Mengenal Sifat Berdasarkan Weton Kelahiran, Tradisi Jawa Yang Masih Diyakini Sebagian Masyarakat

Hiburan
By Vivin  —  On Jul 13, 2026
Caption Foto : Ilustrasi

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Kepercayaan mengenai sifat seseorang berdasarkan weton kelahiran hingga kini masih hidup di tengah masyarakat Jawa. Meski zaman terus berkembang, tidak sedikit orang yang masih mencari tahu karakter, watak, hingga kecocokan seseorang melalui perhitungan weton yang merupakan perpaduan hari kelahiran dan hari pasaran dalam kalender Jawa.

Dalam tradisi Jawa, weton dipercaya dapat memberikan gambaran mengenai kepribadian seseorang. Perhitungan tersebut didasarkan pada nilai atau neptu dari hari kelahiran dan pasaran Jawa, seperti Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Hasil perhitungan kemudian dihubungkan dengan berbagai penafsiran karakter yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Sebagian masyarakat meyakini bahwa seseorang yang lahir pada weton tertentu memiliki sifat-sifat khas. Misalnya, ada weton yang dipercaya mencerminkan pribadi yang bijaksana, pekerja keras, mudah bergaul, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Sebaliknya, ada pula weton yang dihubungkan dengan karakter yang tegas, keras kepala, sensitif, atau cenderung pendiam.

Selain menggambarkan karakter, penafsiran weton juga kerap dikaitkan dengan kecocokan dalam hubungan, pilihan pekerjaan, hingga perjalanan hidup seseorang. Karena itu, sebagian keluarga masih mempertimbangkan weton ketika menentukan pasangan, memilih hari baik untuk pernikahan, atau memulai usaha.

Namun, budayawan mengingatkan bahwa penafsiran sifat berdasarkan weton merupakan bagian dari tradisi dan kearifan lokal masyarakat Jawa. Karakter seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh hari kelahirannya, tetapi juga dibentuk oleh lingkungan keluarga, pendidikan, pengalaman hidup, serta nilai-nilai yang dianut selama proses tumbuh kembang.

Baca juga: Benarkah Setiap Orang Punya Tujuh Wajah Kembaran di Dunia? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Psikolog juga menilai kepribadian manusia merupakan hasil interaksi berbagai faktor biologis, psikologis, dan sosial. Hingga saat ini, belum terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa weton dapat menentukan sifat atau masa depan seseorang secara pasti.

Meski demikian, tradisi membaca watak berdasarkan weton tetap memiliki tempat di hati sebagian masyarakat sebagai bagian dari warisan budaya. Banyak orang memandangnya sebagai sarana refleksi diri atau bentuk penghormatan terhadap adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Di era digital, pembahasan mengenai weton semakin mudah ditemukan melalui berbagai platform media sosial maupun situs budaya. Minat masyarakat terhadap tradisi ini pun masih cukup tinggi, terutama di kalangan generasi muda yang ingin mengenal budaya Jawa lebih dekat.

Dalam kepercayaan tradisi Jawa (primbon), tidak ada satu weton yang secara mutlak disebut sebagai "weton paling tinggi". Namun, ada beberapa weton yang dipercaya memiliki neptu besar dan sering dikaitkan dengan wibawa, kepemimpinan, serta keberuntungan. Perlu diingat, ini adalah bagian dari tradisi budaya dan bukan fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Berikut weton dengan nilai neptu tertinggi:

Baca juga: Mengapa Kita Bermimpi? Ini Penjelasan Dan Arti Mimpi Yang Banyak Dipercaya Masyarakat

WetonNeptu
Minggu Kliwon13 (Minggu 5 + Kliwon 8)
Sabtu Pahing18 (Sabtu 9 + Pahing 9) ⭐ Tertinggi
Kamis Kliwon16 (Kamis 8 + Kliwon 8)
Sabtu Pon16 (Sabtu 9 + Pon 7)
Selasa Kliwon11 (Selasa 3 + Kliwon 8)

Dalam perhitungan primbon, Sabtu Pahing memiliki neptu 18, yang merupakan nilai tertinggi dari seluruh 35 weton.

Orang yang lahir pada Sabtu Pahing dipercaya memiliki karakter:

  • Berwibawa dan disegani.
  • Memiliki jiwa kepemimpinan.
  • Pekerja keras dan pantang menyerah.
  • Tangguh menghadapi tantangan.
  • Berpotensi meraih kesuksesan jika mampu mengendalikan emosi dan tetap rendah hati.

Neptu yang tinggi dianggap membawa potensi besar, tetapi juga diyakini memiliki tanggung jawab dan tantangan yang lebih besar. Sebaliknya, weton dengan neptu yang lebih rendah juga dipercaya memiliki kelebihan tersendiri, seperti sifat yang lebih tenang, mudah beradaptasi, atau membawa keharmonisan.

Pada akhirnya, kepercayaan mengenai sifat berdasarkan weton merupakan bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang terus bertahan hingga kini. Meski menarik untuk dipelajari, penafsiran tersebut sebaiknya dipahami sebagai tradisi budaya, bukan sebagai ukuran mutlak dalam menilai karakter maupun menentukan masa depan seseorang. Sikap, perilaku, dan keberhasilan seseorang tetap dipengaruhi oleh pilihan hidup, usaha, serta lingkungan tempat ia berkembang. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: