ORBIT-NEWS.COM, BEKASI - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT Kereta Api Indonesia mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur terus bertambah dan kini mencapai 14 orang.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa data terbaru hingga pukul 08.45 WIB menunjukkan 14 korban jiwa telah teridentifikasi. Seluruh jenazah telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim forensik.
Selain korban meninggal, sebanyak 84 orang dilaporkan mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan. Para korban kini dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan dan mendapatkan penanganan medis intensif.
KAI memastikan seluruh korban akan mendapatkan perlindungan penuh. Biaya perawatan korban luka hingga santunan bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh pihak asuransi bersama KAI.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa prioritas utama perusahaan saat ini adalah keselamatan dan pemulihan para korban.
Baca juga: Jelang Wajib Halal Oktober 2026, Kemenag Gencarkan Gerakan Halal Lifestyle untuk UMKM dan Masyarakat
“Fokus kami memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik serta keluarga memperoleh informasi yang jelas dan cepat,” ujarnya.
Sebagai bentuk respons cepat dan transparansi, KAI telah menyiapkan sejumlah langkah darurat. Posko tanggap darurat didirikan di area Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban. Layanan informasi 24 jam juga dibuka melalui Contact Center KAI 121. Selain itu, layanan lost and found disediakan untuk mengamankan barang milik penumpang yang kini dikoordinasikan dengan pihak kepolisian guna proses identifikasi.
Hingga saat ini, proses evakuasi dan investigasi penyebab kecelakaan masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak terkait. KAI menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas insiden ini serta meningkatkan standar keselamatan perjalanan kereta api di Indonesia.
Baca juga: Melalui Aplikasi Reviu MBG, Penerima Manfaat Kini Bisa Nilai Kualitas Makanan Secara Langsung
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.