Pariwisata Indonesia Makin Bergairah, Kunjungan Wisman Tembus 6 Juta hingga Mei 2026

Wisata
By Ariyani  —  On Jul 12, 2026
Caption Foto : Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana. (Foto : Dok. Kemenpar).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Industri pariwisata Indonesia terus menunjukkan performa yang menggembirakan sepanjang 2026. Di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik global, sektor ini tetap tumbuh dengan ditandai meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara (wisman), perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), surplus kunjungan wisatawan, hingga membaiknya tingkat hunian hotel di berbagai daerah.

Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa sektor pariwisata masih menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, perjalanan wisatawan nusantara masih menjadi tulang punggung pergerakan pariwisata Indonesia. Di sisi lain, kunjungan wisatawan asing juga terus mengalami pertumbuhan yang positif.

"Capaian ini menjadi indikator bahwa pariwisata Indonesia memiliki daya tahan sekaligus tetap menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang penting," ujar Widiyanti.

Kunjungan Wisatawan Mancanegara Capai 6,07 Juta

Baca juga: Fenomena Gunung Kawi di Tengah Masyarakat, Antara Wisata Religi, Tradisi dan Beragam Mitos

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Mei 2026 mencapai 1,38 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 5,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 1,31 juta kunjungan.

Secara akumulatif selama Januari hingga Mei 2026, Indonesia berhasil menerima 6,07 juta wisatawan asing atau tumbuh 7,68 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Menurut Widiyanti, pencapaian tersebut merupakan angka tertinggi sepanjang tahun berjalan dan menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi destinasi favorit wisatawan dunia.

"Capaian Mei 2026 merupakan capaian kunjungan tertinggi sepanjang tahun berjalan, menunjukkan bahwa minat wisatawan asing terhadap Indonesia tetap kuat," katanya. 

Pertumbuhan kunjungan wisman terutama berasal dari kawasan Asia Tenggara yang mengalami kenaikan 11,06 persen, dari 547.521 kunjungan menjadi 608.076 kunjungan. Selain itu, pasar Timur Tengah tumbuh 5,67 persen, kawasan Asia lainnya naik 5,37 persen, Oseania meningkat 4,69 persen, Afrika bertambah 3,72 persen, serta Amerika naik 1,13 persen. Sementara itu, pasar Eropa mengalami penurunan sebesar 5,91 persen akibat ketidakpastian geopolitik global yang masih memengaruhi mobilitas wisatawan.

Baca juga: Dieng Culture Festival 2026 Digelar 28-30 Agustus, Ini Rundown Acara dan Harga Tiketnya

Kementerian Pariwisata menyebut pertumbuhan tersebut tidak lepas dari strategi penguatan pasar wisata jarak dekat (short-haul) dan menengah (medium-haul), sembari tetap menjaga pasar wisata jarak jauh yang memiliki nilai belanja lebih tinggi. 

Pada Mei 2026, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 106,16 juta perjalanan atau naik 8,69 persen dibandingkan Mei tahun lalu yang sebanyak 97,67 juta perjalanan. Secara kumulatif selama lima bulan pertama 2026, perjalanan wisnus mencapai 523,22 juta perjalanan, meningkat 2,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut dipicu momentum libur nasional dan cuti bersama yang dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata di berbagai destinasi dalam negeri. 

Di sisi lain, jumlah wisatawan nasional yang bepergian ke luar negeri justru mengalami penurunan. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menjelaskan, pada Mei 2026 perjalanan masyarakat Indonesia ke luar negeri tercatat sebanyak 550.382 perjalanan atau turun 6,05 persen dibandingkan Mei 2025. Secara kumulatif Januari hingga Mei 2026, jumlah perjalanan ke luar negeri mencapai 3,69 juta perjalanan atau turun 3,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Penurunan perjalanan ke luar negeri terjadi bersamaan dengan meningkatnya perjalanan wisatawan nusantara. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik destinasi dalam negeri tetap kuat dan semakin menjadi pilihan masyarakat Indonesia," kata Ni Luh Puspa. 

Meningkatnya kunjungan wisatawan asing dan menurunnya perjalanan masyarakat ke luar negeri membuat Indonesia kembali mencatat surplus kunjungan wisatawan. Sepanjang Mei 2026, surplus kunjungan mencapai sekitar 830 ribu wisatawan. Sementara secara kumulatif Januari hingga Mei 2026, surplus mencapai 2,37 juta kunjungan.

Baca juga: Wonosobo Tambah Tiga Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2026

"Kondisi ini mendukung pencapaian net devisa pariwisata yang positif bagi Indonesia," tambahnya. 

Untuk menjaga tren positif tersebut, Kementerian Pariwisata terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga. Tiga langkah utama yang disiapkan pemerintah meliputi percepatan pengembangan empat Destinasi Pariwisata Prioritas, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo, secara terintegrasi dengan pengembangan kawasan, bandar udara, serta jaringan penerbangan.

Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat promosi wisata terpadu, membuka lebih banyak rute penerbangan internasional, serta menyelaraskan dukungan anggaran bersama pemerintah daerah dan pengelola bandara guna meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di pasar global. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: