ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG — Anggota Komisi VII DPR RI Samuel J.D. Wattimena menilai pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah masih menghadapi hambatan serius, terutama pada aspek koordinasi antarinstansi. Hal itu ia sampaikan usai kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang.
Menurut Samuel, berbagai regulasi sebenarnya sudah tersedia di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Masalahnya bukan pada ketiadaan aturan, tetapi pada koordinasi dan eksekusi yang belum berjalan selaras di berbagai level pemerintahan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, banyak program telah dirancang dalam bentuk blueprint dan perencanaan strategis, tetapi implementasinya kerap tidak berjalan optimal karena kurangnya sinkronisasi lintas sektor dan lintas level pemerintahan. Kondisi ini membuat dukungan terhadap pelaku UMKM belum efektif.
Samuel juga menyoroti pola pembinaan UMKM yang masih bersifat parsial. Selama ini, pelaku usaha kerap menerima pelatihan dan pendampingan, tetapi tidak diikuti dengan penguatan ekosistem bisnis yang berkelanjutan.
“UMKM kita tidak bisa bersaing dengan produk luar yang masuk. Produk mereka sudah diproduksi jutaan unit, sementara kita masih skala kecil. Tanpa keberpihakan nyata, UMKM sulit naik kelas,” ujarnya.
Dukungan Konkret
Ia mendorong kementerian dan lembaga terkait memberikan dukungan lebih konkret, tidak berhenti pada pelatihan semata. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah kebijakan penyerapan produk UMKM secara konsisten agar pelaku usaha memiliki kepastian pasar.
Selain itu, Samuel menekankan pentingnya mengaitkan pengembangan UMKM dengan sektor pariwisata. Integrasi tersebut dinilai dapat membuka pasar alami bagi produk lokal, terutama di destinasi wisata dan desa wisata.
Baca juga: Perkuat Toleransi di Momentum Imlek, Anggota MPR RI H. Wastam Soroti Ancaman Judi Daring
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa promosi pariwisata harus dibarengi kesiapan daerah tujuan. Ia menilai masih banyak desa wisata yang dipromosikan tanpa dukungan data, infrastruktur, dan kualitas layanan yang memadai.
Samuel menegaskan pemerintah daerah perlu memastikan kesiapan menyeluruh sebelum melakukan promosi besar-besaran. Tanpa perencanaan matang, potensi wisata dikhawatirkan tidak maksimal dan berisiko mengecewakan pengunjung.
,"Kerja sama yang terstruktur menjadi kunci agar UMKM di Jawa Tengah tidak hanya tumbuh secara jumlah, tetapi juga semakin kuat dalam daya saing," pungkasnya.