Banner Utama

Pejabat Jateng Diminta Jadi Orang Tua Asuh, Solusi Tembus Kendala Visa Beasiswa Korea Selatan

Pendidikan
By Vivin  —  On Apr 15, 2026
Sekda Jateng, Sumarno saat menerima audiensi Universitas Di Chungoheongbuk-do Korea Selatan Terkait Penerima Beasiswa Sister Province di Ruang Rapat Sekda, Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Rabu (15/4/2026). (Foto : Dok. Kominfo Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencari cara tak biasa untuk memastikan puluhan pelajar dari keluarga kurang mampu tetap bisa mengenyam pendidikan di Korea Selatan. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah persyaratan dana jaminan visa yang mencapai Rp200 juta per mahasiswa.

Sekda Jateng, Sumarno, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan skema gotong royong dengan melibatkan para pejabat di lingkungan Pemprov sebagai “orang tua asuh” bagi para penerima beasiswa. Skema ini diharapkan mampu menutup kebutuhan dana jaminan tanpa membebani peserta didik.

“Dana tersebut hanya bersifat deposit sementara di rekening, bukan biaya yang hilang. Kami ingin mengajak rekan-rekan pejabat untuk mendampingi para siswa, satu orang bisa membantu satu anak,” jelasnya, Rabu (15/4/2026).

Program beasiswa kerja sama luar negeri ini memang dirancang bukan sekadar untuk prestasi akademik, melainkan sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan. Para peserta dipersiapkan untuk memiliki keterampilan kerja sehingga setelah lulus dapat meningkatkan taraf ekonomi keluarga mereka.

Selain mengatasi kendala visa, Pemprov Jateng juga berupaya menekan biaya hidup mahasiswa selama di Korea Selatan. Salah satunya dengan meminta pihak kampus tujuan memberikan keringanan biaya asrama agar lebih banyak peserta bisa terakomodasi.

Baca juga: Sekolah Rakyat Gunakan Seleksi Berbasis Data, Mensos Tegaskan Tanpa Titipan dan Intervensi

Proses Seleksi Ketat

Di sisi lain, proses seleksi peserta terus berjalan ketat. Sekretaris Dinas Pendidikan Jateng, Syamsudin Isnaini, menyebutkan bahwa dari total 1.825 pendaftar, kini tersisa 62 kandidat yang akan mengikuti ujian kemampuan bahasa Korea (TOPIK) level 3 pada Mei mendatang di Bandung.

“Hasil ujian ini akan menjadi penentu akhir siapa saja yang benar-benar berangkat ke Korea Selatan,” kata Syamsudin.

Ia menambahkan, sebagian besar kebutuhan program sebenarnya telah ditanggung melalui APBD, termasuk pelatihan, tes, hingga biaya keberangkatan. Namun, dana jaminan visa menjadi kendala terbesar karena jika seluruh peserta lolos, total kebutuhan bisa menembus hampir Rp13 miliar.

Sejauh ini, dukungan juga datang dari lembaga pelatihan kerja yang siap membantu sekitar Rp5,5 miliar. Meski demikian, kekurangan dana masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.

Baca juga: Lima Siswi Mu’allimaat Yogyakarta Tembus Kampus Dunia

Dari pihak mitra pendidikan di Korea Selatan, apresiasi tinggi diberikan atas kesiapan peserta dari Jawa Tengah. Perwakilan Chungbuk Health & Science University, Lee Young Eun, menilai Indonesia sebagai salah satu negara dengan persiapan terbaik dalam program ini.

“Dari berbagai negara yang kami kunjungi, Indonesia, khususnya Jawa Tengah, menunjukkan kesiapan yang sangat baik,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan Direktur Kerja Sama Internasional kampus tersebut, You Young Oh, yang mengaku terkesan dengan kualitas para peserta.

“Setelah wawancara, kami bahkan ingin membawa semua siswa karena mereka sangat potensial,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan lanjutan, pihak universitas juga membuka peluang beasiswa tambahan serta program penempatan kerja bagi mahasiswa asing, termasuk dari Indonesia. Dengan berbagai upaya kolaboratif ini, harapan untuk memberangkatkan puluhan pelajar Jawa Tengah ke Korea Selatan tetap terbuka, sekaligus menjadi langkah nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan dan keterampilan global.

Baca juga: Unsoed Lakukan Verifikasi Ketat SNBP 2026, 3.176 Calon Mahasiswa Jalani Registrasi Fisik Bertahap

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: