ORBIT-NEWS.COM, KEBUMEN – Kinerja keuangan PT BPR BKK Kebumen (Perseroda) sepanjang tahun buku 2025 mencatatkan hasil positif dan melampaui ekspektasi. Bank milik daerah ini berhasil menutup tahun dengan laba bersih Rp13,73 miliar atau terealisasi 101,12 persen dari target Rencana Bisnis Bank (RBB) yang telah ditetapkan.
Baca juga: Kasus Kanker Anak Masih Tinggi, RSUP Sardjito dan Pemkab Cilacap Perkuat Deteksi Dini
Capaian tersebut tidak hanya mencerminkan solidnya kinerja internal perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi keuangan daerah. Total dividen yang disetorkan kepada pemegang saham tercatat sebesar Rp5,89 miliar. Dari jumlah itu, Pemerintah Kabupaten Kebumen sebagai pemegang saham mayoritas memperoleh Rp3,11 miliar, meningkat Rp897 juta dibandingkan setoran tahun sebelumnya. Sementara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima dividen sebesar Rp2,78 miliar.
Direktur Utama PT BPR BKK Kebumen, Sutrisno, menilai pencapaian tersebut tidak lepas dari kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap bank daerah. Kepercayaan itu tercermin dari peningkatan aset perusahaan yang menembus Rp565,95 miliar atau 101,66 persen dari target, serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp490,76 miliar.
“Kinerja 2025 adalah hasil kerja keras seluruh karyawan. Tantangan ke depan tentu lebih besar, sehingga kami menargetkan tahun 2026 dapat mencatatkan kinerja yang lebih baik dan kembali melampaui target pemegang saham,” kata Sutrisno saat kegiatan Doa Bersama, Pembinaan, dan Motivasi Kinerja menyongsong RBB 2026 di kantor BPR BKK Kebumen, Sabtu (10/1/2026).
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi karyawan, manajemen memberikan penghargaan kepada kantor cabang dengan kinerja terbaik, meliputi kategori perolehan laba, outstanding kredit, serta keberhasilan menurunkan kredit bermasalah. Karyawan di cabang berprestasi mendapatkan bonus sebesar 50 persen dari gaji bulanan.
Baca juga: CIMB Niaga Perkuat Literasi Keuangan Pelajar, Luncurkan Program 2026 dan Catat Ribuan Rekening Baru
Dari sisi operasional, ekspansi kredit sepanjang 2025 mencapai Rp365,64 miliar. Meski demikian, perusahaan tetap menjaga kualitas portofolio pembiayaan dengan menekan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) di angka 12,13 persen, turun 0,14 poin dari estimasi awal.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas ketahanan finansial BPR BKK Kebumen. Menurutnya, di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat pada 2026, keberadaan bank daerah memiliki peran strategis dalam menjaga perputaran ekonomi lokal.
Baca juga: Mahasiswa Pecinta Alam Unsoed Turun Gunung, Terlibat dalam Pencarian Pendaki Hilang di Slamet
“BPR BKK Kebumen diharapkan semakin aktif mendukung pelaku usaha kecil, pedagang pasar, petani, hingga UMKM. Saat ruang fiskal pemerintah semakin terbatas, bank daerah menjadi salah satu penopang penting agar ekonomi rakyat tetap bergerak,” tegas Lilis.
Acara tersebut juga dihadiri mantan Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, Sekretaris Daerah Edi Rianto, jajaran asisten sekda, kepala OPD terkait, serta Dewan Komisaris dan Direksi PT BPR BKK Kebumen. Kegiatan ditutup dengan tausiah dan motivasi dari KH Masrukhin SAg MPdI sebagai bekal moral dan spiritual bagi jajaran pegawai dalam menghadapi target kinerja tahun 2026.
Baca juga: Antisipasi Libur Isra Mikraj, KAI Daop 5 Purwokerto Sediakan Lebih dari 41 Ribu Kursi Kereta Api