Wamenag Dorong Tiga Model MAN Unggulan di Tiap Provinsi, Madrasah Disiapkan Hadapi Tantangan Zaman

Pendidikan
By Ariyani  —  On Jan 04, 2026
Caption Foto : Wakil Menteri Agama, Romo H.R. Muhammad Syafi’i. (Foto : Dok. Kemenag).

ORBIT-NEWS.COM, YOGYAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyiapkan arah baru pengembangan madrasah aliyah agar lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman, dunia kerja, dan perkembangan ilmu pengetahuan. Wakil Menteri Agama Romo H.R. Muhammad Syafi’i mengungkapkan gagasan besar untuk menghadirkan tiga model Madrasah Aliyah Negeri (MAN) unggulan di setiap provinsi di Indonesia.

Tiga tipologi tersebut meliputi MAN Insan Cendekia (IC), MAN Program Keagamaan (PK), serta MAN Kejuruan atau Vokasi. Menurut Romo Syafi’i, diferensiasi ini penting agar madrasah tidak berjalan dengan pola seragam, melainkan memiliki kekhasan dan keunggulan sesuai kebutuhan peserta didik dan tantangan masa depan.

Baca juga: Mahasiswa PGSD UMP Tembus Program Internasional SEA Teacher

Gagasan itu disampaikan Wamenag saat melakukan kunjungan kerja ke MAN 2 Yogyakarta, Sabtu (3/1/2026). Ia menilai, spesialisasi madrasah merupakan keniscayaan di tengah perubahan sosial, teknologi, dan ekonomi yang berlangsung sangat cepat.

Dalam skema tersebut, MAN Insan Cendekia akan diarahkan menjadi pusat pengembangan sains, riset, dan teknologi dengan penekanan pada bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Madrasah jenis ini diharapkan mampu melahirkan generasi peneliti dan inovator yang berdaya saing global, namun tetap berakar pada nilai-nilai keislaman.

Baca juga: UIN Saizu–Kedubes Thailand Rancang Pembinaan Mahasiswa hingga Jaringan Karier Global

Sementara itu, MAN Program Keagamaan diproyeksikan sebagai ruang penguatan keilmuan agama secara mendalam dan kontekstual. Madrasah ini akan mencetak kader ulama dan intelektual muslim yang tidak hanya kuat dalam khazanah keilmuan klasik, tetapi juga mampu membaca realitas sosial dan menjawab persoalan umat secara relevan.

Perhatian khusus juga diberikan pada pengembangan MAN Kejuruan atau Vokasi. Menurut Romo Syafi’i, madrasah vokasi menjadi jawaban atas kebutuhan tenaga terampil yang siap memasuki dunia kerja, tanpa mengesampingkan pembentukan karakter dan fondasi keagamaan yang kuat.

Baca juga: Internasionalisasi UIN Saizu Menguat, 16 Mahasiswa Asing Kuliah di Purbalingga

“Kita ingin lulusan madrasah tidak hanya unggul dalam pemahaman agama, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri dan pasar kerja,” tegasnya.

Untuk mendukung visi tersebut, Kementerian Agama berencana membentuk Direktorat Vokasi sebagai unit kerja baru. Direktorat ini akan bertugas memetakan kebutuhan madrasah vokasi, mengembangkan kurikulum yang relevan, serta memastikan lulusan madrasah memiliki kompetensi yang selaras dengan perkembangan dunia usaha dan industri.

Baca juga: Unsoed Gandeng Purbasari, Kembangkan Wisata Edukasi Berbasis Riset dan MBKM

“Pembentukan Direktorat Vokasi menjadi langkah konkret agar madrasah tidak tertinggal dan mampu beradaptasi di era disrupsi,” tambah Romo Syafi’i.

Baca juga: Mahasiswa Akuakultur UMP Sabet Juara Nasional Poster Ilmiah Lewat Kolaborasi Internasional

Melalui penerapan tiga tipologi MAN unggulan di setiap provinsi, Kemenag berharap pemerataan mutu pendidikan madrasah dapat terwujud. Skema ini diharapkan membuka peluang yang setara bagi siswa madrasah di seluruh Indonesia untuk berkembang menjadi teknokrat, ulama, maupun profesional unggul yang berkarakter Islami.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Orbit-News.com membuka ruang bagi suara publik melalui rubrik Orbit Vox. Di sini, setiap pembaca dapat menyampaikan aspirasi, kritik, gagasan, maupun laporan terkait berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Kami percaya, partisipasi masyarakat adalah kunci untuk menghadirkan informasi yang lebih jernih, berimbang, dan bermanfaat bagi semua.

Belum ada data Orbit Vox.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: