ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Banyak orang tua masih meyakini bahwa terlalu sering mengonsumsi makanan manis menjadi penyebab utama diabetes pada anak. Anggapan tersebut membuat tidak sedikit orang membatasi bahkan melarang anak menikmati camilan manis seperti permen, cokelat, donat, hingga es krim.
Padahal, anggapan bahwa makanan manis secara langsung menyebabkan diabetes tidak sepenuhnya benar. Para ahli menjelaskan, diabetes merupakan penyakit yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga konsumsi gula bukan satu-satunya penyebab.
Meski demikian, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula secara berlebihan tetap perlu diwaspadai karena dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, termasuk meningkatkan risiko obesitas yang menjadi salah satu faktor pemicu diabetes tipe 2.
Makanan seperti cokelat, permen, biskuit, kue, donat, dan es krim umumnya mengandung gula serta kalori yang tinggi, tetapi rendah vitamin, mineral, dan serat. Jika terlalu sering dikonsumsi, makanan tersebut juga dapat membentuk kebiasaan makan yang kurang sehat karena anak cenderung ingin terus mengonsumsi makanan bercita rasa manis.
Diabetes sendiri merupakan kondisi ketika kadar gula darah meningkat akibat gangguan pada hormon insulin. Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak mampu memproduksi insulin karena proses autoimun. Sementara pada diabetes tipe 2, tubuh mengalami resistensi insulin sehingga hormon tersebut tidak dapat bekerja secara optimal.
Baca juga: Manfaat Jalan Kaki, Olahraga Sederhana Yang Berdampak Besar Bagi Kesehatan
Risiko Diabetes Pada Anak
Risiko diabetes pada anak akan semakin besar apabila konsumsi makanan tinggi gula tidak diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang dan aktivitas fisik yang cukup. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas yang dalam jangka panjang berpotensi mengganggu fungsi pankreas dan kerja insulin.
Selain faktor gaya hidup, riwayat keluarga juga memiliki peran penting. Anak yang memiliki orang tua penderita diabetes atau lahir dari ibu dengan diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit tersebut dibandingkan anak tanpa faktor keturunan.
Tak hanya berkaitan dengan diabetes, kebiasaan mengonsumsi makanan manis secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko gigi berlubang, karies gigi, hingga berbagai masalah kesehatan lain akibat pola makan yang kurang seimbang.
Meski begitu, orang tua tidak perlu melarang anak mengonsumsi makanan manis sepenuhnya. Kuncinya adalah membatasi porsinya serta memilih sumber rasa manis yang lebih sehat. Gula tetap dibutuhkan tubuh sebagai salah satu sumber energi, terutama bagi anak yang aktif beraktivitas setiap hari.
Baca juga: Musim Kemarau Picu Bibir Kering, Begini Cara Menjaganya
Sebagai alternatif, orang tua dapat menyajikan camilan manis yang lebih bernutrisi, seperti buah segar, yoghurt tanpa tambahan gula, salad buah, smoothie berbahan susu dan buah, maupun puding atau es krim yang dibuat dari buah-buahan. Dengan membiasakan pola makan sehat sejak dini, membatasi konsumsi gula, serta mendorong anak rutin berolahraga, risiko obesitas dan diabetes dapat ditekan sehingga tumbuh kembang anak tetap optimal. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.