Banner Utama

Hari Susu Nusantara 2026, Kementan Genjot Populasi Sapi Perah dan Produksi Susu untuk Dukung MBG

Nasional
By Ariyani  —  On Jun 06, 2026
Caption Foto : Wakil Menteri Pertanian Sudaryono saat menghadiri peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) 2026 yang digelar di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (6/6/2026).(Foto ; Dok. Kementan).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat sektor persusuan nasional sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan populasi sapi perah, produksi susu dalam negeri, serta kampanye peningkatan konsumsi susu di berbagai kalangan, terutama anak-anak.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono saat menghadiri peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) 2026 yang digelar di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Sudaryono, susu memiliki kandungan protein berkualitas tinggi yang sangat dibutuhkan dalam masa pertumbuhan anak. Selain membantu perkembangan fisik, konsumsi susu juga berperan dalam mendukung kemampuan kognitif dan kecerdasan generasi muda.

"Susu merupakan sumber protein yang sangat baik karena mudah diserap tubuh dan penting untuk mendukung pertumbuhan fisik maupun perkembangan kecerdasan anak-anak Indonesia," tuturnya. 

Baca juga: Iduladha 1447 H Cetak Rekor, Lebih dari 2 Juta Hewan Kurban Tersebar di Indonesia dengan Nilai Ekonomi Rp18,28 Triliun

Ia menilai penguatan industri persusuan tidak hanya berdampak pada sektor peternakan dan perekonomian, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, peningkatan kualitas gizi masyarakat menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam mempersiapkan generasi yang mampu bersaing di tingkat global pada 2045. Program Makan Bergizi Gratis pun menjadi momentum untuk mempercepat kebangkitan industri susu nasional. Saat ini, pemerintah memfokuskan kebijakan pada dua sasaran utama, yaitu meningkatkan produksi susu dalam negeri dan mendorong konsumsi susu masyarakat yang masih relatif rendah dibandingkan negara-negara lain.

Kebutuhan Susu Masih Dipenuhi dari Impor

Sudaryono mengakui kebutuhan susu nasional saat ini masih sebagian dipenuhi melalui impor. Karena itu, pemerintah berupaya memperbesar populasi sapi perah agar kapasitas produksi domestik dapat terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

"Tentu saja sekarang ada MBG. Produksi susu kita memang masih ada sebagian yang impor. Nah kita ingin tingkatkan dua hal. Yang pertama adalah bagaimana meningkatkan produksi susu dengan lebih banyak sapi perahnya, lebih banyak kita datangkan. Yang kedua adalah meningkatkan konsumsi susu per kapita untuk anak-anak kita khususnya," kata Sudaryono.

Baca juga: BGN Bantah Isu Penghentian Dana MBG, Nanik Deyang Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan

Selain memperkuat produksi, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk membiasakan konsumsi susu sejak usia dini sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono membagikan pengalaman pribadinya sebagai anak petani asal Grobogan, Jawa Tengah. Ia mengaku rutin mengonsumsi susu sejak muda dan merasakan manfaatnya bagi pertumbuhan tubuh serta kesehatan. Menurutnya, manfaat konsumsi susu memang tidak dirasakan secara instan. Namun, dalam jangka panjang, asupan protein yang cukup akan membantu meningkatkan kualitas kesehatan, daya tahan tubuh, dan kemampuan belajar anak.

Ia juga mengungkapkan bahwa perhatian terhadap pemenuhan gizi melalui konsumsi susu sebenarnya telah lama menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Bahkan sebelum menjabat sebagai Presiden, Prabowo telah memperkenalkan Gerakan Revolusi Putih yang mendorong masyarakat mengonsumsi susu sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas gizi nasional.

Di sisi lain, pemerintah masih menghadapi tantangan dalam pengembangan peternakan sapi perah. Salah satu kendala utama adalah terbatasnya jumlah sapi indukan yang tersedia di dalam negeri. Meski teknologi reproduksi dan ketersediaan bibit dinilai cukup memadai, jumlah ternak produktif masih perlu ditingkatkan secara signifikan agar mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik yang terus bertambah.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah mendorong masuknya investasi dari sektor swasta maupun BUMN guna mendatangkan sapi perah dari berbagai negara. Sejumlah investor disebut telah menyampaikan komitmen pengadaan ribuan hingga puluhan ribu ekor sapi perah untuk dikembangkan di Indonesia.

Baca juga: Jelang Pengadaan 2026, Gus Ipul Tegaskan Tidak Ada Tempat Aman bagi Pelaku Korupsi di Kemensos

Pengembangan peternakan sapi perah akan difokuskan pada daerah dengan kondisi iklim yang mendukung, terutama kawasan dataran tinggi seperti Boyolali, Baturraden, Pasuruan, dan Blitar. Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki suhu yang lebih ideal untuk produktivitas sapi perah.

Selain itu, pemerintah juga tengah menjajaki pengembangan sapi perah tropis asal Brasil yang diklaim lebih mampu beradaptasi dengan kondisi iklim Indonesia.

Dalam rangka mempercepat pertumbuhan industri persusuan nasional, pemerintah membuka peluang investasi seluas-luasnya bagi pelaku usaha dalam maupun luar negeri. Berbagai kemudahan perizinan dan insentif disiapkan guna menarik investasi baru di sektor peternakan. Indonesia sendiri telah menjalin kerja sama dengan sejumlah negara, antara lain Australia, Brasil, Selandia Baru, dan Denmark untuk mendukung pengembangan industri sapi perah dan sapi pedaging.

Sudaryono optimistis prospek industri persusuan nasional akan semakin cerah. Selain didukung oleh jumlah penduduk yang besar, kebutuhan susu nasional diperkirakan terus meningkat seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

"Indonesia memiliki pasar yang sangat besar. Dengan adanya Program Makan Bergizi Gratis, kebutuhan susu akan terus meningkat sehingga sektor persusuan memiliki peluang berkembang lebih cepat di masa mendatang," pungkasnya. (*)

Baca juga: Jabat Kepala BGN, Nanik S. Deyang Tancap Gas Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Perluas Jangkauan ke Daerah 3T

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: