ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas akses masyarakat untuk menyaksikan Piala Dunia FIFA 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menambah sekitar 200 titik nonton bareng (nobar) di berbagai daerah agar euforia turnamen sepak bola terbesar di dunia dapat dirasakan lebih luas.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid mengatakan, penambahan titik nobar tersebut akan melibatkan berbagai elemen, mulai dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) daerah, komunitas digital, relawan digital, hingga mitra strategis yang berada dalam ekosistem Kemkomdigi.
Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan akses siaran Piala Dunia yang merata bagi masyarakat, termasuk di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan fasilitas untuk menikmati tayangan olahraga internasional.
"Dari ekosistem Kemkomdigi, kami akan menambah sekitar 200 titik nobar yang melibatkan jaringan Diskominfo daerah, komunitas, relawan digital, dan berbagai mitra ekosistem kami. Kami ingin kemeriahan Piala Dunia benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke berbagai daerah," kata Meutya.
Selain memperluas titik nobar, Meutya juga menyoroti momentum bersejarah bagi TVRI yang kembali menjadi pemegang hak siar Piala Dunia FIFA 2026. Untuk pertama kalinya sejak era reformasi, televisi publik tersebut kembali dipercaya menayangkan ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
Baca juga:
Kapolri dan Jaksa Agung Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Ia menilai kehadiran TVRI sebagai pemegang hak siar merupakan langkah penting untuk memastikan masyarakat dapat menikmati pertandingan secara lebih luas melalui layanan televisi publik.
"Ini adalah sejarah baru bagi TVRI. Setelah reformasi, untuk pertama kalinya TVRI kembali mendapatkan amanah menayangkan Piala Dunia. Kepercayaan ini tidak mungkin terjadi tanpa arahan dan perhatian khusus dari Bapak Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan masyarakat Indonesia dapat menikmati perhelatan olahraga terbesar dunia melalui televisi publik," ujarnya.
12 Ribu Titik Nonton Bareng
Data TVRI mencatat saat ini sudah terdapat hampir 12 ribu titik nonton bareng yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring mendekatnya pelaksanaan Piala Dunia FIFA 2026.
Meutya menegaskan pemerintah tidak hanya fokus pada wilayah yang memiliki akses jaringan memadai, tetapi juga akan memastikan masyarakat di daerah dengan tantangan konektivitas tetap bisa menikmati siaran pertandingan.
Baca juga:
Cek Arah Kiblat 15-16 Juli 2026, Menag Ajak Umat Islam Manfaatkan Fenomena Matahari Tepat di Atas Kakbah
Untuk itu, Kemkomdigi akan berkoordinasi dengan TVRI, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan guna menyiapkan dukungan infrastruktur dan konektivitas yang diperlukan.
"Kami ingin memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal untuk menikmati momen bersejarah ini. Jika terdapat wilayah dengan tantangan konektivitas, pemerintah akan menyiapkan berbagai solusi agar masyarakat tetap dapat menyaksikan pertandingan dengan baik," tegasnya.
Lebih lanjut, Meutya menilai Piala Dunia bukan hanya sekadar ajang hiburan, tetapi juga momentum yang dapat mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas.
"Piala Dunia bukan sekadar tontonan, ini adalah ruang untuk membangun sportivitas, semangat kompetisi yang sehat, sekaligus memperkuat rasa persatuan di tengah masyarakat Indonesia," pungkasnya. (*)