Caption Foto : Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekjen Kemenag, Ruchman Basori. (Foto : Dok. Kemenag).
ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) memasuki babak penentuan. Sebanyak 4.153 peserta yang berhasil melewati asesmen kompetensi akademik dan psikologi kini bersiap mengikuti tahap wawancara sebagai proses akhir sebelum ditetapkan sebagai penerima beasiswa.
Tahap wawancara berlangsung pada 9–22 Juli 2026 dan menjadi penilaian penting untuk mengukur kesiapan akademik, komitmen, serta motivasi para calon awardee sebelum memperoleh Beasiswa Indonesia Bangkit.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekjen Kemenag, Ruchman Basori mengatakan. seleksi tahun ini telah memasuki fase paling menentukan bagi seluruh peserta.
"Seleksi BIB Kementerian Agama Tahun 2026 telah memasuki tahap akhir. Para peserta yang lolos asesmen kini akan mengikuti wawancara sebagai penentu akhir untuk menjadi penerima beasiswa," kata Ruchman.
Menurutnya, wawancara tidak hanya menjadi ajang menguji kemampuan akademik, tetapi juga menggali kesiapan peserta dalam menyelesaikan studi serta kontribusinya setelah menyelesaikan pendidikan.
Ruchman mengimbau seluruh peserta memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Selain memperdalam materi, peserta juga diminta meningkatkan rasa percaya diri dan kesiapan mental sebelum menghadapi tim pewawancara.
"Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Tunjukkan kepada tim pewawancara bahwa Anda memiliki kapasitas, komitmen, dan layak menjadi bagian dari penerima Beasiswa Indonesia Bangkit," pesannya.
Ia juga mengingatkan agar setiap ikhtiar diiringi dengan doa agar proses seleksi berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik bagi seluruh peserta.
"Semoga seluruh peserta diberikan kemudahan dalam menjawab setiap pertanyaan dan memperoleh hasil terbaik," tambahnya.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, Beasiswa Indonesia Bangkit mencatat minat yang sangat tinggi. Sebanyak 12.696 orang mendaftar mengikuti program tersebut. Setelah melalui proses seleksi administrasi, sekitar 9.000 peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti asesmen kompetensi akademik dan psikologi. Dari jumlah itu, hanya 4.153 peserta yang berhasil melaju ke tahap wawancara.
Pelaksanaan wawancara dibagi dalam empat gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 9–11 Juli 2026 untuk peserta Beasiswa Kemitraan, Beasiswa Unggulan Keagamaan jenjang S1, S2, dan S3 luar negeri, serta Beasiswa Pesantren S2 dalam dan luar negeri.
Selanjutnya, gelombang kedua pada 13–15 Juli 2026 diperuntukkan bagi peserta Beasiswa Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Keagamaan. Gelombang ketiga dilaksanakan pada 16–18 Juli 2026 untuk peserta Beasiswa Santri S1. Adapun gelombang terakhir berlangsung pada 20–22 Juli 2026 bagi peserta Beasiswa Unggulan Keagamaan jenjang S2 dan S3 dalam negeri.
Ruchman mengimbau seluruh peserta untuk rutin memantau akun pendaftaran masing-masing guna mengetahui jadwal wawancara serta informasi terbaru terkait tahapan seleksi.
Sebagai informasi, Beasiswa Indonesia Bangkit merupakan program kolaborasi antara Kementerian Agama dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan agama dan pendidikan keagamaan melalui pembiayaan studi jenjang sarjana, magister, hingga doktor, baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri. (*)