Banner Utama

7 Penyebab Berat Badan Naik Selain Makanan, Nomor Terakhir Sering Tidak Disadari

Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Jun 04, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Banyak orang mengira kenaikan berat badan hanya disebabkan oleh pola makan berlebihan. Padahal, kenyataannya ada sejumlah faktor lain yang dapat memicu kegemukan meski asupan makanan tidak berubah secara signifikan.

Pada dasarnya, berat badan bertambah ketika jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih besar daripada kalori yang dibakar melalui aktivitas sehari-hari. Namun, kondisi kesehatan, gaya hidup, hingga faktor psikologis juga berperan besar dalam memengaruhi metabolisme dan berat badan seseorang.

Berikut beberapa penyebab berat badan naik yang sering tidak disadari:

1. Stres Berlebihan Memicu Nafsu Makan

Saat mengalami stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol dalam jumlah lebih tinggi. Hormon ini dapat meningkatkan rasa lapar dan mendorong seseorang untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah lebih banyak, terutama makanan manis dan tinggi kalori.

Baca juga: 7 Makanan Sehat untuk Jantung yang Wajib Dikonsumsi, Bantu Turunkan Risiko Serangan Jantung

Tak heran jika banyak orang mengalami kenaikan berat badan ketika menghadapi tekanan pekerjaan, masalah keluarga, atau kondisi emosional lainnya.

2. Kurang Tidur Membuat Tubuh Mudah Gemuk

Kualitas dan durasi tidur ternyata memiliki hubungan erat dengan berat badan. Kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar sehingga nafsu makan meningkat.

Selain itu, begadang juga membuat seseorang lebih sering mengonsumsi camilan pada malam hari. Pilihan makanan yang dikonsumsi pun cenderung kurang sehat, seperti gorengan atau makanan cepat saji, yang berkontribusi terhadap penumpukan kalori. 

3. Efek Samping Obat-obatan Tertentu

Baca juga: Ini Manfaat Singkong Rebus untuk Kesehatan, Bisa Jadi Pengganti Nasi yang Lebih Sehat

Beberapa jenis obat diketahui dapat menyebabkan kenaikan berat badan sebagai efek samping. Di antaranya adalah obat antidepresan, obat steroid seperti prednisolon, obat migrain, obat tekanan darah tinggi, obat diabetes, hingga obat untuk mengatasi gangguan kejiwaan seperti bipolar dan skizofrenia.

Selain itu, beberapa metode kontrasepsi hormonal seperti pil KB dan suntik KB juga diduga berpotensi memengaruhi berat badan, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan kaitannya.

4. Gangguan Kesehatan yang Memengaruhi Hormon

Kenaikan berat badan juga dapat dipicu oleh sejumlah penyakit yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon dalam tubuh.

5. Terlalu Lama Duduk dan Minim Aktivitas Fisik

Baca juga: Bahaya Makanan Cepat Saji bagi Kesehatan, Bisa Picu Penyakit Jantung hingga Kanker

Perkembangan teknologi membuat banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer, ponsel, atau televisi. Gaya hidup sedentari atau kurang bergerak ini menyebabkan pembakaran kalori menjadi lebih sedikit. Jika kebiasaan tersebut dibarengi konsumsi camilan tinggi kalori, risiko kenaikan berat badan akan semakin besar.

6. Berhenti Merokok Bisa Menambah Berat Badan Sementara

Sebagian orang mengalami peningkatan berat badan setelah berhenti merokok. Hal ini terjadi karena nafsu makan cenderung meningkat ketika tubuh tidak lagi menerima nikotin. Meski demikian, efek tersebut biasanya hanya bersifat sementara. Manfaat berhenti merokok bagi kesehatan tetap jauh lebih besar dibandingkan risiko kenaikan berat badan. 

7. Diet Ekstrem Justru Bikin Berat Badan Mudah Kembali Naik

Banyak orang tergoda menjalani diet ketat demi menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Sayangnya, metode ini sering kali tidak memberikan hasil jangka panjang.

Baca juga: Wamenkes Ungkap Skrining Ketat Haji 2026 Tekan Angka Kematian Jemaah, Deteksi Dini Jadi Kunci

Saat asupan kalori dikurangi secara drastis, tubuh akan beradaptasi dengan memperlambat metabolisme. Ketika pola makan kembali normal, kalori lebih mudah disimpan sebagai lemak sehingga berat badan cepat naik kembali.

Selain itu, pola makan yang tidak seimbang dan konsumsi lemak berlebihan, termasuk dari makanan sehat sekalipun jika dikonsumsi berlebihan, juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan. 

Kenaikan berat badan tidak selalu berkaitan dengan banyak makan. Faktor stres, kurang tidur, kondisi medis, penggunaan obat-obatan, hingga gaya hidup sehari-hari dapat menjadi pemicu yang sering luput dari perhatian. Karena itu, menjaga berat badan ideal tidak cukup hanya dengan mengatur pola makan, tetapi juga perlu dibarengi tidur yang cukup, aktivitas fisik teratur, pengelolaan stres yang baik, serta pemeriksaan kesehatan bila diperlukan. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: