ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Di tengah masyarakat beredar anggapan bahwa telinga yang tampak layu, lemas, atau kehilangan kekenyalannya merupakan pertanda seseorang akan segera meninggal dunia. Kepercayaan ini telah lama berkembang dan kerap dikaitkan dengan kondisi orang yang sedang sakit berat.
Namun, dari sudut pandang medis, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa telinga layu merupakan tanda pasti seseorang akan meninggal.
Dokter menjelaskan bahwa bentuk dan kondisi telinga dapat berubah akibat berbagai faktor, seperti bertambahnya usia, penurunan kadar cairan tubuh (dehidrasi), penurunan berat badan yang drastis, atau menurunnya elastisitas kulit.
Pada seseorang yang sedang mengalami sakit berat, tubuh memang dapat mengalami berbagai perubahan. Berkurangnya sirkulasi darah, melemahnya jaringan tubuh, serta kondisi fisik yang menurun bisa membuat daun telinga tampak lebih lembek atau kurang kenyal dibanding biasanya.
Meski demikian, perubahan tersebut bukanlah penanda pasti bahwa seseorang akan meninggal dalam waktu dekat.
Baca juga: Jangan Hanya Jalan Kaki, Latihan Otot Penting Saat Memasuki Usia Tua
Pada pasien yang berada di fase akhir kehidupan, tenaga medis biasanya memperhatikan berbagai tanda klinis, seperti perubahan pola napas, penurunan kesadaran, tekanan darah yang semakin rendah, berkurangnya asupan makan dan minum, serta perubahan sirkulasi darah yang membuat tangan dan kaki terasa dingin.
Tanda-tanda tersebut dinilai secara menyeluruh oleh dokter dan tidak hanya berdasarkan satu perubahan fisik, seperti kondisi telinga.
MItos yang Terus Berkembang
Anggapan mengenai telinga layu sebagai pertanda kematian kemungkinan berasal dari pengamatan masyarakat terhadap orang yang sedang sakit berat. Karena perubahan tersebut terkadang muncul pada pasien dengan kondisi kritis, sebagian orang kemudian menganggapnya sebagai tanda pasti akan meninggal.
Padahal, tidak semua pasien dengan telinga yang tampak layu berada di ambang kematian. Sebaliknya, banyak pula pasien yang menjelang akhir hayat tidak mengalami perubahan pada telinganya.
Baca juga: Tak Perlu Mahal, Masakan Rumahan Sederhana Ini Bisa Bikin Nasi Nambah
Apabila seseorang yang sedang sakit mengalami perubahan kondisi fisik, keluarga sebaiknya tidak langsung mengaitkannya dengan mitos. Langkah yang lebih tepat adalah berkonsultasi dengan dokter agar penyebab perubahan tersebut dapat diketahui dan pasien memperoleh penanganan yang sesuai.
Kesimpulannya, telinga layu bukan merupakan tanda pasti seseorang akan meninggal dunia. Kondisi tersebut lebih sering berkaitan dengan perubahan elastisitas kulit, usia, dehidrasi, atau kondisi kesehatan tertentu. Penilaian mengenai kondisi seseorang harus dilakukan secara menyeluruh oleh tenaga medis, bukan berdasarkan satu tanda fisik saja. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.