ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO — Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Tingginya minat calon mahasiswa terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 46.337 peserta, sementara kursi yang tersedia hanya sebanyak 4.030.
Persaingan yang ketat tersebut menjadikan jalur SNBT di Unsoed tahun ini sebagai salah satu yang paling kompetitif. Ribuan peserta harus bersaing untuk mendapatkan tempat di berbagai program studi favorit, baik jenjang Sarjana (S1) maupun Diploma (D3).
Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed, Noor Farid, menyebut tingginya tingkat keketatan pada sejumlah program studi menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di Unsoed.
“Keketatan yang sangat tinggi di beberapa program studi seperti Kedokteran Gigi untuk jenjang S1 dan Administrasi Bisnis pada Diploma menunjukkan bahwa persaingan masuk Unsoed semakin kompetitif dari tahun ke tahun. Kami menyambut talenta-talenta muda ini dan menyiapkan ekosistem akademik terbaik agar mereka menjadi lulusan unggul dan berdaya saing global,” terangnya.
Selain tingginya jumlah peminat, Unsoed juga mencatat komitmen dalam memperluas akses pendidikan melalui program bantuan pendidikan. Sebanyak 1.262 peserta yang lolos merupakan penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), atau sekitar 31,32 persen dari total mahasiswa baru jalur SNBT.
Baca juga: Polresta Banyumas Gagalkan Peredaran Setengah Kilogram Ganja, Pengedar Asal Wangon Dibekuk
Kedokteran Gigi Masih Tingkat Persaingan Tertinggi
Pada jenjang Sarjana (S1), Program Studi Kedokteran Gigi menjadi jurusan dengan tingkat persaingan tertinggi. Dari 1.135 peminat, hanya 28 peserta yang berhasil diterima sehingga tingkat keketatannya mencapai 2,4 persen. Program Studi Pendidikan Dokter berada di urutan berikutnya dengan tingkat keketatan 3,4 persen. Dari total 2.032 pendaftar, hanya 70 peserta yang lolos seleksi.
Tak hanya itu, sejumlah program studi lain juga menjadi favorit calon mahasiswa, di antaranya Manajemen dengan tingkat keketatan 4,5 persen, Akuntansi 5,2 persen, serta Teknik Mesin sebesar 5,4 persen. Pada jenjang Diploma Tiga (D3), Program Studi Administrasi Bisnis menjadi yang paling kompetitif. Sebanyak 2.076 peserta mendaftar, namun hanya 48 orang yang berhasil memperoleh kursi dengan tingkat keketatan 2,3 persen.
Program D3 lain yang juga mencatat persaingan tinggi yakni Administrasi Perkantoran dengan tingkat keketatan 2,6 persen, Agribisnis 3,3 persen, Akuntansi 3,5 persen, serta Bisnis Internasional sebesar 4,7 persen. Peserta yang dinyatakan lolos diminta segera memantau jadwal registrasi ulang dan melengkapi seluruh persyaratan administrasi melalui laman resmi admisi Unsoed.
Di akhir keterangannya, Prof Farid juga mengajak seluruh mahasiswa baru yang diterima agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik selama menempuh pendidikan di Unsoed.
Baca juga: Dua Sekolah Muhammadiyah Masuk SMA Unggul Garuda 2026, Bukti Mutu Pendidikan Kian Diakui Nasional
“Mahasiswa yang diterima merupakan putra-putri terbaik dari berbagai daerah. Kami berharap mereka dapat berkembang, berprestasi, serta memanfaatkan seluruh fasilitas dan lingkungan akademik yang tersedia untuk mendukung masa depan mereka,” pungkasnya. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.