ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Kembang turi dikenal sebagai salah satu bunga yang sering dijadikan lalapan maupun tumisan khas Nusantara. Namun di balik rasanya yang sedikit pahit, bunga dari tanaman turi ini ternyata menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.
Kembang turi atau Sesbania grandiflora banyak tumbuh di negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Tanaman ini memiliki bunga berwarna merah dan putih yang sejak lama dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional.
Berkat kandungan antioksidan, vitamin C, flavonoid, tanin, saponin, hingga fitosterol, kembang turi dipercaya mampu membantu menjaga kesehatan tubuh dan mengurangi risiko berbagai penyakit.
Berikut sejumlah manfaat kembang turi yang menarik untuk diketahui:
Kembang turi mengandung vitamin C yang cukup tinggi. Kandungan ini dipercaya dapat membantu mempercepat penyembuhan sariawan sekaligus menjaga daya tahan tubuh.
Sariawan sering dikaitkan dengan kekurangan vitamin C. Karena itu, mengonsumsi makanan kaya vitamin C, termasuk kembang turi, dinilai dapat membantu meredakan peradangan di area mulut.
2. Berpotensi Mengurangi Jerawat
Kandungan flavonoid, tanin, dan saponin dalam kembang turi memiliki sifat antibakteri yang dapat membantu melawan bakteri penyebab jerawat.
Fitosterol yang terdapat pada kembang turi diketahui memiliki sifat antipiretik dan antiradang. Kandungan tersebut dipercaya membantu menurunkan suhu tubuh saat demam.
Tidak hanya itu, fitosterol juga memiliki efek analgesik yang dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman saat tubuh sedang tidak fit.
5. Mempercepat Penyembuhan Luka
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ekstrak kembang turi berpotensi membantu mempercepat proses penyembuhan luka.
Meski begitu, manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanannya pada manusia.
Ketika aliran darah menjadi lebih lancar, tekanan darah pun bisa ikut menurun. Manfaat ini membuat kembang turi dinilai baik untuk membantu menjaga kesehatan pembuluh darah.
8. Menjaga Kesehatan Jantung
Kandungan antioksidan seperti flavonoid dan isoflavonoid dalam kembang turi dipercaya dapat membantu melindungi jantung dari kerusakan akibat radikal bebas.
Meski masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, konsumsi makanan kaya antioksidan memang dikenal baik untuk kesehatan jantung.
Antioksidan dalam kembang turi juga disebut memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan sel kanker.
Selain itu, senyawa tanin dan flavonoid diketahui memiliki sifat antiproliferatif yang dapat membantu menghambat perkembangan sel abnormal di dalam tubuh.
Di Indonesia, kembang turi umumnya diolah menjadi tumisan, pecel, atau lalapan. Meski rasanya sedikit pahit, bunga ini bisa menjadi menu sehat yang kaya nutrisi. Namun, konsumsi kembang turi tetap perlu diperhatikan. Sebagian orang mungkin mengalami alergi atau efek samping tertentu setelah mengonsumsinya. Jika muncul keluhan setelah makan kembang turi, sebaiknya segera hentikan konsumsi dan konsultasikan dengan tenaga medis.