ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan persiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat menjadi prioritas utama Kementerian Sosial. Menjelang dimulainya kegiatan pada 14 Juli 2026, seluruh jajaran diminta bekerja secara terpadu agar proses penerimaan dan adaptasi siswa baru berlangsung tanpa kendala.
Menurut Gus Ipul, keberhasilan penyelenggaraan MPLS bukan hanya menjadi tanggung jawab satu unit kerja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur di lingkungan Kementerian Sosial. Setiap pihak diminta memahami perannya dan memberikan kontribusi nyata demi kelancaran program pendidikan tersebut.
"Karena ini menjadi kepentingan seluruh Kementerian Sosial bukan hanya tanggung jawab satu pihak saja, jadi semua harus tahu, semua harus terlibat, semua harus ikut mendengarkan, dan semua harus berkontribusi," kata Gus Ipul.
Selain mempersiapkan kegiatan MPLS, Menteri Sosial juga memberikan perhatian khusus terhadap proses perpindahan peserta didik dari Sekolah Rakyat Rintisan menuju Sekolah Rakyat Permanen. Para kepala sentra diminta mengawal proses tersebut agar berjalan tertib dan seluruh fasilitas yang masih berada di lokasi lama tetap terjaga dengan baik.
Ia mengingatkan agar kursi, meja, hingga berbagai perlengkapan belajar tidak dibiarkan terbengkalai setelah perpindahan dilakukan. Seluruh aset negara harus dirawat sehingga tetap dapat dimanfaatkan dan tidak mengalami kerusakan maupun kehilangan.
Baca juga: Mahasiswa FEBI UIN Saizu Raih Kesempatan Magang Internasional di IMUN
"Jangan sampai kursi, bangku, dan perlengkapan lainnya masih ditinggalkan di sana menjadi rusak. Semua itu harus dirawat. Jangan sampai ada yang hilang," tegasnya.
MPLS Sekolah Rakyat
Pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 31 Juli 2026. Selanjutnya, para siswa akan mengikuti program matrikulasi yang berlangsung pada 3 Agustus sampai 30 September 2026 sebagai bagian dari proses penyesuaian sebelum memasuki kegiatan belajar secara penuh.
Selama masa MPLS, siswa akan mengikuti berbagai agenda, mulai dari pengenalan lingkungan sekolah, pemeriksaan kesehatan, sosialisasi tata tertib, pembentukan karakter, hingga berbagai aktivitas pendukung yang dirancang untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan pendidikan baru.
Untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Gus Ipul mengeluarkan enam instruksi utama kepada jajarannya. Arahan tersebut meliputi pengaktifan kembali Sekretariat Bersama (Sekber) Sekolah Rakyat beserta satuan kerja terkait, pelaksanaan simulasi perpindahan dari sekolah rintisan ke sekolah permanen, percepatan distribusi perlengkapan siswa, penguatan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dalam pengelolaan sarana dan prasarana, pengaktifan Gugus Tugas Pengendalian guna mengantisipasi berbagai kendala menjelang pembukaan sekolah, hingga pemetaan kebutuhan tambahan anggaran apabila diperlukan.
Baca juga: Doktor Ke-92 UIN Saizu Purwokerto Teliti Internalisasi Nilai Humanistik dalam Kurikulum Merdeka
Di akhir arahannya, Gus Ipul kembali menekankan pentingnya keterlibatan langsung seluruh jajaran dalam menyukseskan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Menurutnya, keberhasilan program tersebut hanya dapat dicapai melalui kerja bersama dan kehadiran nyata seluruh pihak di lapangan.
"Saya berharap turun tangan semua ini. Turun tangan, bukan tangan turun ya. Turun tangan," pungkasnya. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.