SD Muhammadiyah Sapen Luncurkan MSUS, Siap Cetak Generasi Berkelas Internasional Mulai Tahun Ajaran Baru

Pendidikan
By Ariyani  —  On Jul 05, 2026
Caption Foto : Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir meresmikan Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS). (Foto : Dok. Muhammadiyah).

ORBIT-NEWS.COM, YOGYAKARTA – SD Muhammadiyah Sapen resmi memperluas kiprahnya di dunia pendidikan dengan meluncurkan Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS). Sekolah berkonsep kelas internasional tersebut dijadwalkan mulai menerima peserta didik pada tahun ajaran 2026/2027 yang dimulai 13 Juli 2026.

Peresmian MSUS dilakukan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, bersama Ketua PWM DIY Ikhwan Ahada, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Fajar Riza Ul Haq, serta Ketua PDM Bantul. Kehadiran para tokoh tersebut menandai dimulainya babak baru pengembangan pendidikan Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Haedar Nashir mengatakan, MSUS merupakan pengembangan dari SD Muhammadiyah Sapen yang selama ini dikenal sebagai salah satu sekolah dasar favorit di Indonesia. Melalui konsep kelas internasional, sekolah ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan berkualitas dengan daya saing global.

Menurutnya, kehadiran MSUS bukan sekadar menambah unit pendidikan, tetapi juga menjadi simbol transformasi pendidikan Muhammadiyah yang terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"SD Muhammadiyah Sapen ini bagian dari usaha fastabiqul khairat, untuk bangkit menjadi sekolah unggulan bukan hanya di Indonesia, tapi nanti bisa berlevel ASEAN, bahkan berlevel internasional," kata Haedar.

Baca juga: Mahasiswa FEBI UIN Saizu Raih Kesempatan Magang Internasional di IMUN

Ia menambahkan, pembukaan MSUS juga menjadi solusi atas tingginya minat masyarakat terhadap SD Muhammadiyah Sapen. Selama bertahun-tahun, jumlah pendaftar sekolah tersebut jauh melebihi kapasitas sehingga banyak calon siswa harus menunggu kesempatan untuk diterima.

Peningkatan Kualitas SDM

Selain memperluas daya tampung, Muhammadiyah juga melihat pendidikan internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Haedar menilai percepatan pembangunan manusia hanya dapat dicapai melalui pendidikan yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global.

Meski mengusung standar internasional, Haedar menegaskan pendidikan Muhammadiyah tetap berlandaskan pada keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan penguatan nilai-nilai keislaman. Proses pembelajaran tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan siswa yang berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, moral, dan keimanan yang kuat.

Ia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki komitmen besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa menjadikan pendidikan sebagai sarana mencari keuntungan semata.

Baca juga: Doktor Ke-92 UIN Saizu Purwokerto Teliti Internalisasi Nilai Humanistik dalam Kurikulum Merdeka

"Maka diperlukan ormas-ormas swasta yang tidak sekadar swasta, tetapi kita punya tanggung jawab kebangsaan. Mungkin kalau swasta saja itu berpikir hanya soal kapital. Kami tidak berpikir soal kapital, kami berpikir soal tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa. Itu komitmen Muhammadiyah," tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWM DIY Ikhwan Ahada menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pendirian Muhammadiyah Sapen Universal School. Menurutnya, kehadiran MSUS menjadi bukti nyata komitmen Muhammadiyah DIY dalam terus memperkuat kualitas pendidikan.

Ia berharap lahirnya MSUS mampu menjadi inspirasi bagi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) lainnya di Yogyakarta agar terus berinovasi dan meningkatkan mutu layanan pendidikan. Ikhwan menilai, meskipun secara administratif PWM DIY hanya membawahi lima PDM dan 87 PCM, hal tersebut tidak mengurangi semangat untuk menghadirkan lembaga pendidikan yang berdaya saing tinggi.

"PWM DIY meski hanya dengan lima PDM, 87 PCM, tentu relatif lebih sedikit dibanding dengan PWM-PWM yang lain. Namun kami punya tekad, PWM DIY small beautiful, but powerful," ujarnya.

Baca juga: Buka MPLS Ramah 2026, Sekda Banyumas Tegaskan Tak Ada Lagi Perundungan di Sekolah

Melalui MSUS, Muhammadiyah berharap dapat melahirkan generasi muda yang memiliki kompetensi global tanpa meninggalkan jati diri bangsa. Lulusan sekolah ini diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang unggul dalam bidang akademik, berkarakter kuat, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan dunia internasional. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: