Sebagian Besar Sekolah Terdampak Bencana di Tiga Provinsi Siap Mulai Pembelajaran Semester Genap

Pendidikan
By Ariyani  —  On Jan 03, 2026
Caption Foto : Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti. (Foto : Dok. Muhammadiyah).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan sebagian besar sekolah yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara telah siap kembali menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. Sebanyak 85 persen lebih, satuan pendidikan dinyatakan siap mengawali semester genap pada Senin, (5/1/2026) mendatang, dengan skema pembelajaran yang aman dan menyesuaikan kondisi lapangan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa proses pembelajaran di wilayah terdampak bencana akan dijalankan secara adaptif dan berorientasi pemulihan, tanpa mengabaikan keselamatan peserta didik, pendidik, maupun tenaga kependidikan.

Baca juga: Mahasiswa PGSD UMP Tembus Program Internasional SEA Teacher

“Dalam kondisi pascabencana, negara hadir untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak belajarnya. Pelaksanaan pembelajaran kami beri keleluasaan agar dapat disesuaikan dengan situasi di masing-masing daerah,” jelasnya.

Berdasarkan data Kemendikdasmen, terdapat 4.149 satuan pendidikan yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Dari jumlah itu, 3.508 sekolah telah kembali beroperasi, 587 sekolah masih dalam tahap pembersihan, sementara 54 sekolah menjalankan pembelajaran di tenda darurat.

Baca juga: UIN Saizu–Kedubes Thailand Rancang Pembinaan Mahasiswa hingga Jaringan Karier Global

Untuk mendukung keberlangsungan pendidikan, pemerintah telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan, mulai dari pembersihan lingkungan sekolah hingga penyediaan sarana pembelajaran darurat. Kemendikdasmen juga mendirikan tenda belajar serta menyalurkan bantuan pendidikan dalam skala besar.

“Secara nasional, kami telah menyalurkan 27.000 paket peralatan sekolah, 147 tenda, 160 ruang kelas darurat, serta 212.000 buku bacaan. Selain itu, tersedia dukungan psikososial senilai Rp700 juta dan dana operasional lebih dari Rp25 miliar,” ujar Mu’ti.

Baca juga: Internasionalisasi UIN Saizu Menguat, 16 Mahasiswa Asing Kuliah di Purbalingga

Dari sisi kebijakan pembelajaran, Kemendikdasmen juga menerapkan Kurikulum Penanggulangan Dampak Bencana yang dirancang bertahap sesuai fase pemulihan. Pada fase tanggap darurat 0–3 bulan, pembelajaran difokuskan pada literasi dan numerasi dasar, dukungan psikososial, serta edukasi mitigasi bencana. Memasuki fase pemulihan dini 3–12 bulan, kurikulum mulai diarahkan pada mata pelajaran relevan dengan penyesuaian jadwal dan asesmen transisi. Sementara pada fase pemulihan lanjutan 1–3 tahun, pendidikan kebencanaan diintegrasikan ke dalam kurikulum reguler dengan penguatan pembelajaran inklusif dan sistem evaluasi berkelanjutan.

Selain untuk siswa, perhatian juga diberikan kepada tenaga pendidik. Kemendikdasmen telah menyalurkan Tunjangan Khusus bagi guru dan tenaga kependidikan terdampak bencana, dengan total anggaran lebih dari Rp32 miliar. Rinciannya, Aceh menerima Rp15,7 miliar, Sumatra Barat Rp5,5 miliar, dan Sumatra Utara Rp11,5 miliar.

Baca juga: Unsoed Gandeng Purbasari, Kembangkan Wisata Edukasi Berbasis Riset dan MBKM

Kemendikdasmen mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk terus memantau kondisi lingkungan sekolah, memperkuat koordinasi dengan dinas pendidikan dan unit pelaksana teknis, serta mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap kegiatan belajar mengajar. Dengan langkah pemulihan yang terstruktur dan dukungan lintas sektor, pemerintah optimistis layanan pendidikan di wilayah terdampak bencana dapat pulih secara bertahap dan menjadi fondasi bagi sistem pendidikan yang lebih tangguh ke depan.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Orbit-News.com membuka ruang bagi suara publik melalui rubrik Orbit Vox. Di sini, setiap pembaca dapat menyampaikan aspirasi, kritik, gagasan, maupun laporan terkait berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Kami percaya, partisipasi masyarakat adalah kunci untuk menghadirkan informasi yang lebih jernih, berimbang, dan bermanfaat bagi semua.

Belum ada data Orbit Vox.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: