Digitalisasi Bansos Makin Canggih, Kemensos Tunjukkan Sistem Verifikasi Real Time di DPR

Nasional
By Ariyani  —  On Jun 11, 2026
Caption Foto : Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. (Foto : Dok. Kemensos).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) terus mempercepat transformasi digital dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) dengan menghadirkan sistem verifikasi berbasis biometrik yang terintegrasi dengan berbagai basis data nasional. Teknologi ini dirancang untuk memastikan bantuan tersalurkan lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengatakan, digitalisasi bansos merupakan bagian dari reformasi tata kelola perlindungan sosial yang mengedepankan pemanfaatan data terintegrasi sebagai dasar penentuan penerima manfaat. Menurutnya, sistem baru tersebut memungkinkan setiap pengajuan bantuan sosial diproses secara cepat dengan hasil yang dapat diketahui secara langsung, lengkap dengan alasan penerimaan maupun penolakan.

"Melalui sistem ini, setiap pengajuan bansos dapat langsung diketahui hasilnya, termasuk alasan diterima atau ditolak. Ini penting untuk menghindari perdebatan di lapangan dan meningkatkan kepercayaan publik," kata Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf.

Verifikasi Wajah Jadi Kunci Akurasi Data

Dalam mekanisme yang dikembangkan Kemensos, masyarakat yang mengajukan bantuan sosial cukup menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan melakukan verifikasi biometrik melalui teknologi pemindaian wajah atau liveness detection. Teknologi ini memastikan bahwa pengajuan dilakukan oleh pemilik identitas yang sebenarnya, sekaligus mencegah penyalahgunaan data melalui foto, video, maupun manipulasi digital lainnya.

Baca juga: Seleksi Akpol 2026 di Jawa Tengah Masuki Tahap Krusial, Polda Jateng Tegaskan Tak Ada Jalur Titipan

Perwakilan Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Rahmat Danu Andika menjelaskan, sistem secara otomatis melakukan pencocokan data dengan basis data kependudukan nasional yang dikelola Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

"Barusan yang terjadi adalah satu, dicek bahwa yang bersangkutan betul manusia di depan handphone, dan yang kedua dicek ke Dukcapil sebagai source of truth biometrik populasi Indonesia. Bahkan tanpa meng-input nama, data langsung muncul secara real-time sebagai balikan dari Dukcapil," jelasnya.

Cek Kendaraan, Penghasilan hingga Aset dalam Hitungan Detik

Setelah proses autentikasi selesai, sistem akan melakukan verifikasi lintas data secara otomatis melalui platform pertukaran data antarlembaga pemerintah. Informasi yang diperiksa meliputi kepemilikan kendaraan, status pekerjaan, tingkat penghasilan, konsumsi listrik, hingga kepemilikan aset tanah. Seluruh proses berlangsung secara real time sehingga hasil penilaian dapat diperoleh dalam hitungan detik.

"Begitu pengajuan dilakukan, sistem secara instan akan bertanya ke berbagai sumber data mulai dari kepemilikan kendaraan, status pekerjaan dan upah, konsumsi listrik, hingga kepemilikan aset tanah semuanya database to database secara real time," kata Rahmat.

Baca juga: Menkes Dukung Transformasi Program Makan Bergizi Gratis, Fokus Baru pada Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita

Selain itu, sistem juga memanfaatkan data desil kesejahteraan dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai salah satu indikator utama dalam menentukan kelayakan penerima bantuan. 

Salah satu keunggulan sistem digital bansos adalah kemampuan menampilkan alasan yang jelas di balik keputusan yang dihasilkan. Jika pengajuan dinyatakan tidak memenuhi syarat, masyarakat dapat mengetahui faktor-faktor yang menjadi dasar penilaian, seperti tingkat kesejahteraan, kepemilikan aset, maupun indikator sosial ekonomi lainnya. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi sekaligus mengurangi potensi kesalahpahaman terkait penyaluran bantuan sosial. 

Kemensos juga menyediakan fitur sanggah bagi masyarakat yang merasa data yang digunakan belum sesuai dengan kondisi sebenarnya. Melalui layanan tersebut, warga dapat mengajukan pembaruan data agar diverifikasi kembali sebelum penetapan penerima manfaat dilakukan. (*)


Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: