Banner Utama

Borobudur dan Karimunjawa Jadi Primadona, Jawa Tengah Raup Peluang Wisatawan Asing di BBTF 2026

Wisata
By Vivin  —  On May 31, 2026
Caption Foto : Jawa Tengah berpartisipasi dalam ajang Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026. (Foto :Dok. Kominfo Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, BALI – Destinasi wisata unggulan Jawa Tengah kembali mencuri perhatian pasar internasional. Keikutsertaan provinsi ini dalam ajang Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 berhasil membuka peluang kerja sama dengan puluhan agen perjalanan mancanegara yang tertarik memasarkan paket wisata ke berbagai destinasi favorit di Jawa Tengah.

Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jateng mengajak pelaku industri pariwisata daerah mengikuti rangkaian Travel Exchange (Travex) yang digelar di Nusa Dua, Bali, pada 28-30 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha wisata untuk bertemu langsung dengan buyer dari berbagai negara.

Kepala Disbudparekraf Jateng, Hanung Triyono mengatakan, BBTF merupakan salah satu forum strategis untuk memperluas jaringan pemasaran destinasi wisata Jawa Tengah ke pasar global.

"BBTF merupakan platform yang efektif untuk mempertemukan pelaku industri pariwisata Jawa Tengah dengan buyer internasional yang memiliki jaringan distribusi wisatawan di berbagai negara. Melalui ajang ini, kami ingin memperluas pasar, meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, sekaligus membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan bagi pelaku usaha pariwisata daerah," kata Hanung, Minggu (31/5/2026).

Selama pelaksanaan BBTF 2026, pelaku industri pariwisata asal Jawa Tengah tercatat melakukan sekitar 80 pertemuan bisnis dengan buyer dari kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, Australia, Eropa hingga Timur Tengah. Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah peluang kerja sama untuk pemasaran paket wisata ke berbagai negara.

Baca juga: DCF 2026 Usung Tema “Spirit of Harmony”, Jazz Atas Awan Kembali Meriahkan Dataran Tinggi Dieng

Dari sejumlah destinasi yang dipromosikan, kawasan Borobudur, Karimunjawa, Solo Raya, dan Kota Semarang menjadi tujuan wisata yang paling banyak mendapat perhatian dari calon mitra internasional.

Konsep Java Experience

Menariknya, beberapa buyer menunjukkan minat terhadap konsep "Java Experience", sebuah paket wisata terintegrasi yang menggabungkan kunjungan ke Borobudur, Karimunjawa, Solo Raya, dan Semarang dalam satu perjalanan.

"Bahkan ada buyer yang tertarik dengan konsep Java Experience, yaitu paket wisata yang menggabungkan Borobudur, Karimunjawa, Solo Raya, dan Semarang dalam satu rangkaian perjalanan. Konsep ini menawarkan perpaduan wisata budaya, sejarah, gastronomi, bahari, dan pengalaman berbasis masyarakat yang saat ini banyak dicari wisatawan mancanegara," jelas Hanung.

Borobudur masih menjadi magnet utama bagi wisatawan asing karena menawarkan beragam pengalaman wisata, mulai dari warisan budaya dunia, wisata spiritual, desa wisata, hingga wellness tourism yang sedang berkembang.

Baca juga: Curug Nangga Banyumas, Pesona Air Terjun Tujuh Tingkat yang Wajib Masuk Daftar Wisata Alam Favorit

Sementara itu, Karimunjawa dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata bahari berkelas internasional. Keindahan pantai, kekayaan bawah laut, aktivitas snorkeling dan diving, serta konsep wisata berkelanjutan menjadi daya tarik utama kepulauan tersebut.

Tak hanya itu, Solo Raya juga mendapat perhatian karena kekuatan sektor budaya dan heritage yang dimilikinya. Kehadiran keraton, tradisi Jawa yang masih lestari, seni pertunjukan, batik, serta kuliner khas menjadi pengalaman autentik yang diminati wisatawan asing.

Adapun Kota Semarang menawarkan kombinasi wisata sejarah, budaya, kuliner, hingga wisata perkotaan modern. Kawasan Kota Lama, wisata religi, serta fasilitas Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) menjadi nilai tambah yang menarik bagi pasar internasional.

Hanung mengungkapkan, hasil pertemuan bisnis selama BBTF 2026 berpotensi memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Jawa Tengah. Jika sekitar 20 persen buyer yang ditemui merealisasikan kerja sama pemasaran, setidaknya akan ada 16 mitra aktif yang mempromosikan destinasi Jawa Tengah ke pasar global.

"Dengan asumsi setiap buyer dapat mengirimkan 100 hingga 250 wisatawan per tahun, maka potensi tambahan kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Tengah bisa mencapai 1.600 hingga 4.000 orang setiap tahun," ungkapnya.

Baca juga: Menjelang Libur Sekolah, Menpar Pastikan Prambanan dan Stasiun Tugu Siap Sambut Wisatawan

Potensi tersebut diperkirakan mampu menghasilkan perputaran ekonomi antara Rp24 miliar hingga Rp80 miliar per tahun, dengan asumsi rata-rata pengeluaran wisatawan asing berkisar Rp15 juta hingga Rp20 juta selama berkunjung.

Hanung optimistis peluang peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara akan terus tumbuh seiring tren wisata global yang kini mengutamakan keamanan, keberlanjutan, serta pengalaman autentik.

"Jawa Tengah memiliki kekuatan pada warisan budaya, keindahan alam, serta wisata berbasis masyarakat. Melalui jaringan buyer yang terbangun dalam BBTF 2026, kami optimistis posisi Jawa Tengah sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia di pasar global akan semakin kuat," pungkasnya. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: