ORBIT-NEWS.COM, PURBALINGGA – Upaya pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi terus diperkuat di Kabupaten Purbalingga. Salah satunya melalui peluncuran 40 gerai Zakat Mart (Zmart) yang digagas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk membantu pelaku usaha ritel mikro dari kalangan mustahik.
Program tersebut resmi diluncurkan pada Selasa (9/6/2026) dan menjadi bagian dari strategi Baznas dalam memanfaatkan dana zakat secara produktif agar mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.
Sebanyak 40 penerima manfaat mendapatkan bantuan senilai Rp8 juta per orang. Rinciannya, 30 pelaku usaha mendapat dukungan dari Baznas RI, sementara 10 lainnya dibantu oleh Baznas Kabupaten Purbalingga. Total dana yang digelontorkan mencapai Rp320 juta. Peluncuran program dilakukan secara simbolis di gerai Zmart milik Siswadi, warga Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Purbalingga, Agung Widiarto, menyampaikan bahwa program ini diharapkan menjadi pemicu pertumbuhan usaha mikro masyarakat. Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya sekadar tambahan modal, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha para penerima manfaat.
“Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga mampu mendorong perkembangan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat,” kata Agung.
Baca juga: Korban Tenggelam di Sungai Pemali Tegal Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Pencarian
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung keberadaan Zmart di lingkungan masing-masing. Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di warung-warung tersebut, manfaat program diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekitar.
Agung menegaskan, tujuan jangka panjang program ini adalah mendorong para mustahik agar mampu meningkatkan taraf hidupnya hingga suatu saat menjadi muzaki atau pihak yang menunaikan zakat.
Menciptakan Peluang Usaha Berkelanjutan
Sementara itu, Wakil Ketua IV Baznas Provinsi Jawa Tengah, Sholahuddin Aly, menjelaskan, Zmart merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk program pemberdayaan ekonomi produktif. Menurutnya, pengelolaan zakat tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan sebagai langkah nyata mengurangi angka kemiskinan.
“Dana zakat yang dihimpun Baznas harus memberikan manfaat yang luas bagi mustahik. Karena itu, program-program yang dijalankan selalu diarahkan untuk mendukung pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Access by KAI Makin Canggih, Daop 5 Purwokerto Permudah Pemesanan Tiket dan Perencanaan Perjalanan
Ketua Baznas Kabupaten Purbalingga, Sudjianto, menambahkan bahwa bantuan yang diterima peserta program tidak seluruhnya diberikan dalam bentuk modal usaha. Sebagian dana digunakan untuk memperbaiki tampilan dan tata letak warung agar lebih menarik bagi konsumen.
Dari total bantuan Rp8 juta, sebanyak Rp4 juta dialokasikan untuk penataan warung, sedangkan Rp4 juta lainnya digunakan sebagai tambahan modal dan stok barang dagangan. Selain itu, para penerima manfaat juga memperoleh pelatihan pengelolaan usaha, termasuk pembukuan dan manajemen keuangan sederhana.
“Harapannya, usaha yang mereka jalankan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan mampu memberikan penghasilan yang lebih baik bagi keluarga,” jelas Sudjianto.
Melalui peluncuran 40 gerai Zmart ini, Baznas berharap semakin banyak pelaku usaha mikro yang mampu bangkit dan berkembang, sehingga program zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi masyarakat. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.