ORBIT-NEWS.COM, BOYOLALI – Di tengah sulitnya kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19 pada 2020, warga Boyolali justru menemukan peluang yang mengubah hidupnya. Berawal dari hobi menggambar dan modal keberanian untuk memulai usaha sendiri, kini produk hiasan dinding berbahan kayu yang diproduksinya berhasil menembus pasar internasional.
Adalah Kreasi Kayukuu, UMKM asal Boyolali yang sukses berkembang dari usaha rumahan menjadi produsen aneka dekorasi dan kaligrafi berbahan kayu. Produk-produknya kini telah dipasarkan ke sekitar 24 negara, termasuk sejumlah negara di kawasan Eropa dan Timur Tengah.
Pemilik Kreasi Kayukuu, Fatta Yasin M menceritakan, usaha tersebut lahir setelah dirinya kehilangan pekerjaan akibat dampak pandemi. Bersama seorang tetangga, ia mulai merintis usaha kreatif dengan fokus pada pembuatan kaligrafi kayu.
Menurutnya, ide tersebut muncul karena ia ingin menghadirkan karya kaligrafi yang dapat diproduksi lebih efisien dan dinikmati lebih banyak orang. Jika dibuat secara manual, proses pengerjaan membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga kapasitas produksi sangat terbatas.
Namun perjalanan membangun usaha tidak berlangsung mudah. Mesin CNC pertama yang dibeli dengan nilai sekitar Rp20 juta ternyata belum mampu menghasilkan produk sesuai kebutuhan. Kondisi tersebut sempat menjadi tantangan besar karena modal usaha yang telah dikumpulkan ikut terserap untuk investasi alat produksi.
Baca juga: Access by KAI Makin Canggih, Daop 5 Purwokerto Permudah Pemesanan Tiket dan Perencanaan Perjalanan
Meski demikian, Fatta tidak menyerah. Mesin yang ada kemudian dimanfaatkan untuk membuat berbagai produk kerajinan berbahan kertas. Hasil penjualan dari produk tersebut perlahan menjadi sumber tambahan modal hingga akhirnya ia mampu membeli mesin yang lebih memadai.
"Dari situ kami terus berkembang. Sekarang sudah memiliki delapan mesin produksi yang mendukung berbagai kebutuhan pembuatan produk custom," ucapnya.
Pelatihan Pemasaran Digital jadi Titik Balik
Pada masa awal merintis usaha, kondisi keuangan sempat sangat berat. Tabungan yang dimiliki habis untuk membeli peralatan, sementara penjualan belum stabil. Bahkan, dalam beberapa bulan pertama, pekerja yang membantunya hanya bisa menerima upah sekitar Rp50 ribu per minggu.
Titik balik usaha terjadi setelah Fatta aktif mengikuti berbagai pelatihan pemasaran digital dan marketplace. Melalui pengetahuan baru tersebut, Kreasi Kayukuu tidak lagi hanya menjual kaligrafi, tetapi mulai mengembangkan berbagai produk dekorasi untuk pernikahan, ulang tahun, hingga kebutuhan dekoratif lainnya.
Baca juga: Kemenekraf Gandeng Indosat dan Adobe Perkuat Ekonomi Kreatif Digital Berbasis AI
Kini Kreasi Kayukuu menghasilkan hampir 600 jenis produk berbahan plywood, kayu pinus, akrilik, dan kertas. Sebagian besar produk dibuat berdasarkan pesanan khusus pelanggan, sehingga memiliki nilai tambah yang tinggi di pasaran.
Produk yang paling banyak diminati adalah hiasan dinding untuk rumah, kantor, hingga tempat ibadah seperti musala. Permintaan yang terus meningkat membuat kapasitas produksi ikut berkembang pesat.
Dari yang awalnya hanya dikelola oleh dua orang, kini Kreasi Kayukuu telah membuka lapangan pekerjaan bagi lebih dari 50 tenaga kerja lokal. Pertumbuhan tersebut juga tercermin dari capaian omzet usaha yang mencapai rata-rata Rp700 juta hingga Rp800 juta setiap bulan.
Fatta mengakui dukungan pemerintah memiliki peran penting dalam mempercepat perkembangan bisnisnya. Berbagai program pelatihan, mulai dari pemasaran digital hingga ekspor, memberikan bekal yang sangat membantu dalam memperluas pasar.
Selain itu, Dekranasda Jateng turut memberikan fasilitas promosi dan membuka akses pameran berskala nasional. Salah satunya melalui keikutsertaan Kreasi Kayukuu dalam pameran Inacraft 2026 yang menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas.
Baca juga: Libur Tahun Baru Islam 1448 H, Pertamina Tambah Pasokan 1,3 Juta Tabung LPG 3 Kg di Jateng dan DIY
"Kami mendapatkan banyak manfaat dari program pemerintah. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi pelaku UMKM untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas produk," katanya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramiyanto mengatakan, perkembangan Kreasi Kayukuu menjadi contoh keberhasilan UMKM Jawa Tengah dalam meningkatkan daya saing dan memperluas pasar hingga tingkat global. Ia menjelaskan, Pemprov Jawa Tengah terus memperkuat pendampingan UMKM melalui berbagai program peningkatan kualitas produk, pengemasan, sertifikasi, digitalisasi usaha, hingga fasilitasi pameran dan promosi.
"Produk UMKM Jawa Tengah memiliki kualitas yang semakin baik. Kami terus mendorong inovasi, pemanfaatan teknologi digital, dan perluasan akses pasar agar semakin banyak UMKM yang mampu menembus pasar global," ujar Bram.
Kisah Kreasi Kayukuu menjadi bukti bahwa kreativitas, kegigihan, serta dukungan ekosistem yang tepat mampu mengubah usaha kecil menjadi bisnis berdaya saing internasional. Dari sebuah garasi di Boyolali, karya-karya dekoratif buatan anak bangsa kini telah menghiasi berbagai rumah dan bangunan di berbagai penjuru dunia. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.