ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan ketersediaan hewan kurban untuk Iduladha 2026 dalam kondisi aman bahkan surplus. Total hewan ternak yang diproyeksikan siap untuk kebutuhan kurban tahun ini mencapai 593.168 ekor yang terdiri dari sapi, kambing, domba, dan kerbau.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Disnannak) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares menjelaskan, populasi ternak di Jateng saat ini mencapai sekitar 6,3 juta ekor. Dari jumlah tersebut, sekitar 9–10 persen diperkirakan akan digunakan untuk kebutuhan kurban pada Iduladha mendatang.
Menurutnya, posisi Jawa Tengah sebagai salah satu sentra peternakan nasional membuat kebutuhan hewan kurban masyarakat dipastikan tercukupi. Bahkan, daerah ini juga disiapkan untuk mendukung pengadaan sapi kurban bantuan Presiden yang akan didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota.
“Populasi ternak di Jawa Tengah sekitar 6,3 juta ekor. Estimasi kebutuhan kurban mencapai 593 ribu lebih atau sekitar 9–10 persen dari populasi tersebut sehingga masih sangat mencukupi. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan sapi bantuan Presiden berbobot minimal satu ton untuk setiap daerah,” kata Defransisco, Selasa (19/5/2026).
Berdasarkan proyeksi Distannak Jateng, kebutuhan hewan kurban tahun 2026 terdiri atas 140.745 ekor sapi, 321.872 ekor kambing, 126.078 ekor domba, dan 4.472 ekor kerbau.
Dari angka tersebut, komoditas sapi, kambing, dan domba dipastikan surplus. Sementara untuk kerbau masih mengalami keterbatasan pasokan karena ketersediaannya diperkirakan hanya mencapai 1.204 ekor.
Data pemotongan hewan kurban dalam dua tahun terakhir juga menunjukkan tren peningkatan permintaan masyarakat. Pemotongan sapi tercatat naik 8,9 persen, kambing meningkat 22,3 persen, sedangkan domba melonjak hingga 25,7 persen. Hanya kerbau yang mengalami penurunan sebesar 11,6 persen.
Perketat Pengawasan Lalu Litas Hewan
Mengantisipasi tingginya mobilitas ternak menjelang Iduladha, Pemprov Jateng turut memperketat pengawasan lalu lintas hewan di sejumlah wilayah perbatasan seperti Rembang, Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah masuknya penyakit hewan menular dari luar daerah maupun antarwilayah. Hewan yang terindikasi tidak sehat diminta tidak diperjualbelikan agar tidak menularkan penyakit kepada ternak lain.
Baca juga: Ahmad Luthfi Ajak Semua Elemen Bergerak Cegah Kekerasan di Pesantren
Selain untuk kebutuhan kurban, pengawasan kesehatan juga diterapkan pada distribusi ternak untuk program lain. Setiap hewan yang dipindahkan wajib dilengkapi surat keterangan sehat serta telah melalui pemeriksaan petugas.
“Hewan yang berpindah lokasi harus membawa surat keterangan sehat. Pemeriksaan dilakukan agar kondisi kesehatannya benar-benar terjamin,” kata Defransisco.
Hingga pertengahan Mei 2026, Distannak Jateng menyebut belum ditemukan kasus kesehatan hewan yang mengkhawatirkan. Meski demikian, masyarakat tetap diminta selektif saat membeli hewan kurban dengan memastikan kondisi fisik ternak sehat, tidak cacat, mata terlihat cerah, kuku bersih tanpa luka, serta tidak mengeluarkan air liur berlebihan.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.