Lansia Hilang di Hutan Bukit Tobong Purbalingga Belum Ditemukan

Tim SAR Kerahkan Anjing Pelacak
Banyumas Raya
By Vivin  —  On Jul 07, 2026
Caption Foto : Tim SAR mengerahkan anjing pelacak dalam proses pencarian lansia yang hilang di hutan Bukit Tobong, Purbalingga.(Foto :Dok. Tim SAR).

ORBIT-NEWS.COM, PURBALINGGA – Upaya pencarian terhadap Museni (72), seorang lansia asal Desa Tunjungmulih, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Bukit Tobong, terus dilakukan. Memasuki hari kelima operasi pencarian, Tim SAR Gabungan memperkuat upaya dengan mengerahkan anjing pelacak dari Polres Purbalingga untuk menyisir area yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban.

Meski berbagai metode pencarian telah dilakukan, hingga Selasa (7/7/2026) petugas masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan Museni. Kondisi medan yang berat menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.

Komandan Tim Rescue, Amin Riyanto mengatakan, strategi pencarian pada hari kelima dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Langkah ini dilakukan agar area pencarian dapat dijangkau lebih luas dan efektif.

"Hari kelima pencarian, BASARNAS dan Tim SAR Gabungan dibagi menjadi dua SRU. SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan anjing pelacak dari Polres Purbalingga, sedangkan SRU 2 melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai dalam kawasan hutan serta menyisir tebing-tebing yang sulit dijangkau," jelasnya. 

Museni diketahui menghilang setelah masuk ke kawasan Hutan Bukit Tobong pada Kamis (2/7/2026) dan tidak kunjung pulang ke rumah. Laporan kehilangan kemudian disampaikan warga kepada Unit Siaga SAR Banyumas yang selanjutnya meneruskan informasi tersebut ke Kantor SAR Cilacap untuk dilakukan operasi pencarian.

Baca juga: Program Durenisasi Aiptu Eko Suroso Ubah Lahan Tidur Menjadi Sumber Harapan Warga Desa Pekuncen

Sejak operasi dimulai, Tim SAR Gabungan terus memperluas area pencarian dengan menyisir sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur yang dilalui korban. Selain menyusuri kawasan hutan, petugas juga menelusuri aliran sungai yang berada di lembah dengan kontur medan yang curam.

Penggunaan anjing pelacak diharapkan dapat membantu tim menemukan jejak korban di tengah lebatnya vegetasi hutan. Namun hingga akhir pencarian hari kelima, hasilnya masih nihil sehingga operasi akan kembali dilanjutkan pada hari keenam.

Amin mengungkapkan, proses pencarian menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Selain minimnya informasi dari saksi yang melihat keberadaan korban terakhir kali, rapatnya vegetasi dan medan berbukit dengan jalur terjal turut memperlambat proses penyisiran.

"Kendala dan tantangan tim di lapangan adalah minimnya saksi, vegetasi yang rapat, dan jalur yang curam. Besar harapan kami survivor yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan," kata Amin Riyanto. (*)

Baca juga: Doktor Ke-92 UIN Saizu Purwokerto Teliti Internalisasi Nilai Humanistik dalam Kurikulum Merdeka

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: