Bahaya Ultra Processed Food bagi Kesehatan

Picu Obesitas, Diabetes hingga Kanker
Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Jul 17, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Makanan instan, camilan kemasan, minuman berpemanis, hingga sosis dan nugget memang praktis serta mudah ditemukan. Namun, di balik kepraktisannya, jenis makanan yang dikenal sebagai ultra processed food (UPF) menyimpan berbagai risiko kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering.

Ultra processed food merupakan makanan yang telah melalui proses pengolahan industri secara intensif dengan penambahan berbagai zat aditif, seperti gula, garam, lemak jenuh, lemak trans, pemanis buatan, pewarna, pengawet, hingga penyedap rasa. Tujuannya untuk memperpanjang masa simpan, meningkatkan cita rasa, dan membuat tampilannya lebih menarik.

Beberapa contoh ultra processed food yang sering dikonsumsi masyarakat antara lain mi instan, keripik kentang, sereal manis, minuman kemasan, teh botol, nugget, sosis, biskuit, hingga berbagai makanan siap saji.

Meski sesekali mengonsumsinya tidak menjadi masalah, para ahli kesehatan mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan makanan jenis ini sebagai menu harian. Pasalnya, konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat memicu berbagai penyakit kronis.

1. Memicu Kenaikan Berat Badan dan Obesitas

Baca juga: Polresta Banyumas Turun Langsung Kawal Tracing TBC

Ultra processed food umumnya mengandung kalori tinggi, namun rendah serat dan nutrisi. Kandungan gula, lemak jenuh, serta lemak trans membuat tubuh lebih mudah mengalami penumpukan lemak.

Tak hanya itu, kadar gula yang tinggi juga dapat mengganggu kerja hormon leptin yang berfungsi mengendalikan rasa kenyang. Akibatnya, seseorang cenderung makan lebih banyak tanpa sadar sehingga berat badan meningkat dan berisiko mengalami obesitas.

2. Meningkatkan Risiko Depresi

Penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi ultra processed food dapat memengaruhi kesehatan mental. Kandungan zat aditif dalam makanan olahan berlebihan diduga mampu mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus.

Padahal, kesehatan usus memiliki hubungan erat dengan fungsi otak. Ketidakseimbangan mikrobiota usus dapat memengaruhi suasana hati dan meningkatkan risiko gangguan depresi.

Baca juga: Manfaat Jalan Kaki, Olahraga Sederhana Yang Berdampak Besar Bagi Kesehatan

3. Memicu Diabetes Tipe 2

Kandungan gula yang tinggi serta lemak tidak sehat dalam ultra processed food dapat menyebabkan resistensi insulin, yaitu kondisi ketika sel tubuh tidak lagi merespons hormon insulin secara optimal. Jika berlangsung terus-menerus, kadar gula darah akan meningkat dan memperbesar peluang seseorang mengalami diabetes melitus tipe 2.

4. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Makanan olahan juga identik dengan kandungan natrium yang tinggi. Konsumsi garam berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah meningkat sehingga memicu hipertensi.

Di sisi lain, lemak jenuh dan lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang menumpuk di pembuluh darah. Kondisi ini berpotensi menyebabkan penyempitan pembuluh darah hingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Baca juga: Musim Kemarau Picu Bibir Kering, Begini Cara Menjaganya

5. Merusak Kesehatan Ginjal

Bagi penderita diabetes maupun hipertensi, kebiasaan mengonsumsi ultra processed food dapat memperburuk kondisi kesehatan karena kadar gula darah dan tekanan darah menjadi semakin sulit dikendalikan.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat merusak fungsi ginjal. Selain itu, tingginya kandungan gula dan garam pada makanan olahan juga dapat meningkatkan pembentukan batu ginjal.

6. Berpotensi Memicu Kanker

Sejumlah penelitian juga mengaitkan konsumsi ultra processed food secara berlebihan dengan meningkatnya risiko beberapa jenis kanker.

Baca juga: 7 Makanan Sehat untuk Jantung yang Wajib Dikonsumsi

Hal ini diduga berkaitan dengan tingginya kandungan bahan tambahan, zat kimia tertentu, serta rendahnya kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh untuk melindungi sel dari kerusakan. 

Masyarakat tidak harus menghindari ultra processed food sepenuhnya. Yang terpenting adalah membatasi konsumsinya dan menerapkan pola makan yang lebih seimbang. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Selalu membaca label kandungan gizi sebelum membeli makanan kemasan.
  • Batasi asupan gula maksimal 50 gram atau sekitar 4 sendok makan per hari.
  • Batasi konsumsi garam maksimal 2 gram atau sekitar 1 sendok teh per hari.
  • Batasi konsumsi lemak hingga 67 gram atau sekitar 5 sendok makan per hari.
  • Perbanyak konsumsi makanan segar seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, ikan, telur, dan biji-bijian.
  • Jadikan makanan olahan hanya sebagai pelengkap, bukan menu utama setiap hari.

Mengurangi konsumsi ultra processed food merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan dalam jangka panjang. Dengan memilih makanan yang lebih alami dan bergizi seimbang, risiko berbagai penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, gangguan ginjal, hingga kanker dapat ditekan sekaligus membantu menjaga kualitas hidup tetap optimal. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: