Harga Emas Naik-Turun, Ini Alasan Emas Batangan Lebih Mahal dari Perhiasan

EKBIS
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Jan 13, 2026
Caption Foto ; Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Fluktuasi harga emas yang terjadi hampir setiap hari membuat masyarakat semakin selektif dalam memilih instrumen investasi. Di tengah beragam pilihan yang tersedia di pasaran, perbandingan antara emas batangan dan emas perhiasan kerap menjadi topik yang paling sering dipertanyakan, terutama soal perbedaan harganya yang cukup mencolok.

Meski sama-sama terbuat dari emas, harga emas batangan umumnya lebih tinggi dibandingkan emas perhiasan. Perbedaan ini bukan sekadar persoalan bentuk atau merek, melainkan berkaitan erat dengan standar kualitas, tujuan penggunaan, hingga mekanisme pasar yang berlaku.

Baca juga: CIMB Niaga Perkuat Literasi Keuangan Pelajar, Luncurkan Program 2026 dan Catat Ribuan Rekening Baru

Emas batangan dikenal memiliki tingkat kemurnian sangat tinggi, umumnya mencapai 99,99 persen atau setara 24 karat. Kandungan emas murni inilah yang membuat nilai intrinsiknya lebih besar. Berbeda dengan emas perhiasan yang biasanya dicampur logam lain seperti tembaga atau perak agar lebih kuat dan mudah dibentuk, sehingga kadar emasnya berada di kisaran 70–91 persen.

Selain kemurnian, emas batangan juga dilengkapi sertifikat resmi dari produsen atau lembaga terpercaya, seperti Antam atau Galeri 24. Sertifikat ini memuat informasi detail mengenai berat, kadar, hingga nomor seri emas dan menjadi jaminan keaslian. Faktor ini membuat emas batangan lebih dipercaya pasar dan lebih mudah diperjualbelikan, baik di dalam maupun luar negeri.

Baca juga: Antisipasi Libur Isra Mikraj, KAI Daop 5 Purwokerto Sediakan Lebih dari 41 Ribu Kursi Kereta Api

Dari sisi pasar, harga emas dunia dan nasional pada umumnya mengacu pada emas batangan berkadar tinggi. Artinya, emas batangan menjadi standar utama dalam penentuan harga emas. Sementara itu, harga emas perhiasan tidak hanya dipengaruhi nilai emasnya, tetapi juga desain, tren mode, serta ongkos pembuatan. Akibatnya, nilai perhiasan bisa berfluktuasi dan tidak sepenuhnya mencerminkan harga emas murni.

Proses produksi emas batangan pun tidak sesederhana yang terlihat. Emas harus melalui tahap pemurnian dengan tingkat presisi tinggi, dicetak menggunakan teknologi khusus, serta dikemas dengan standar keamanan tertentu. Seluruh rangkaian ini menambah biaya produksi yang kemudian tercermin pada harga jualnya.

Baca juga: Harga Emas Kembali Cetak Rekor, Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Keunggulan lain emas batangan terletak pada likuiditasnya. Aset ini relatif mudah dicairkan dengan selisih harga beli dan jual yang tipis. Sebaliknya, emas perhiasan kerap mengalami penurunan nilai saat dijual kembali karena potongan ongkos pembuatan dan faktor keausan.

Pada akhirnya, perbedaan harga antara emas batangan dan emas perhiasan juga ditentukan oleh tujuan pembelian. Emas batangan sejak awal dirancang sebagai instrumen investasi jangka panjang yang mengutamakan nilai dan stabilitas. Sementara emas perhiasan lebih menonjolkan fungsi estetika dan pemakaian sehari-hari.

Baca juga: Ini Panduan Mematenkan Bisnismu Secara Resmi!

Bagi masyarakat yang ingin menjadikan emas sebagai alat lindung nilai dan investasi, emas batangan dinilai lebih menguntungkan. Namun, bagi mereka yang mengutamakan keindahan sekaligus nilai simbolis, emas perhiasan tetap memiliki tempat tersendiri.

Baca juga: CIMB Niaga Perkuat Layanan Nasabah Kaya lewat Peluncuran CIMB Private Wealth

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Orbit-News.com membuka ruang bagi suara publik melalui rubrik Orbit Vox. Di sini, setiap pembaca dapat menyampaikan aspirasi, kritik, gagasan, maupun laporan terkait berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Kami percaya, partisipasi masyarakat adalah kunci untuk menghadirkan informasi yang lebih jernih, berimbang, dan bermanfaat bagi semua.

Belum ada data Orbit Vox.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: