Caption Foto : Dinpertan Banyumas menggelar pelatihan penyembelihan hewan untuk para takmir masjid. (Foto : Hermiana E. Effendi).
ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Menjelang Hari Raya Iduladha, Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas mengambil langkah strategis untuk memastikan kualitas daging kurban yang aman, higienis, dan sesuai syariat. Melalui program edukasi dan pengawasan terpadu, Dinpertan menggelar pelatihan penyembelihan hewan kurban sekaligus menerjunkan petugas pemantau di berbagai wilayah.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, sekaligus memastikan proses ibadah kurban berjalan sesuai ketentuan agama dan standar kesehatan masyarakat veteriner.
Kabid Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinpertan Banyumas, Kusbiono Jumadi Rahman menjelaskan, pelatihan penyembelihan hewan kurban diikuti oleh para takmir masjid dari empat kecamatan. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman teknis sekaligus kesadaran akan pentingnya aspek kesejahteraan hewan dan keamanan pangan.
Materi yang diberikan mencakup penerapan prinsip kesejahteraan hewan (kesrawan), standar higienitas dan sanitasi lokasi pemotongan, hingga tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam.
“Tujuan pelatihan ini agar proses penyembelihan kurban tidak hanya sah secara agama, tetapi juga memenuhi standar keamanan pangan. Kebersihan harus terjaga sejak sebelum hingga setelah pemotongan, termasuk perlakuan terhadap hewan,” jelas Kusbiono, Selasa (5/5/2026).
Dari UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Dinpertan Banyumas, drh. Sariyati turut memberikan pemaparan terkait prinsip kesejahteraan hewan. Ia menekankan pentingnya lima prinsip utama kesrawan, yakni hewan harus terbebas dari rasa lapar dan haus, ketidaknyamanan, rasa sakit atau penyakit, rasa takut dan stres, serta dapat mengekspresikan perilaku alaminya.
Menurutnya, penerapan prinsip tersebut harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penanganan di kandang, proses pengangkutan, penampungan sementara, hingga saat penyembelihan berlangsung.
“Kesrawan bukan hanya saat pemotongan, tetapi sejak awal penanganan hewan. Ini penting untuk menjaga kualitas daging sekaligus etika dalam berkurban,” ujarnya.
Caption : Caption Foto : Para takmir masjid antusias mengikuti pelatihan penyembelihan hewan kurban yang digelar Dinpertan Banyumas. (Foto : Hermiana E. Effendi).
Selain aspek kesejahteraan hewan, sanitasi tempat pemotongan juga menjadi perhatian utama. Narasumber dari Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, drh. Eka Setyani, menjelaskan bahwa fasilitas pemotongan hewan, baik di RPH maupun di luar RPH, harus memenuhi standar tertentu.
Untuk lokasi pemotongan di luar RPH, wajib tersedia kandang penampungan yang terlindung dari panas dan hujan, serta mampu mencegah masuknya hewan lain. Selain itu, harus disediakan kandang isolasi untuk hewan yang sakit guna mencegah penularan penyakit.
Eka juga mengingatkan pentingnya pengelolaan limbah hasil penyembelihan agar tidak mencemari lingkungan.
“Darah tidak boleh dibuang ke saluran umum seperti selokan, sungai, atau danau. Tempat penyembelihan harus dilengkapi lubang penampungan darah agar tetap higienis dan ramah lingkungan,” paparnya.
Dari sisi keagamaan, Komisi Fatwa MUI Kabupaten Banyumas melalui H. Irchamni turut memberikan pemahaman mengenai tata cara penyembelihan hewan kurban yang sesuai syariat.
Ia menjelaskan bahwa hewan kurban yang ideal adalah yang sehat, gemuk, bertanduk, dan berwarna putih. Selain itu, dianjurkan bagi pekurban untuk memilih hewan sendiri sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah.
“Penyembelihan harus diawali dengan niat dan menyebut asma Allah. Prosesnya dilakukan dengan memotong saluran makanan, saluran pernapasan, serta dua pembuluh darah utama secara cepat. Jika diperlukan, metode stunning diperbolehkan selama tidak mematikan hewan sebelum disembelih,” jelasnya.
Caption : Caption Foto : Kabid Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinpertan Banyumas, Kusbiono Jumadi Rahman. (Foto : Hermiana E. Effendi).
Tak berhenti pada pelatihan, Dinpertan Banyumas juga memastikan pengawasan langsung di lapangan. Petugas pemantau akan diterjunkan di seluruh kecamatan untuk memeriksa kondisi hewan kurban serta memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai standar.
“Satu petugas akan ditugaskan di setiap kecamatan. Mereka akan memantau langsung di masjid maupun lokasi penyembelihan lainnya, termasuk di RPH. Kami pastikan hewan dalam kondisi sehat, tidak cacat, dan proses penyembelihan dilakukan dengan benar serta higienis,” tegas Kusbiono.
Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir risiko penyakit zoonosis, menjaga kualitas daging kurban, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan ibadah kurban di Banyumas.
Melalui pelatihan, edukasi, dan pengawasan yang terintegrasi, Dinpertan Banyumas menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pelaksanaan kurban yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Masyarakat pun diimbau untuk turut berperan aktif dengan memastikan hewan kurban yang dipilih sehat serta mengikuti tata cara penyembelihan yang benar.
I just visited orbit-news.com and wondered if you've ever considered an impactful video to advertise your business? Our videos can generate impressive results on both your website and across social media.
Our videos cost just $195 (USD) for a 30 second video ($239 for 60 seconds) and include a full script, voice-over and video.
I can show you some previous videos we've done if you want me to send some over. Let me know if you're interested in seeing samples of our previous work.
I was just looking at orbit-news.com and wanted to ask: are you looking to scale your Instagram presence right now?
We help brands like yours add 300+ targeted Instagram followers every month using manual outreach and ads. We can grow your existing page or even build a brand-new profile from scratch for you if you'd prefer a fresh start.
If this is something of interest, you can find out more information here:
https://furtherinfo.info/instagram
If you are not interested, either ignore this email or you can use the link further down.