkan sertifikat setelah seluruh rangkaian pelatihan diselesaikan.
Mereka juga dikenalkan dengan mekanisme pelaksanaan edukasi AI yang nantinya diterapkan kepada para siswa. Proses pembelajaran dimulai dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta.
Setelah materi disampaikan, siswa akan mengikuti post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman setelah mengikuti pelatihan. Peserta dinyatakan memenuhi standar apabila memperoleh nilai minimal 60. Program Paham AI yang dipelajari para calon trainer mencakup empat modul utama. Keempatnya dirancang agar personel memiliki bekal yang cukup ketika memberikan edukasi kepada pelajar. Materi tersebut meliputi Introduction to AI, Ethical Use of AI, Fighting Hoax With AI, dan AI Prompts 101.
Pada materi Introduction to AI, peserta diperkenalkan dengan konsep dasar kecerdasan buatan, termasuk machine learning dan deep learning. Pengetahuan tersebut menjadi fondasi agar pelajar memahami cara kerja AI dan tidak sekadar menjadi pengguna teknologi.
Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit
Sementara modul Ethical Use of AI menitikberatkan pada aspek etika. Pelajar nantinya diharapkan mampu menggunakan AI secara bertanggung jawab dan tidak memanfaatkannya untuk tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Polres Kebumen mendorong generasi muda agar mampu memanfaatkan AI secara produktif untuk mendukung pembelajaran, tanpa mengabaikan etika, keamanan digital, dan kemampuan menyaring informasi. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.