ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – PT Pertamina International Shipping (PIS) kembali menunjukkan ketahanan bisnisnya di tengah tantangan industri pelayaran global sepanjang 2025. Meski dihadapkan pada dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia, perusahaan pelayaran milik Pertamina tersebut berhasil membukukan pertumbuhan laba, memperluas portofolio bisnis, sekaligus menjaga keandalan distribusi energi nasional.
Keberhasilan tersebut tercermin dari capaian pendapatan usaha sebesar US$3,33 miliar dengan laba bersih mencapai US$572,48 juta atau meningkat 2,49 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja positif itu didukung oleh efisiensi operasional, penguatan armada, serta ekspansi bisnis ke berbagai segmen logistik baru.
Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping, Vega Pita mengatakan, pertumbuhan kinerja perusahaan merupakan hasil dari strategi bisnis yang dijalankan secara konsisten di seluruh lini usaha.
"Pertumbuhan laba bersih dan pendapatan yang kami capai di 2025 merupakan hasil dari kombinasi penguatan armada, ekspansi bisnis, disiplin operasional, dan efisiensi biaya yang konsisten kami jalankan di seluruh lini bisnis. Ini membuktikan bahwa PIS bisa terus bertumbuh di tengah tantangan geopolitik industri yang dinamis," jelasnya, Jumat (24/7/2026).
Sebagai Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina, PIS sepanjang 2025 berhasil mendistribusikan sebanyak 107,69 miliar liter minyak mentah, produk kilang, bahan bakar minyak (BBM), dan LPG ke berbagai wilayah Indonesia. Peran tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga pasokan energi nasional tetap aman dan berkelanjutan.
Kontribusi Terhadap Negara Hingga Rp4,87 T
Selain mendukung ketahanan energi, PIS juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara. Sepanjang tahun lalu perusahaan menyetorkan pajak dan dividen sebesar Rp4,87 triliun. Aktivitas bisnis perusahaan juga memberikan dampak positif bagi industri maritim nasional, mulai dari pemeliharaan kapal, pengembangan galangan kapal dalam negeri, hingga peningkatan kompetensi pelaut Indonesia.
Ekspansi bisnis menjadi salah satu motor pertumbuhan perusahaan. Pada 2025, PIS mencatat peningkatan signifikan pada layanan angkutan LNG dengan total 11 pengiriman atau meningkat sekitar 5,5 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan logistik LNG yang dimiliki perusahaan.
Tidak hanya itu, PIS juga memperluas bisnis internasional melalui pengangkutan Vinyl Chloride Monomer (VCM) sebanyak 28 shipment. Perusahaan bahkan mulai merambah segmen logistik nonenergi melalui pengangkutan perdana 30.216 metrik ton slab steel sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha.
Penguatan armada juga menjadi fokus perusahaan sepanjang 2025. Sebelum proses integrasi bisnis hilir di lingkungan Pertamina Group, PIS mengelola dan mengawasi sebanyak 111 kapal yang beroperasi untuk mendukung kebutuhan distribusi energi maupun bisnis komersial.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 28 Agustus 2026 Turun Rp5.000
"Penguatan armada yang kami lakukan sepanjang 2025 merupakan wujud nyata komitmen PIS yang terus bertumbuh. Pertumbuhan kapasitas ini menjadi bukti nyata kontribusi PIS terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," kata Vega.
Di sisi keberlanjutan, PIS berhasil melampaui target pengurangan emisi karbon. Sepanjang 2025, perusahaan mampu menekan emisi hingga 116.761 ton CO2e atau mencapai 158 persen dari target yang ditetapkan. Capaian tersebut diperoleh melalui optimalisasi pelayaran (voyage optimization), peningkatan efisiensi konsumsi bahan bakar, serta pemanfaatan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) juga mendapat pengakuan internasional. PIS berhasil meraih peringkat ESG BB dari MSCI (Morgan Stanley Capital International), yang mencerminkan peningkatan kualitas tata kelola perusahaan sekaligus pengelolaan risiko lingkungan dan sosial.
Dari sisi sumber daya manusia, PIS memperoleh penghargaan sebagai Top Employer Indonesia 2025 berkat peningkatan produktivitas dan pengelolaan SDM yang berkelanjutan.
Sementara melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PIS telah memberikan manfaat kepada 76.151 penerima. Bersama doctorSHARE, perusahaan menghadirkan layanan Rumah Sakit Kapal di Waigeo selama 60 hari yang melayani 4.099 warga di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Baca juga: Perajin Tikar Pandan di Banjarnegara Bergantung pada Pengepul, Harga Mentok Rp28 Ribu
Upaya pelestarian lingkungan juga terus diperkuat melalui penanaman 38.000 mangrove, 3.200 lamun, serta 625 terumbu karang. Selain itu, PIS melakukan penandaan terhadap tujuh hiu paus sebagai bagian dari program konservasi keanekaragaman hayati laut Indonesia.
"Kami bersyukur penguatan armada yang didorong oleh disiplin operasional dan standar keselamatan kelas dunia ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas dan daya saing armada, sekaligus kinerja keuangan Perseroan. Capaian sepanjang 2025 menjadi modal penting bagi PIS untuk terus memperkuat daya saing di industri maritim global yang berkelanjutan," tutup Vega. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.