Banner Utama

Tak Perlu Lemas Saat Puasa, Ini Penyebab dan Cara Efektif Menjaga Energi

Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Feb 27, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Merasa tubuh mudah lelah saat menjalani puasa kerap dialami banyak orang, terutama pada pekan-pekan awal. Meski tergolong wajar sebagai bagian dari proses adaptasi tubuh, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan. Jika dibiarkan, rasa lemas bisa menurunkan produktivitas harian dan dalam beberapa kasus menjadi sinyal gangguan kesehatan, seperti dehidrasi atau kurang istirahat.

Secara fisiologis, tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan pola makan dan penurunan kadar gula darah selama puasa. Adaptasi inilah yang sering memicu rasa tidak bertenaga. Selain itu, perubahan jam tidur, misalnya karena bangun sahur juga dapat menyebabkan kantuk dan kelelahan di siang hari.

Namun, puasa yang dijalankan dengan pola hidup sehat justru dapat memberikan manfaat, mulai dari kualitas tidur yang lebih baik hingga suasana hati yang lebih stabil. Karena itu, penting memahami cara menjaga stamina agar aktivitas tetap optimal. 

Tubuh lemas saat puasa kadang berkaitan dengan kurangnya cairan. Kondisi ini biasanya disertai gejala lain, seperti:

Jika gejala tersebut muncul, peningkatan asupan cairan saat berbuka dan sahur menjadi langkah penting.

Baca juga: Berat Badan Naik Saat Puasa? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Strategi Agar Tubuh Tetap Bertenaga

1. Atur pola tidur yang konsisten
Istirahat cukup menjadi fondasi utama menjaga energi selama puasa. Usahakan tidak begadang dan penuhi waktu tidur malam minimal sekitar 4 jam berkualitas. Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman dengan pencahayaan redup dan suhu ruangan sejuk.

Bila masih mengantuk, tidur sejenak setelah sahur diperbolehkan dengan jeda yang cukup setelah makan. Tidur siang singkat (power nap) sekitar 15–20 menit juga dapat membantu memulihkan energi.

2. Pilih makanan bergizi seimbang
Menu sahur dan berbuka sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Kombinasi nutrisi ini membantu menjaga kadar energi lebih stabil sepanjang hari.

Beberapa pilihan makanan yang dianjurkan antara lain:

Baca juga: Puasa Aman untuk Penderita Diabetes, Ini 9 Aturan yang Harus Diketahui

Jenis makanan tersebut dicerna lebih lambat sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Hindari makan berlebihan karena justru dapat memicu kantuk, kembung, dan kenaikan berat badan.

3. Penuhi kebutuhan cairan dengan pola teratur
Kecukupan cairan sangat menentukan kebugaran saat puasa. Kebutuhan harian umumnya sekitar 2–3 liter atau setara 8 gelas air.

Pola minum 2–4–2 bisa diterapkan:

Batasi minuman berkafein seperti kopi, teh pekat, dan soda karena bersifat diuretik yang dapat mempercepat kehilangan cairan. Alternatif yang lebih sehat adalah air putih atau jus buah tanpa gula tambahan.

4. Tetap aktif dengan olahraga ringan
Aktivitas fisik tetap penting selama puasa untuk menjaga kebugaran otot dan metabolisme. Pilih olahraga berintensitas rendah seperti:

Durasi ideal sekitar 30 menit per sesi, dilakukan 3–5 kali per minggu, terutama menjelang berbuka atau setelah makan malam.

5. Konsultasikan kebutuhan suplemen
Pada kondisi tertentu, suplemen dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi. Konsultasi dengan tenaga medis dianjurkan sebelum mengonsumsinya.

Beberapa nutrisi yang sering direkomendasikan antara lain vitamin D, vitamin B12, zat besi, kalsium, serta kombinasi vitamin C dan zinc untuk mendukung daya tahan tubuh.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: