ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – PSSI kembali membuka kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk mendalami industri sepak bola modern melalui Garuda Academy Scholarship Program Year II. Program beasiswa penuh hasil kolaborasi PSSI bersama AFC, FIFA, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga RI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) itu resmi membuka pendaftaran pada 8–17 Mei 2026.
Program Garuda Academy tahun kedua ini dirancang sebagai wadah pengembangan sumber daya manusia sepak bola Indonesia melalui sistem pembelajaran terstruktur yang menggabungkan teori, praktik industri, hingga pengalaman profesional di lingkungan sepak bola modern.
Berbeda dari program pengembangan sepak bola pada umumnya, Garuda Academy tidak hanya membahas aspek pertandingan di lapangan. Peserta juga akan mempelajari bagaimana sepak bola dikelola sebagai industri besar yang melibatkan bisnis, media, branding, operasional pertandingan, hingga tata kelola organisasi profesional.
Pada pelaksanaan tahun ini, Garuda Academy menghadirkan empat tahapan pembelajaran atau core yang dirancang secara berjenjang. Tahap pertama, CORE 1.0, akan berlangsung pada 20–25 Juni 2026 dan diikuti oleh 105 peserta terpilih. Dalam fase awal ini, peserta akan mendapatkan pemahaman mendasar mengenai industri sepak bola modern melalui materi seperti The World of Football, Safeguarding in Football, Commercialization in Football, Event Management, hingga Brand Development.
Peserta akan diajak memahami bagaimana sepak bola berkembang sebagai industri global, termasuk aspek keamanan dan perlindungan dalam sepak bola, strategi komersialisasi, pengelolaan event profesional, hingga pengembangan merek sebuah klub atau organisasi olahraga. Seluruh materi akan dibawakan langsung oleh panelis dan praktisi sepak bola dari level nasional maupun internasional, termasuk perwakilan AFC dan FIFA.
Baca juga: Dua Sekolah Muhammadiyah Masuk SMA Unggul Garuda 2026, Bukti Mutu Pendidikan Kian Diakui Nasional
Seleksi berikutnya akan menyaring 84 peserta terbaik untuk mengikuti CORE 2.0. Pada tahap ini, fokus pembelajaran mulai diarahkan pada aktivitas operasional organisasi sepak bola sehari-hari.
Materi yang dipelajari meliputi Broadcast Operation, Media Operation, Digital Promotion, Sponsorship Activation, hingga Crowd Management. Peserta akan mempelajari proses produksi siaran pertandingan, strategi komunikasi media klub dan federasi, promosi digital, pengelolaan sponsor, serta manajemen penonton dalam sebuah pertandingan sepak bola profesional.
Belajar Strategi Bisnis hingga Tata Kelola Klub Profesional
Memasuki CORE 3.0, sebanyak 30 peserta terbaik akan mulai mempelajari sisi strategis industri sepak bola modern. Fokus materi pada tahap ini mencakup Income Generation, Content Creation, dan Professional Club Licensing.
Peserta akan dibekali pengetahuan tentang cara klub sepak bola menghasilkan pendapatan, membangun strategi konten digital yang relevan, hingga memahami standar lisensi klub profesional yang diterapkan dalam industri sepak bola modern.
Baca juga: FTIK UIN Saizu Kirim 300 Mahasiswa ke Banjarnegara, Bantu Atasi Kekurangan Guru di Sekolah
Sementara itu, hanya 10 peserta terbaik yang akan melaju ke CORE 4.0 sebagai tahap akhir pembelajaran. Pada fase ini, peserta akan mendalami Strategic Management, Football Governance, dan Financial Management.
Melalui tahap akhir tersebut, peserta diharapkan memahami proses pengambilan keputusan strategis, tata kelola organisasi sepak bola yang profesional, serta pengelolaan finansial jangka panjang untuk mendukung keberlanjutan industri sepak bola.
Salah satu alumni Garuda Academy Year I, Helmi Akhmad Darmawan, mengaku program tersebut memberikan dampak besar terhadap pemahamannya mengenai industri sepak bola profesional.
“Garuda Academy membantu mengakselerasi pengetahuan saya tentang dunia sepak bola. Mulai dari Core 1.0, Core 2.0, hingga Core 3.0, saya belajar banyak hal seperti broadcast, sponsorship, game rating, hingga revenue commercialization,” kata Helmi.
Ia menilai program tersebut membuka perspektif baru tentang sepak bola modern dan sangat membantu pekerjaannya saat ini di iLeague.
Baca juga: Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Targetkan Siap Digunakan Juli 2026
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.