Banner Utama

Sidang Isbat Iduladha 2026 Digelar 17 Mei, Kemenag Pantau Hilal di 88 Titik Se-Indonesia

Nasional
By Ariyani  —  On May 15, 2026
Caption Foto : Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat. (Foto : Dok. Kemenag).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar pemantauan hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah di 88 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pemantauan ini menjadi tahapan penting dalam penentuan Hari Raya Iduladha 2026 melalui sidang isbat yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, (17/5/2026).

Sidang isbat awal Zulhijah 1447 H akan dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta. Agenda tersebut sekaligus menjadi dasar resmi pemerintah dalam menetapkan awal bulan Zulhijah dan jadwal Iduladha bagi umat Islam di Tanah Air.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat menjelaskan, sidang isbat akan melibatkan banyak pihak dari berbagai unsur, mulai dari lembaga pemerintah hingga organisasi keagamaan. Peserta sidang terdiri dari perwakilan duta besar negara sahabat, Komisi VIII DPR RI, BMKG, Badan Informasi Geospasial (BIG), BRIN, Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi masyarakat Islam, akademisi, pakar falak, Tim Hisab Rukyat Kemenag, hingga pimpinan pondok pesantren.

Menurut Arsad, forum sidang isbat menjadi wadah penting untuk menggabungkan metode hisab dan rukyatul hilal agar keputusan awal Zulhijah dapat diterima seluruh umat Islam di Indonesia.

“Sidang isbat menjadi forum bersama untuk memadukan hasil hisab dan rukyatul hilal guna menetapkan awal Dzulhijjah 1447 H secara akurat dan dapat diterima seluruh umat Islam Indonesia,” jelasnya, Jumat (15/5/2026).

Baca juga: Jelang Wajib Halal Oktober 2026, Kemenag Gencarkan Gerakan Halal Lifestyle untuk UMKM dan Masyarakat

Pemantauan Hilal

Berdasarkan data hisab, ijtimak atau konjungsi menjelang awal Zulhijah diperkirakan terjadi pada Minggu, (17/5/2026), sekitar pukul 03.00 WIB. Pada waktu pemantauan hilal dilakukan, posisi bulan diprediksi sudah berada di atas ufuk di seluruh wilayah Indonesia.

Ketinggian hilal diperkirakan berada pada rentang 3 derajat hingga hampir 7 derajat, dengan elongasi antara 8 derajat hingga lebih dari 10 derajat. Kondisi tersebut dinilai cukup mendukung proses rukyatul hilal di sejumlah wilayah pengamatan.

Untuk memastikan hasil observasi lebih akurat, Kementerian Agama bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kemenag, Kemenag kabupaten/kota, Pengadilan Agama, ormas Islam, dan berbagai instansi terkait dalam pelaksanaan pemantauan hilal.

Lokasi rukyat tersebar mulai dari Aceh hingga Papua Barat dengan titik pengamatan di observatorium, kawasan pantai, rooftop gedung, menara pemantauan, hingga masjid-masjid strategis.

Baca juga: Melalui Aplikasi Reviu MBG, Penerima Manfaat Kini Bisa Nilai Kualitas Makanan Secara Langsung

Arsad menegaskan, semakin banyak titik pemantauan akan membantu pemerintah memperoleh data rukyat yang lebih valid sebelum keputusan resmi awal Zulhijah diumumkan kepada masyarakat.

“Pemantauan hilal dilakukan secara luas di berbagai wilayah Indonesia agar hasil rukyat yang diperoleh semakin akurat dan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam sidang isbat,” terangnya.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: