Caption Foto : Anggota MPR RI, H. Wastam SE.SH (tengah) menggelar sosialisasi empat pilar di Desa Kalitapen, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas. (Foto : Dok. Wastam).
ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Suasana Ramadan di Desa Kalitapen, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas, tak hanya diisi dengan ibadah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai kebangsaan di tengah keberagaman. Ratusan warga terlihat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI.
Sekitar 150 warga dari berbagai unsur masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari tokoh agama, pemuda, hingga ibu-ibu PKK. Forum ini menjadi ruang diskusi terbuka untuk membahas isu-isu kebangsaan sekaligus tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.
Anggota MPR RI, H. Wastam SE.SH, dalam pemaparannya menekankan pentingnya menyikapi perbedaan, khususnya terkait penentuan Hari Raya Idul Fitri, dengan sikap dewasa. Ia menilai perbedaan metode penetapan awal Syawal merupakan bagian dari dinamika keilmuan dalam Islam yang tidak perlu dipertentangkan.
“Perbedaan adalah hal yang wajar. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menjaga persaudaraan dan tidak menjadikan perbedaan sebagai pemicu konflik,” kata Wastam di hadapan warga Desa Kalitapen, Rabu (11/3/2026).
Ia menambahkan, nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari agar masyarakat tetap rukun meski memiliki pandangan yang berbeda.
Caption : Caption Foto : Para remaja hingga kaum ibu memadati acara diskusi dan sosialisasi empat pilar yang digelar anggota MPR RI, H Wastam SE. SH. (Foto : Dok, Tim Wastam).
Bahas Permasalahan di Masyarakat
Selain isu keagamaan, diskusi juga menyoroti berbagai persoalan aktual di tingkat masyarakat, seperti maraknya judi daring dan penyebaran informasi hoaks di media sosial. Kedua hal tersebut dinilai berpotensi merusak tatanan sosial jika tidak diantisipasi sejak dini.
Wastam mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbaiki diri, termasuk menjauhi praktik judi online yang merugikan. Ia juga menekankan pentingnya literasi digital dalam keluarga sebagai upaya menangkal informasi yang menyesatkan.
“Peran keluarga sangat penting, terutama dalam menyaring informasi. Jangan sampai hoaks memecah belah masyarakat,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan organisasi kepemudaan setempat menyatakan kesiapan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadhan hingga Idul Fitri. Mereka berkomitmen memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan kondusif bagi seluruh warga.
Kegiatan ini juga diakhiri dengan penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Melalui forum tersebut, warga Kalitapen sepakat untuk terus menjaga kerukunan dan menjadikan Empat Pilar sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat fondasi persatuan menuju Indonesia yang lebih maju di masa mendatang.