ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Tahapan seleksi Calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 di Jawa Tengah memasuki fase penting. Para peserta yang berhasil lolos Sidang Kelulusan menuju Pemeriksaan Kesehatan Tahap II (Rikkes II) kini bersiap menghadapi rangkaian tes lanjutan sebelum melangkah ke seleksi tingkat pusat.
Peserta yang dinyatakan memenuhi syarat pada tahap Panitia Daerah (Panda) akan mengikuti seleksi tingkat Panitia Pusat (Panpus) yang dipusatkan di Akademi Kepolisian Semarang. Pada tahapan ini, para calon taruna akan menjalani berbagai pengujian, mulai dari tes akademik, wawancara psikologi, Uji Kemampuan Jasmani, hingga penelusuran mental dan kepribadian yang dijadwalkan berlangsung sepanjang Juli 2026.
Penentuan kelulusan akhir akan dilakukan melalui Sidang Akhir Tingkat Panpus yang menjadi penentu siapa saja yang berhak menyandang status Calon Taruna Akpol 2026.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto menegaskan, seluruh proses penerimaan dilaksanakan dengan prinsip profesional, objektif, dan transparan tanpa adanya perlakuan khusus bagi peserta tertentu.
“Rekrutmen Akpol hanya dilaksanakan melalui satu jalur, yaitu jalur reguler nasional. Tidak ada kuota khusus, jalur titipan, perlakuan istimewa maupun bentuk intervensi lainnya. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan akan dinilai berdasarkan kemampuan serta hasil yang dicapai dalam setiap tahapan seleksi,” jelasnya.
Baca juga: Digitalisasi Bansos Makin Canggih, Kemensos Tunjukkan Sistem Verifikasi Real Time di DPR
Prinsip BETAH
Menurut Artanto, sistem penerimaan anggota Polri saat ini mengedepankan prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Prinsip tersebut menjadi landasan untuk memastikan proses rekrutmen berjalan kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Ia juga memastikan seluruh tahapan seleksi diawasi secara ketat guna menjamin objektivitas penilaian terhadap setiap peserta.
“Kami memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan secara bersih dan transparan. Setiap peserta dinilai secara objektif berdasarkan kompetensi yang dimiliki, sehingga hasil seleksi benar-benar mencerminkan kualitas calon anggota Polri yang akan direkrut,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat, khususnya peserta dan orang tua, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap oknum yang mengaku mampu meloloskan peserta dengan imbalan sejumlah uang. Polda Jateng menegaskan bahwa seluruh proses seleksi Akpol tidak dipungut biaya apa pun.
“Pendaftaran dan seluruh proses seleksi Akpol tidak dipungut biaya. Kami mengimbau peserta dan keluarga untuk tidak mempercayai siapa pun yang menawarkan bantuan kelulusan dengan imbalan tertentu. Kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan, kesiapan, dan hasil yang dicapai peserta dalam setiap tahapan seleksi,” terangArtanto.
Melalui seleksi yang ketat dan berintegritas tersebut, Polri berharap dapat menjaring calon perwira terbaik yang memiliki kompetensi, karakter kuat, integritas tinggi, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan tugas kepolisian di masa mendatang sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.