ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Transformasi digital di lingkungan pesantren kini tidak hanya menjadi realitas sosial, tetapi juga kajian akademik serius. Fenomena ini diangkat oleh Wakil Rektor Universitas Amikom Purwokerto, Rahman Rosyidi, dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor yang digelar di Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Senin (6/1/2026).
Bertempat di Gedung Pascasarjana UIN Saizu, Rahman secara resmi mempertahankan disertasi yang membahas pengaruh pemanfaatan teknologi informasi terhadap proses pembelajaran fikih di pesantren. Sidang terbuka tersebut menandai keberhasilannya meraih gelar Doktor dalam bidang Studi Islam.
Baca juga: Mahasiswa PGSD UMP Tembus Program Internasional SEA Teacher
Dalam disertasinya yang berjudul “Dampak Akuisisi Pengetahuan dan Teknologi Informasi terhadap Pembelajaran Fikih di Pondok Pesantren Al-Hidayah dan Pesantren Mahasiswa An-Najah Kabupaten Banyumas”, Rahman mengulas perubahan pola belajar santri, khususnya generasi muda, di tengah derasnya arus digitalisasi.
Penelitian ini menyoroti kenyataan bahwa santri generasi Z tidak lagi sepenuhnya bergantung pada metode pengajaran tradisional. Di luar kelas formal, mereka aktif mencari dan mempelajari materi fikih secara mandiri melalui berbagai platform media sosial, seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, hingga YouTube.
Baca juga: UIN Saizu–Kedubes Thailand Rancang Pembinaan Mahasiswa hingga Jaringan Karier Global
Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM), penelitian tersebut menemukan bahwa faktor utama yang mendorong pemanfaatan teknologi bukanlah kemudahan penggunaan, melainkan persepsi terhadap manfaatnya. Rahman menjelaskan bahwa santri akan menggunakan teknologi apabila mereka merasakan nilai substansial dan relevansi ilmu yang diperoleh.
“Persepsi kebermanfaatan teknologi terbukti menjadi faktor penentu yang secara signifikan memengaruhi minat dan penggunaan aktual teknologi dalam pembelajaran fikih. Santri termotivasi karena merasa teknologi membantu mereka memahami materi keilmuan secara lebih luas,” jelas Rahman dalam pemaparannya.
Baca juga: Internasionalisasi UIN Saizu Menguat, 16 Mahasiswa Asing Kuliah di Purbalingga
Temuan ini menjadi menarik karena bertolak belakang dengan asumsi umum dalam adopsi teknologi. Faktor kemudahan penggunaan justru tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa di lingkungan pesantren, semangat menuntut ilmu dan nilai keilmuan tetap menjadi prioritas utama, melampaui aspek teknis penggunaan aplikasi.
Ujian terbuka promosi doktor tersebut dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. H. Moh. Roqib, M.Ag., dengan Sekretaris Sidang Dr. Novan Ardy Wiyani, M.Pd.I. Adapun tim penguji terdiri dari sejumlah akademisi dan pakar pendidikan Islam, yakni Promotor Prof. Dr. M. Suyanto, M.M., Co-Promotor Prof. Dr. Subur, M.Ag., serta para penguji Prof. Dr. H. Munjin, M.Pd.I., Prof. Dr. Hj. Tutuk Ningsih, M.Pd., dan Prof. Dr. H. M. Hizbul Muflihin, M.Pd.
Baca juga: Unsoed Gandeng Purbasari, Kembangkan Wisata Edukasi Berbasis Riset dan MBKM
Gelar doktor yang diraih Rahman Rosyidi diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan Technology Acceptance Model (TAM) dalam konteks pendidikan Islam. Lebih dari itu, hasil riset ini dapat menjadi rujukan strategis bagi pesantren dalam menyikapi perkembangan teknologi secara bijak, adaptif, dan tetap berakar pada tradisi keilmuan.
Baca juga: Mahasiswa Akuakultur UMP Sabet Juara Nasional Poster Ilmiah Lewat Kolaborasi Internasional
Sebagai pimpinan akademik di Universitas Amikom Purwokerto yang dikenal berbasis teknologi informasi, pencapaian ini mempertegas peran Rahman Rosyidi dalam menjembatani nilai-nilai keislaman dengan inovasi digital, sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi Islam dan pesantren di tengah dinamika era digital.
Belum ada komentar.
Orbit-News.com membuka ruang bagi suara publik melalui rubrik Orbit Vox. Di sini, setiap pembaca dapat menyampaikan aspirasi, kritik, gagasan, maupun laporan terkait berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Kami percaya, partisipasi masyarakat adalah kunci untuk menghadirkan informasi yang lebih jernih, berimbang, dan bermanfaat bagi semua.