Banner Utama

Kementan Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Iduladha 1447 H, Waspadai PMK hingga Anthrax

Nasional
By Ariyani  —  On May 11, 2026
Caption Foto : Vaksin sapi di Banyumas. (Foto : Dok.Redaksi Orbit-News.com).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit hewan menular dan zoonosis yang berpotensi mengancam kesehatan masyarakat. Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban di tengah meningkatnya distribusi ternak antarwilayah.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat sekaligus menjamin keamanan pangan asal hewan yang dikonsumsi masyarakat selama momentum Iduladha.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional tidak hanya bergantung pada jumlah produksi, tetapi juga kualitas dan keamanan produk peternakan yang dihasilkan.

“Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga kualitas dan jaminan keamanan produk pangan yang dihasilkan. SDM pertanian dan peternakan harus profesional, kompeten, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal,” kata Mentan Amran.

Menurutnya, lonjakan lalu lintas ternak menjelang Iduladha menjadi perhatian serius karena berpotensi menjadi jalur penyebaran berbagai penyakit hewan menular strategis. Karena itu, pengawasan kesehatan ternak di pintu distribusi hingga lokasi penjualan diperketat.

Baca juga: Jelang Wajib Halal Oktober 2026, Kemenag Gencarkan Gerakan Halal Lifestyle untuk UMKM dan Masyarakat

Waspadai PMK, LSD hingga Anthrax

Kementan mengingatkan masyarakat agar mewaspadai sejumlah penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Penyakit tersebut di antaranya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Anthrax, Brucellosis, Lumpy Skin Disease (LSD), Jembrana, hingga infeksi cacing hati.

Penularan penyakit dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan sakit, darah, organ terinfeksi, maupun daging yang tidak ditangani secara higienis.

Selain berdampak pada kesehatan masyarakat, wabah penyakit hewan juga dapat memicu kerugian ekonomi besar, mulai dari menurunnya produktivitas ternak, terganggunya distribusi hewan kurban, hingga menurunnya kepercayaan konsumen terhadap produk peternakan. 

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan penguatan kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam mencegah penyebaran penyakit hewan di lapangan. Menurutnya, petugas kesehatan hewan, penyuluh, hingga pelaku peternakan harus memiliki kemampuan yang memadai untuk melakukan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat.

Baca juga: Melalui Aplikasi Reviu MBG, Penerima Manfaat Kini Bisa Nilai Kualitas Makanan Secara Langsung

“Penguatan SDM menjadi fondasi utama pembangunan pertanian. Melalui sertifikasi, pelatihan, dan resertifikasi kompetensi, kita memastikan tenaga profesional di lapangan memiliki kemampuan yang terukur, adaptif, dan mampu memberikan edukasi serta pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya mitigasi zoonosis, Kementan melalui Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu juga menggencarkan pelatihan nasional terkait kesehatan hewan dan penanganan daging kurban yang aman.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: