Banner Utama

9 Manfaat Kembang Turi untuk Kesehatan, Bisa Bantu Cegah Diabetes hingga Jaga Jantung

Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On May 16, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Kembang turi dikenal sebagai salah satu bunga yang sering dijadikan lalapan maupun tumisan khas Nusantara. Namun di balik rasanya yang sedikit pahit, bunga dari tanaman turi ini ternyata menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

Kembang turi atau Sesbania grandiflora banyak tumbuh di negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Tanaman ini memiliki bunga berwarna merah dan putih yang sejak lama dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional.

Berkat kandungan antioksidan, vitamin C, flavonoid, tanin, saponin, hingga fitosterol, kembang turi dipercaya mampu membantu menjaga kesehatan tubuh dan mengurangi risiko berbagai penyakit.

Berikut sejumlah manfaat kembang turi yang menarik untuk diketahui:

Baca juga: Bolehkah Penderita Hipertensi Minum Kopi? Ini Batas Aman dan Tips Konsumsinya

1. Membantu Mengatasi Sariawan

Kembang turi mengandung vitamin C yang cukup tinggi. Kandungan ini dipercaya dapat membantu mempercepat penyembuhan sariawan sekaligus menjaga daya tahan tubuh.

Sariawan sering dikaitkan dengan kekurangan vitamin C. Karena itu, mengonsumsi makanan kaya vitamin C, termasuk kembang turi, dinilai dapat membantu meredakan peradangan di area mulut.

2. Berpotensi Mengurangi Jerawat

Kandungan flavonoid, tanin, dan saponin dalam kembang turi memiliki sifat antibakteri yang dapat membantu melawan bakteri penyebab jerawat.

Baca juga: Kacang Kapri, Superfood Kaya Serat yang Bantu Cegah Diabetes dan Jaga Kesehatan Jantung

Ekstrak atau minyak dari kembang turi bahkan disebut dapat digunakan pada area kulit berjerawat untuk membantu mengurangi peradangan.

3. Membantu Mencegah Diare

Kembang turi juga memiliki kandungan tanin yang bersifat antioksidan. Senyawa ini dipercaya mampu menghambat penyerapan zat beracun pemicu diare.

Selain itu, sifat antibakteri dari tanaman ini juga dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab gangguan pencernaan.

4. Meredakan Demam Secara Alami

Baca juga: Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat

Fitosterol yang terdapat pada kembang turi diketahui memiliki sifat antipiretik dan antiradang. Kandungan tersebut dipercaya membantu menurunkan suhu tubuh saat demam.

Tidak hanya itu, fitosterol juga memiliki efek analgesik yang dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman saat tubuh sedang tidak fit.

5. Mempercepat Penyembuhan Luka

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ekstrak kembang turi berpotensi membantu mempercepat proses penyembuhan luka.

Meski begitu, manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanannya pada manusia.

Baca juga: Manfaat Nanas untuk Kolesterol Tinggi: Bantu Turunkan Lemak Darah hingga Jaga Kesehatan Jantung

6. Membantu Mengontrol Gula Darah

Kandungan tanin, saponin, dan asam klorogenat pada kembang turi dipercaya dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Karena itu, bunga ini disebut berpotensi membantu mengurangi risiko diabetes apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.

7. Menurunkan Tekanan Darah

Flavonoid pada kembang turi memiliki efek vasodilator yang dapat membantu melebarkan pembuluh darah.

Baca juga: Kasus Diabetes Tipe 2 pada Remaja Meningkat, Wamenkes Soroti Gaya Hidup Anak Zaman Now

Ketika aliran darah menjadi lebih lancar, tekanan darah pun bisa ikut menurun. Manfaat ini membuat kembang turi dinilai baik untuk membantu menjaga kesehatan pembuluh darah.

8. Menjaga Kesehatan Jantung

Kandungan antioksidan seperti flavonoid dan isoflavonoid dalam kembang turi dipercaya dapat membantu melindungi jantung dari kerusakan akibat radikal bebas.

Meski masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, konsumsi makanan kaya antioksidan memang dikenal baik untuk kesehatan jantung.

9. Berpotensi Mengurangi Risiko Kanker

Baca juga: 8 Pola Makan Tidak Sehat yang Sering Dianggap Sepele, Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Obesitas

Antioksidan dalam kembang turi juga disebut memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan sel kanker.

Selain itu, senyawa tanin dan flavonoid diketahui memiliki sifat antiproliferatif yang dapat membantu menghambat perkembangan sel abnormal di dalam tubuh. 

Di Indonesia, kembang turi umumnya diolah menjadi tumisan, pecel, atau lalapan. Meski rasanya sedikit pahit, bunga ini bisa menjadi menu sehat yang kaya nutrisi. Namun, konsumsi kembang turi tetap perlu diperhatikan. Sebagian orang mungkin mengalami alergi atau efek samping tertentu setelah mengonsumsinya. Jika muncul keluhan setelah makan kembang turi, sebaiknya segera hentikan konsumsi dan konsultasikan dengan tenaga medis.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: