Caption Foto : Ketua Dekranasda Kabupaten Banyumas, Ny. Hj. Nuraeni Tri Haryanti Sadewo (tengah) memberikan bantuan kepada pekalu UMKM di Somagede. (Foto : Dok.DKUKMP Banyumas).
ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Komitmen untuk memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Banyumas terus diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Banyumas, berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUKMP) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersinergi menghadirkan berbagai program pemberdayaan bagi pelaku usaha mikro, mulai dari bantuan permodalan, pelatihan, hingga perluasan akses pasar.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM Banyumas agar semakin berkembang, berdaya saing, dan mampu menjadi penggerak perekonomian daerah di tengah tantangan pasar yang terus berkembang.
Ketua Dekranasda Kabupaten Banyumas, Ny. Hj. Nuraeni Tri Haryanti Sadewo mengatakan, pihaknya memiliki komitmen kuat untuk mendukung pertumbuhan UMKM lokal agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas. Menurutnya, Dekranasda tidak hanya memberikan dukungan secara administratif, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk melihat potensi dan kebutuhan para pelaku usaha.
"Kemarin kami juga sudah melakukan serangkaian kegiatan nyata di lapangan, mulai dari sarasehan bersama pelaku-pelaku UMKM se-Banyumas, hingga meninjau langsung potensi lokal dengan melakukan kunjungan ke beberapa pelaku usaha di wilayah Gumelar, Wangon, Somagede, dan Sumbang. Banyak UMKM kita yang potensial, namun butuh support untuk bisa berkembang lebih lanjut," jelas Nuraeni.
Ia menambahkan, kolaborasi yang melibatkan Bank Indonesia (BI), Bank Jateng, Baznas, serta DKUKMP Banyumas menjadi kekuatan besar dalam menciptakan ekosistem pemberdayaan UMKM yang lebih komprehensif.
Program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada bantuan modal, tetapi juga mencakup pembinaan digital, peningkatan kapasitas usaha, hingga kemudahan akses terhadap layanan perbankan dan pasar.
"Ini adalah paket lengkap, ada pembinaan digital, akses permodalan perbankan, dan dukungan modal stimulus. Kami yakin, dengan kerja sama lintas sektoral yang kuat seperti ini, perekonomian kreatif di Banyumas akan bergerak jauh lebih cepat dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat," kata Nuraeni.
Caption : Caption Foto : DKUKMP Banyumas bersama Dekranasda dan Baznas memberikan bantuan permodalan kepada pelaku UMKM di Somagede. (Foto : Dok. DKUKMP Banyumas).
Pendampingan UMKM Banyumas Dilakukan dari Hulu hingga Hilir
Sementara itu, Kepala DKUKMP Kabupaten Banyumas yang juga Ketua Harian Dekranasda, Gatot Eko Purwadi SE menjelaskan, pendataan dan identifikasi terhadap pelaku usaha mikro yang membutuhkan dukungan terus dilakukan, baik dalam hal permodalan maupun pemasaran produk.
Melalui sinergi bersama Dekranasda, Baznas, Bank Indonesia, dan Bank Jateng, berbagai pelaku usaha kriya di Banyumas kini mendapatkan kesempatan untuk memperoleh bantuan modal sekaligus pendampingan usaha secara berkelanjutan.
"Kemarin kita ke Somagede, ada tiga pengrajin yaitu Pak Kuat pengrajin lampu, Mudiono pengrajin tenun dan Ari pengrajin bambu yang kita datangi dan berikan bantuan permodalan," terang Gatot.
Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak berhenti pada bantuan modal semata. Para pelaku UMKM juga akan mendapatkan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha masing-masing agar mampu meningkatkan kualitas produk dan daya saing.
Sebagai langkah lanjutan, DKUKMP Banyumas juga tengah menyiapkan sejumlah galeri pemasaran yang akan menjadi etalase bagi produk-produk unggulan UMKM lokal.
"Dalam waktu dekat, kita akan buka galeri di Jalan Jenderal Soedirman. Produk mereka akan kita pajang di situ dan kita juga akan bantu dengan membuka jaringan ke pasar-pasar," tuturnya.
Keberadaan galeri tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM Banyumas sekaligus menjadi sarana promosi bagi berbagai hasil karya pelaku usaha lokal.
Dorong Peningkatan Kualitas Produk untuk Tembus Pasar Lebih Luas
Dalam setiap kunjungan lapangan, Dekranasda juga memberikan berbagai masukan konstruktif kepada para pelaku usaha agar produk yang dihasilkan semakin sesuai dengan kebutuhan pasar. Salah satunya kepada pengrajin lampu di Somagede yang didorong untuk menghadirkan varian produk dengan harga yang lebih terjangkau sehingga dapat menjangkau segmen konsumen yang lebih luas.
Selain itu, tim juga mengunjungi pelaku usaha kerajinan berbahan dasar daun di wilayah Sumbang yang dikenal dengan produk King Leaf. Berbagai produk kreatif seperti pakaian, tas, topi, dan aneka kerajinan lainnya dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang hingga menembus pasar nasional bahkan ekspor.
"Kita juga mengunjungi pengrajin daun King Leaf di Sumbang. Mereka memproduksi berbagai kerajinan dari daun, seperti baju, tas, topi dan lainnya. Produksi mereka berpeluang untuk merambah pasar lebih luas, bahkan sampai ekspor, hanya saja kita berikan masukan untuk memperbaiki kualitas, seperti merapikan jahitan dan lainnya," kata Gatot.
Melalui kolaborasi yang melibatkan DKUKMP Banyumas, Dekranasda, Baznas, Bank Indonesia, dan Bank Jateng, para pelaku UMKM kini mendapatkan dukungan yang lebih menyeluruh, mulai dari penguatan modal, peningkatan kualitas produk, pendampingan usaha, hingga akses pemasaran. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak UMKM unggulan yang tidak hanya menjadi kebanggaan Banyumas, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional dan internasional, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (*)