Ekonomi Banyumas Raya Tumbuh Positif, Inflasi Juni 2026 Tetap Terkendali

Caption Foto : Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Christoveny (tengah), menjelaskan kondisi pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Banyumas Raya, Selasa (7/7/2026). (Foto : Hermiana E. Effendi).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Kinerja perekonomian di wilayah kerja Bank Indonesia Purwokerto pada triwulan I 2026 menunjukkan tren positif. Penguatan konsumsi rumah tangga, berlanjutnya proyek strategis pemerintah dan swasta, serta meningkatnya aktivitas sektor pertanian menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi di wilayah Banyumas Raya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Christoveny mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada awal 2026 ditopang oleh meningkatnya daya beli masyarakat. Hal itu didorong oleh kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP), pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), penyaluran berbagai stimulus pemerintah, serta meningkatnya aktivitas ekonomi selama periode long festive season.

"Penguatan konsumsi rumah tangga menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026. Selain itu, berlanjutnya proyek strategis pemerintah maupun swasta serta masuknya periode panen raya juga mendorong peningkatan investasi, aktivitas konstruksi, dan sektor pertanian," jelasnya, Selasa (7/7/2026).

Di sisi lain, Christoveny menjelaskan perkembangan inflasi di wilayah Purwokerto dan Cilacap pada Juni 2026 masih berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen (year on year), sehingga stabilitas harga tetap terjaga.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan (year on year/yoy) di Purwokerto tercatat sebesar 2,79 persen, sedangkan Cilacap sebesar 2,88 persen. Secara bulanan (month to month/mtm), inflasi Purwokerto mencapai 0,12 persen dan Cilacap sebesar 0,10 persen. Sementara inflasi tahun kalender (year to date/ytd) masing-masing sebesar 1,43 persen dan 1,28 persen.

Baca juga: Program Durenisasi Aiptu Eko Suroso Ubah Lahan Tidur Menjadi Sumber Harapan Warga Desa Pekuncen

"Inflasi pada Juni 2026 masih terkendali dan berada dalam target nasional. Hal ini menunjukkan daya tahan perekonomian daerah tetap baik di tengah berbagai dinamika harga komoditas," kata Christoveny.

Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi

Ia menjelaskan, inflasi di Purwokerto dan Cilacap terutama dipengaruhi oleh penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, kenaikan harga bawang merah akibat terbatasnya pasokan, meningkatnya harga bawang putih karena biaya impor yang lebih tinggi, serta naiknya biaya rekreasi selama masa libur sekolah.

Di Purwokerto, komoditas bensin menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil sebesar 0,14 persen. Selanjutnya bawang merah dan bawang putih masing-masing memberikan andil 0,05 persen, beras 0,04 persen, serta kue kering berminyak sebesar 0,03 persen.

Sementara itu, tekanan inflasi berhasil diredam oleh turunnya harga sejumlah komoditas pangan seperti daging ayam ras, cabai rawit, cabai merah, emas perhiasan, dan labu siam.

Baca juga: Doktor Ke-92 UIN Saizu Purwokerto Teliti Internalisasi Nilai Humanistik dalam Kurikulum Merdeka

Adapun di Cilacap, bensin menjadi komoditas penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,20 persen, diikuti beras 0,05 persen, bawang merah 0,04 persen, bawang putih 0,03 persen, dan biaya rekreasi sebesar 0,01 persen. Di sisi lain, penurunan harga daging ayam ras, cabai rawit, cabai merah, tarif kereta api, dan kacang panjang turut menahan laju inflasi.

Menurut Christoveny, stabilitas inflasi yang tetap terjaga menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas harga serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," pungkasnya. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: