Banner Utama

Beasiswa Double Degree Kemenag 2026 Dibuka, Kuliah di Indonesia dan Inggris Gratis hingga Lulus

Pendidikan
By Ariyani  —  On May 16, 2026

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) kembali membuka peluang kuliah internasional bagi guru, tenaga kependidikan, pegawai Kemenag, hingga alumni pendidikan keagamaan melalui Program Beasiswa Master Double Degree 2026. Program ini memberi kesempatan mahasiswa menempuh pendidikan magister di Indonesia sekaligus di kampus ternama Inggris secara gratis.

Pendaftaran program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag tersebut dibuka hingga 31 Mei 2026 dan dikelola oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma). Melalui program ini, penerima beasiswa akan menjalani studi selama satu tahun di perguruan tinggi Indonesia dan satu tahun di universitas mitra di Inggris, yakni The University of Edinburgh serta SOAS University of London.

Kepala Puspenma Kemenag, Ruchman Basori menjelaskan, program double degree ini telah berjalan sejak 2023 melalui kerja sama antara Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dengan University of Edinburgh dan SOAS University of London. Pada 2025, kerja sama internasional tersebut diperluas dengan melibatkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Alauddin Makassar bersama SOAS University of London.

“Tahun ini Kementerian Agama kembali membuka program Master Double Degree di UIII bersama Edinburgh atau SOAS University, serta UIN Yogyakarta dan UIN Makassar bersama SOAS University,” kata Ruchman.

Cetak SDM Unggul di Bidang Keagamaan

Baca juga: Dua Sekolah Muhammadiyah Masuk SMA Unggul Garuda 2026, Bukti Mutu Pendidikan Kian Diakui Nasional

Ia menegaskan program tersebut menjadi bagian dari upaya strategis Kementerian Agama dalam memperkuat kolaborasi internasional dan mencetak sumber daya manusia unggul di bidang pendidikan keagamaan.

“Program ini mencerminkan komitmen strategis terhadap kolaborasi internasional, keunggulan akademik, dan pengembangan kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan Indonesia,” katanya.

Berikut sejumlah persyaratan utama yang harus dipenuhi calon pendaftar:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Usia maksimal 30 tahun per 31 Desember 2026
  • Lulusan D4 atau S1
  • Tidak sedang atau telah menempuh pendidikan S2
  • Memiliki IPK minimal 3,00
  • Melampirkan surat izin instansi/lembaga
  • Menyertakan surat rekomendasi akademisi atau tokoh masyarakat
  • Mengunggah surat keterangan sehat
  • Membuat personal statement dan rencana kontribusi pascastudi
  • Memiliki kemampuan bahasa Inggris dengan skor minimal:
    • TOEFL ITP 520
    • TOEFL iBT 61
    • IELTS 6.0
    • Duolingo 110

Selain itu, pelamar yang memiliki pengalaman organisasi, prestasi akademik maupun non-akademik, hingga publikasi ilmiah juga dapat mencantumkan riwayat tersebut dalam proses pendaftaran.


Baca juga: FTIK UIN Saizu Kirim 300 Mahasiswa ke Banjarnegara, Bantu Atasi Kekurangan Guru di Sekolah

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: