APBN 2026 Alokasikan Rp769,1 Triliun untuk Pendidikan

Perkuat SDM Menuju Indonesia Emas 2045
Nasional
By Ariyani  —  On Jul 06, 2026
Caption Foto : Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto : Dok. Kemenkeu).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan hanya berfungsi sebagai instrumen pengelolaan keuangan negara, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju pada 2045.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kualitas SDM menjadi faktor penentu keberhasilan Indonesia dalam mencapai target sebagai salah satu dari lima negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada tahun 2045. Oleh karena itu, pembangunan manusia melalui pendidikan terus menjadi prioritas dalam kebijakan fiskal pemerintah.

"Melalui kebijakan fiskal yang disiplin, pemerintah terus mengoptimalkan potensi strategis Indonesia, mulai dari posisi geografis yang menguntungkan, kekayaan sumber daya alam, hingga bonus demografi sebagai modal utama menuju Indonesia Emas 2045," ungkapnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan APBN berpedoman pada amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama kebijakan fiskal. Karena itu, pemerintah terus menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan pembangunan jangka panjang.

Beasiswa LPDP

Baca juga: Kapolri dan Jaksa Agung Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut terlihat dalam APBN Tahun Anggaran 2026 yang mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp769,1 triliun. Dana tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan mutu pembelajaran, merevitalisasi sekolah, mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, hingga memperkuat pembiayaan beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Pemerintah juga akan memfokuskan program beasiswa LPDP pada bidang-bidang yang memiliki dampak besar terhadap transformasi ekonomi nasional. Selain ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM), pengembangan talenta juga mencakup ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi agar menghasilkan SDM yang adaptif sekaligus berdaya saing global.

"Pembangunan ekonomi Indonesia memerlukan ekosistem industri yang menjadikan talenta sebagai inti pembangunan. Karena itu, investasi pada pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama APBN," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga menyoroti kondisi ekonomi global yang masih dibayangi berbagai tantangan. Meski demikian, ia memastikan fundamental ekonomi Indonesia tetap berada dalam kondisi yang kuat. Pertumbuhan ekonomi yang terjaga, inflasi yang terkendali, defisit fiskal yang sehat, serta rasio utang pemerintah yang tetap aman menjadi modal penting bagi APBN untuk menjalankan fungsinya sebagai penyangga perekonomian nasional.

Menurutnya, APBN memiliki peran strategis sebagai shock absorber yang mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan berbagai program pembangunan tetap berjalan di tengah dinamika ekonomi dunia.

Baca juga: Cek Arah Kiblat 15-16 Juli 2026, Menag Ajak Umat Islam Manfaatkan Fenomena Matahari Tepat di Atas Kakbah

"Investasi terbesar pemerintah bukan hanya pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga pembangunan manusia. Dengan kualitas SDM yang terus meningkat dan stabilitas ekonomi yang tetap terjaga, kita optimistis Indonesia mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: