ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyumas terus mendorong optimalisasi pengelolaan zakat melalui penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Langkah ini dilakukan untuk menyelaraskan program zakat, infak, sedekah (ZIS), dan dana sosial keagamaan lainnya dengan upaya pengentasan kemiskinan di daerah.
Ketua BAZNAS Kabupaten Banyumas, Hj. Khasanatul Mufidah, menegaskan bahwa zakat memiliki posisi strategis, tidak hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai instrumen sosial-ekonomi yang mampu membantu masyarakat miskin dan kelompok rentan. Hal tersebut disampaikannya saat talkshow di Mitra FM, Jumat (27/2/2026), dengan tema Gerakan Cinta Zakat: ZIS untuk Kesejahteraan Umat.
“Zakat memiliki kedudukan yang sama pentingnya dengan ibadah lainnya karena merupakan rukun Islam ketiga. Selain bernilai ibadah personal, zakat juga berdampak besar secara sosial dalam membantu fakir miskin dan kelompok rentan,” kata Khasanatul.
Menurutnya, sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, BAZNAS terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar penyaluran dana umat lebih tepat sasaran dan berdampak nyata.
Momentum Ramadan
Sementara itu, Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Banyumas, Mita Prawita, menyebut Ramadan menjadi momentum terbaik untuk meningkatkan kepedulian sosial masyarakat. Pada Ramadan tahun ini, BAZNAS Banyumas menyiapkan sembilan program khusus yang mengedepankan nilai ibadah sekaligus pemberdayaan.
“Di antaranya santunan yatim piatu, bantuan untuk marbot masjid, santunan lansia dan dhuafa, serta program mudik gratis bagi warga Banyumas yang merantau,” kata Mita.
Ia menjelaskan, program mudik gratis dilaksanakan melalui kolaborasi dengan PMD, dengan titik penjemputan di TMII Jakarta agar dapat dimanfaatkan para perantau asal Banyumas di ibu kota.
Di bidang pemberdayaan ekonomi, BAZNAS Banyumas membuka akses bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM kecil. Pengajuan dilakukan dengan prosedur sederhana, dengan syarat usaha telah berjalan dan pemohon tergolong kurang mampu, yang kemudian diverifikasi melalui survei lapangan.
Program ini telah menunjukkan hasil positif, salah satunya melalui pengembangan UMKM berbasis Z-Corner yang mampu meningkatkan omzet pelaku usaha dari ratusan ribu rupiah menjadi puluhan juta rupiah per bulan.
Baca juga: Ambal Costume Carnival 2026 Meriahkan Ramadan, Ambalresmi Perkuat Identitas Desa Wisata
Selain ekonomi, BAZNAS Banyumas juga memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Saat ini, lembaga tersebut tengah menyiapkan pembangunan Rumah Sehat BAZNAS yang akan berfungsi seperti klinik dengan konsep layanan tanpa pembayaran.
Khasanatul menjelaskan, fasilitas kesehatan tersebut dirancang sebagai layanan nonkasir dan membutuhkan dukungan penyediaan lahan dari pemerintah daerah.
“Rumah sehat ini kami rencanakan benar-benar gratis untuk masyarakat kurang mampu, karena kesehatan adalah persoalan nyawa dan tidak boleh terhambat oleh biaya,” tegasnya.
BAZNAS Banyumas juga telah mengoperasikan rumah singgah bagi pasien rujukan luar daerah, khususnya di Yogyakarta. Program ini tercatat telah membantu ratusan warga Banyumas dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Perkuat Toleransi di Momentum Imlek, Anggota MPR RI H. Wastam Soroti Ancaman Judi Daring
Melalui Gerakan Cinta Zakat, BAZNAS Banyumas mengajak masyarakat, khususnya umat Muslim, untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara terencana, transparan, dan amanah. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat solidaritas sosial sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan umat secara berkelanjutan.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.