Sering Marah Pada Anak Bisa Berdampak Jangka Panjang, Ini Penjelasannya

Lifestyle
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Jul 23, 2026
Caption Foto : Ilustrasi

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Memarahi anak sesekali sebagai bentuk koreksi masih menjadi bagian dari proses pengasuhan. Namun, jika orang tua terlalu sering meluapkan amarah dengan nada tinggi, bentakan, atau kata-kata yang menyakitkan, hal tersebut dapat memberikan dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak, baik secara emosional, sosial, maupun mental.

Psikolog anak menjelaskan bahwa anak belajar dari lingkungan terdekatnya, terutama orang tua. Ketika kemarahan menjadi cara utama dalam berkomunikasi, anak dapat merasa tidak aman, kehilangan rasa percaya diri, bahkan mengalami kesulitan mengelola emosinya sendiri.

Menurunkan Kepercayaan Diri Anak

Anak yang sering dimarahi cenderung merasa dirinya selalu salah. Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, mereka dapat kehilangan rasa percaya diri dan takut mencoba hal-hal baru karena khawatir kembali mendapatkan kemarahan dari orang tua.

Selain itu, anak juga bisa tumbuh menjadi pribadi yang terlalu takut mengambil keputusan dan selalu merasa tidak mampu.

Baca juga: Bukan Sekedar Kenyang, Ini Makanan yang Bisa Mendukung Kecerdasan Anak

Mempengaruhi Kesehatan Mental

Sering menerima bentakan atau amarah dapat meningkatkan risiko anak mengalami stres, kecemasan, hingga gejala depresi. Beberapa anak menjadi lebih pendiam dan menarik diri dari lingkungan, sementara yang lain justru menunjukkan perilaku agresif.

Kondisi tersebut bisa memengaruhi kemampuan anak dalam belajar, bersosialisasi, dan membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.

Anak Meniru Cara Orang Tua Mengelola Emosi

Orang tua merupakan teladan utama bagi anak. Ketika anak terbiasa melihat kemarahan sebagai cara menyelesaikan masalah, mereka berpotensi meniru perilaku tersebut saat berinteraksi dengan teman, saudara, maupun ketika dewasa nanti.

Baca juga: Jangan Hanya Jalan Kaki, Latihan Otot Penting Saat Memasuki Usia Tua

Sebaliknya, jika orang tua mampu mengendalikan emosi dan berdialog dengan tenang, anak akan belajar menyelesaikan konflik secara lebih positif.

Hubungan Orang Tua dan Anak Bisa Merenggang

Marah yang terjadi terus-menerus dapat membuat anak merasa takut untuk bercerita atau mengungkapkan perasaannya. Akibatnya, komunikasi menjadi kurang terbuka dan hubungan emosional antara orang tua dan anak bisa semakin renggang.

Padahal, kedekatan emosional sangat penting agar anak merasa diterima, dihargai, dan memiliki tempat yang aman untuk berbagi.

Pada akhirnya, setiap orang tua tentu pernah merasa marah. Yang terpenting adalah bagaimana emosi tersebut dikelola agar tidak melukai perasaan anak. Pengasuhan yang hangat, penuh empati, dan disertai komunikasi yang baik akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, sehat secara emosional, dan mampu membangun hubungan yang positif dengan orang lain. (*)

Baca juga: Hukum Tabur Tuai dalam Merawat Orangtua, Benarkah Kebaikan Akan Kembali Saat Kita Tua?

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: