Banner Utama

Komitmen Bupati Sadewo Majukan Pendidikan, Banyumas Segera Miliki Sekolah Nasional Terintegrasi Senilai Rp250 Miliar

Berita Advertorial
Caption Foto : Focus Group Discussion (FGD) tentang rencana pembangunan Sekolah Nasional Teringrasi di Kaliori, Kabupaten Banyumas, Jumat (8/5/2026). (Foto : Hermiana E. Effendi).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Komitmen Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan terus diperkuat. Di bawah kepemimpinan Bupati Sadewo Tri Lastiono, Kabupaten Banyumas segera memiliki Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang pembangunannya didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dengan total anggaran Rp 250 miliar.

Sekolah berskala nasional tersebut rencananya akan dibangun di kawasan Kendalisada, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Banyumas, di atas lahan seluas 20 hektar. Kehadiran SNT diharapkan menjadi tonggak baru pemerataan pendidikan di Banyumas, sekaligus memperluas akses pendidikan berkualitas hingga ke wilayah pinggiran.

SNT nantinya akan menampung 36 ruang kelas yang terdiri dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan modern, sekolah ini juga akan dilengkapi sarana penunjang seperti kolam renang dan lapangan sepak bola guna mendukung pengembangan akademik maupun non-akademik siswa.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banyumas, Ir. Junaidi MT mengatakan, pembangunan SNT sepenuhnya dibiayai oleh Kemendikdasmen, sementara Pemerintah Kabupaten Banyumas berperan menyediakan lahan pembangunan.

“SNT ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga desil 3, 4 dan 5. Berbeda dengan Sekolah Rakyat yang menyasar keluarga desil 1 sampai 3. Ini merupakan bentuk nyata komitmen Pak Bupati dalam mendukung program strategis nasional di bidang pendidikan,” jelas Junaidi saat berbincang bersama Orbit-News.com, Jumat (8/5/2026).

Baca juga: Polresta Banyumas Gagalkan Peredaran Setengah Kilogram Ganja, Pengedar Asal Wangon Dibekuk

Caption : Caption Foto : Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono mendampingi langsung Kemendikdasmen saat meninjau lahan untuk Sekolah Nasional Teringrasi. (Foto : Dok.Setda Banyumas).

Lokasi Strategis, Pemerataan Pendidikan Jadi Prioritas

Pemilihan lokasi pembangunan SNT di Kecamatan Kaliori bukan tanpa alasan. Selain karena wilayah tersebut belum memiliki SMA negeri, keberadaan sekolah ini juga diharapkan mampu mendorong pemerataan pendidikan agar tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.

Dalam proses penentuan lokasi, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bahkan turun langsung mendampingi tim Kemendikdasmen untuk melakukan peninjauan lapangan. Peninjauan tersebut meliputi berbagai aspek penting, mulai dari kesiapan lahan, kondisi jalan menuju lokasi, lingkungan sekitar, hingga kemudahan akses transportasi bagi masyarakat.

Baca juga: Dua Sekolah Muhammadiyah Masuk SMA Unggul Garuda 2026, Bukti Mutu Pendidikan Kian Diakui Nasional

“Setelah peninjauan kemarin, hari ini kami tindak lanjuti dengan Focus Group Discussion (FGD) yang dipimpin langsung oleh saya. Hasilnya, mulai dari camat, kepala desa hingga OPD terkait menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan SNT di wilayah Kaliori,” terang Junaidi.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam menghadirkan layanan pendidikan yang merata dan mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat.

Hal senada juga disampaikan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono. Ia menegaskan bahwa akses pendidikan berkualitas harus bisa dinikmati seluruh masyarakat, termasuk yang tinggal di wilayah pinggiran.

“Jangan hanya terpusat di kota saja. Masyarakat di pinggiran juga berhak mendapatkan akses pendidikan yang mudah dan berkualitas,” tegasnya.

Baca juga: Rumah di Kemranjen Banyumas Ludes Dibakar, Pelaku Diduga Anak Kandung yang Alami Gangguan Jiwa

Caption : Caption Foto : Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banyumas, Ir. Junaidi MT. (Foto : Hermiana E. Effendi).

Tekan Angka Kemiskinan dan Anak Tidak Sekolah

Kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi juga diharapkan menjadi solusi strategis untuk meningkatkan angka harapan lama sekolah di Banyumas serta menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Saat ini, angka harapan sekolah di Kabupaten Banyumas masih berada di kisaran 8 tahun atau rata-rata hanya sampai kelas 2 SMP. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemkab Banyumas.

“Dengan pemerataan akses pendidikan, kita berharap angka kemiskinan dapat ditekan, harapan lama sekolah meningkat, sekaligus mengurangi ATS,” kata Junaidi.

Ia menjelaskan, penyebab ATS cukup beragam, mulai dari faktor ekonomi, putus sekolah di tengah jalan, hingga siswa yang hanya tamat SD dan tidak melanjutkan pendidikan.

Baca juga: Polresta Banyumas Persempit Ruang Balap Liar, Pelanggar Ditindak Tegas

Junaidi juga menegaskan bahwa konsep SNT berbeda dengan Sekolah Rakyat yang saat ini sedang dibangun di Karangcegak, Kecamatan Sumbang. Sekolah Rakyat menggunakan sistem boarding school dengan seluruh kebutuhan siswa ditanggung pemerintah, sedangkan di SNT bantuan diberikan dalam bentuk pembebasan biaya SPP.

“Kalau Sekolah Rakyat semuanya ditanggung, mulai dari pendidikan hingga perlengkapan sekolah. Sedangkan di SNT fokus pada pendidikan gratis tanpa SPP,” jelasnya. 

Pembangunan SNT di Banyumas yang menelan anggaran hingga Rp250 miliar ini, seluruhnya berasal dari Kemendikdasmen. Tidak hanya pembangunan fisik, tenaga pendidik dan pengelolaan sekolah nantinya juga menjadi tanggung jawab Kemendikdasmen.

Sementara itu, komitmen Pemerintah Kabupaten Banyumas diwujudkan melalui penyediaan lahan seluas 20 hektar demi mendukung keberlangsungan proyek strategis nasional tersebut.

“Ini investasi besar untuk masa depan pendidikan Banyumas. Dengan fasilitas lengkap dan dukungan pemerintah pusat, kami berharap SNT mampu melahirkan generasi unggul yang siap bersaing,” ungkap Junaidi.

Baca juga: FTIK UIN Saizu Kirim 300 Mahasiswa ke Banjarnegara, Bantu Atasi Kekurangan Guru di Sekolah

Keberadaan Sekolah Nasional Terintegrasi dan Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Banyumas terus bergerak membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat. Langkah ini sekaligus mempertegas visi Banyumas dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, berdaya saing, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah di masa depan.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: