Motif Ekonomi di Balik Pembunuhan Sadis Patikraja Terungkap, Pelaku Habisi Nenek dan Rekan Kerja Demi Kuasai Harta Korban

Caption Foto : Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus P. Silalahi didampingi wakapolresta dan kasar reskrim menunjukan barang bukti kasus pembunuhan di Patikraja, Senin (15/6/2026). (Foto : Hermiana E. Effendi).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Kasus pembunuhan ganda dalam hitungan jam yang menghebohkan warga Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, akhirnya menemui titik terang. Polisi mengungkap motif di balik aksi sadis yang menewaskan seorang lansia dan seorang remaja perempuan tersebut. Faktor ekonomi menjadi pemicu utama pelaku nekat menghabisi nyawa kedua korban.

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus P. Silalahi menjelaskan, tersangka memiliki hubungan dekat dengan kedua korban. Korban pertama berinisial KN (81), merupakan nenek dari tersangka, sedangkan korban kedua berinisial AA (18), adalah rekan kerja pelaku di salah satu pusat perbelanjaan di Purwokerto.

"Korban pertama merupakan nenek tersangka sendiri, sementara korban kedua adalah teman kerja tersangka di sebuah pusat perbelanjaan di Purwokerto," jelasnya, Senin (15/6/2026).

Baca juga: Program Durenisasi Aiptu Eko Suroso Ubah Lahan Tidur Menjadi Sumber Harapan Warga Desa Pekuncen

Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa tersangka sedang menghadapi tekanan ekonomi. Kondisi tersebut mendorongnya merencanakan aksi pembunuhan untuk menguasai harta benda milik korban.

Berawal dari Penolakan Pinjaman Uang

Peristiwa tragis tersebut, bermula ketika tersangka mendatangi rumah neneknya dengan tujuan meminjam uang. Sebelumnya, ia sempat mengajak istri dan kedua anaknya bermain ke Lapangan Patikraja. Setelah meninggalkan keluarganya, tersangka menuju rumah KN dan meminta bantuan pinjaman uang. Namun permintaan tersebut ditolak lantaran ia masih memiliki utang yang belum diselesaikan. Tidak hanya menolak memberikan pinjaman, korban juga membandingkan tersangka dengan cucu-cucunya yang lain. Ucapan tersebut memicu emosi pelaku hingga kehilangan kendali.

Dalam kondisi marah, tersangka mengambil palu besi dan memukul kepala korban yang saat itu baru saja selesai melaksanakan salat. Tak berhenti di situ, ia kembali melakukan pemukulan dan mencekik korban menggunakan tali plastik hingga meninggal dunia. Setelah memastikan korban tewas, pelaku mengambil telepon genggam dan uang tunai sebesar Rp220 ribu dari dalam lemari korban. 

Ironisnya, uang hasil kejahatan tersebut langsung digunakan tersangka untuk membeli makanan dan membayar mainan bagi anak-anaknya. Setelah kembali menemui keluarganya di Lapangan Patikraja, pelaku menitipkan istri dan kedua anaknya di sebuah warung. Dengan alasan hendak kembali ke rumah sang nenek, tersangka justru menuju sebuah minimarket di kawasan Pabuaran untuk menemui korban kedua, AA.

Baca juga: Doktor Ke-92 UIN Saizu Purwokerto Teliti Internalisasi Nilai Humanistik dalam Kurikulum Merdeka

Keduanya kemudian berboncengan menggunakan sepeda motor milik korban menuju wilayah Baturraden. Saat berada di sebuah warung makan, muncul kembali niat tersangka untuk menguasai barang berharga milik AA. 

Untuk melancarkan aksinya, pelaku mengajak AA ke rumah neneknya dengan dalih ingin memperkenalkan korban kepada keluarganya. Mereka tiba di lokasi pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 00.20 WIB. Kepada korban, tersangka mengatakan bahwa kedua orang tuanya sudah tertidur sehingga mereka masuk ke dalam rumah. Di rumah tersebut, keduanya sempat melakukan hubungan layaknya suami istri.

Namun situasi berubah ketika AA melihat sepasang kaki di ruang salat dan mulai mempertanyakan keberadaan orang tersebut. Karena merasa terdesak oleh pertanyaan korban, tersangka panik. Ia kemudian mengambil palu dan menghantam kepala AA hingga tewas di dekat pintu ruang salat. Setelah korban meninggal dunia, tersangka mengambil sejumlah perhiasan milik AA dan menyimpannya di bagasi sepeda motor. 

Keesokan paginya, sekitar pukul 07.00 WIB, tetangga mulai curiga karena lampu rumah KN masih menyala dan korban tidak terlihat seperti biasanya. Mengetahui ada warga yang datang mencari korban, tersangka yang masih berada di dalam rumah panik. Ia lalu berusaha menghilangkan jejak dengan membuang jasad KN ke dalam sumur yang berada di dalam rumah, sedangkan jasad AA disembunyikan di gudang. Upaya tersebut gagal. Warga yang berhasil masuk ke dalam rumah menemukan dua korban dalam kondisi meninggal dunia dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. 

"Tersangka sempat kabur, tetapi dalam waktu kurang dari lima jam berhasil kami amankan di Banjarnegara," kata Kombes Pol Petrus Silalahi. (*)

Baca juga: Aspal Perlintasan Sebidang JPL 501 Sumpiuh Diperbaiki, KAI Daop 5 Purwokerto Apresiasi Dukungan Pemkab Banyumas


Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: