Banner Utama

DKUKMP Banyumas Dorong Pratistha Harsa Jadi Destinasi Pasar Kuliner Pagi di Purwokerto, Ini Potensi dan Peluangnya

Berita Advertorial
Caption Foto : Pasar kuliner Pratistha Harsa sudah dicanangkan menjadi pasar kuliner pagi, namun para pedagang masih banyak yang buka sore hari. (Foto : Hermiana E. Effendi).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Kawasan kuliner Pratistha Harsa di pusat Kota Purwokerto kini tengah didorong menjadi destinasi pasar kuliner pagi yang menarik dan nyaman bagi masyarakat. Program yang digagas Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Banyumas sejak Januari 2026 ini menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali denyut ekonomi kawasan kuliner yang sempat meredup akibat menjamurnya tempat makan baru.

Dengan lokasi yang sangat strategis, berada dekat pusat pemerintahan dan perkantoran, Pratistha Harsa sebenarnya menyimpan potensi besar sebagai pusat sarapan favorit warga. Suasana yang nyaman, area luas, serta ragam kuliner yang beragam menjadi daya tarik utama yang siap bersaing dengan pusat kuliner lainnya di Purwokerto.

Kepala DKUKMP Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi SE, menegaskan bahwa konsep pasar kuliner pagi ini diharapkan mampu menghadirkan kebiasaan baru bagi masyarakat, khususnya untuk menikmati sarapan di Pratistha Harsa.

Baca juga: Polresta Banyumas Gagalkan Peredaran Setengah Kilogram Ganja, Pengedar Asal Wangon Dibekuk

“Sudah launching tanggal 23 Januari lalu, harapannya banyak orang sarapan di tempat tersebut, karena lokasinya yang strategis di pusat kota, dekat dengan pusat pemerintahan dan perkantoran lainnya. Namun, untuk mengubah kebiasaan para pedagang memang butuh waktu,” jelasnya, Rabu (6/5/2026).

Menurut Gatot, peluang ekonomi di pagi hari sangat besar jika dimanfaatkan secara konsisten. Selain menyasar pegawai kantoran, Pratistha Harsa juga berpotensi menarik pengunjung dari kalangan masyarakat yang berolahraga pagi, hingga keluarga yang mencari menu sarapan praktis dan lezat.

“Banyak peluang di pagi hari, mulai dari orang jogging yang mampir untuk sarapan dan ngopi, hingga ibu-ibu yang mencari lauk. Tempatnya sudah nyaman, tinggal bagaimana ritme ini bisa dibangun bersama,” jelasnya.

Caption : Caption Foto : Salah satu pedagang di Pratistha Harsa, Rista. (Foto : Hermiana E. Effendi).

Baca juga: Rumah di Kemranjen Banyumas Ludes Dibakar, Pelaku Diduga Anak Kandung yang Alami Gangguan Jiwa

Tetap Jadi Andalan Kuliner Sore dan Malam

Meski demikian, perubahan pola jualan tidak bisa terjadi secara instan. Sebagian besar pedagang masih mempertahankan jam operasional lama, yakni mulai sore hingga malam hari, yang selama ini menjadi waktu paling ramai.

Salah satu pedagang, Rista, mengaku sempat mencoba berjualan sejak pagi saat program ini mulai diluncurkan. Namun, kondisi tersebut hanya bertahan sekitar dua minggu.

“Waktu itu saya mulai jualan jam 07.00 WIB, tapi pembeli pagi belum banyak. Akhirnya kembali lagi buka siang atau sore,” tuturnya.

Rista yang menjual aneka menu seperti nasi rawon, nasi kebuli, dan ayam olahan, mengungkapkan bahwa faktor tenaga dan biaya operasional menjadi pertimbangan utama.

Baca juga: Polresta Banyumas Persempit Ruang Balap Liar, Pelanggar Ditindak Tegas

“Kalau harus buka dari pagi sampai malam, capek sekali. Pelanggan saya juga kebanyakan datang sore dan malam. Untuk bayar karyawan juga berat kalau belum ramai,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Rumiyati, pedagang siomay dan gorengan yang memilih mulai berjualan pukul 15.00 WIB.

“Dari dulu Pratistha Harsa dikenal sebagai pusat kuliner malam, jadi walaupun buka pagi masih sepi. Memang ada yang buka pagi, tapi belum banyak,” ujarnya.

Caption : Caption Foto : Kepala DKUKMP Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi SE. (Foto : Hermiana E. Effendi).

Baca juga: Harga Emas Hari Ini 29 Mei 2026 Naik, Cek Harga Antam, UBS, Galeri24 dan Perhiasan Emas per Gram

Fasilitas Nyaman, Potensi Besar

Di balik tantangan tersebut, para pedagang sepakat bahwa Pratistha Harsa memiliki keunggulan dari sisi kenyamanan. Setelah dilakukan penataan ulang, kawasan ini menawarkan area makan yang lebih luas dan ramah keluarga. Area tengah yang lapang memungkinkan pengunjung, termasuk keluarga dengan anak-anak, menikmati kuliner dengan lebih leluasa. Ini menjadi nilai tambah yang tidak selalu dimiliki oleh pusat kuliner lain.

Namun, faktor promosi dinilai masih perlu ditingkatkan. Rista mengaku masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan dan potensi Pratistha Harsa.

“Mungkin kurang promosi. Saya pernah ngobrol dengan penjual di tempat lain, mereka bahkan tidak tahu Pratistha Harsa itu di mana,” ungkapnya.  

Menanggapi berbagai masukan tersebut, DKUKMP Banyumas menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan para pelaku usaha untuk menghidupkan kembali kawasan ini.

Baca juga: FTIK UIN Saizu Kirim 300 Mahasiswa ke Banjarnegara, Bantu Atasi Kekurangan Guru di Sekolah

“Kita siap mempromosikan ke kalangan ASN agar meramaikan pasar kuliner pagi Pratistha Harsa. Tapi pedagang juga harus berkomitmen untuk buka pagi. Ini proses yang harus dijalani bersama,” tegas Gatot.  

Dengan sinergi yang kuat, Pratistha Harsa diyakini mampu bertransformasi menjadi ikon baru kuliner pagi di Purwokerto, tempat di mana masyarakat bisa memulai hari dengan suasana nyaman, pilihan menu beragam, dan pengalaman kuliner yang menyenangkan.  

"Mari kita meramaikan pagi, dan menjadikan Pratistha Harsa sebagai destinasi kuliner yang tak hanya hidup di malam hari, tetapi juga bersinar sejak fajar menyapa," ajak Gatot.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: