Mengenal Akupuntur Kaki: Manfaat, Prosedur, dan Risiko yang Perlu Diketahui

Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Jun 12, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Akupuntur kaki semakin dikenal sebagai salah satu terapi komplementer yang dapat membantu mengatasi berbagai keluhan pada area kaki, mulai dari nyeri, kesemutan, hingga rasa tidak nyaman saat berjalan atau beraktivitas. Metode ini dilakukan dengan menggunakan jarum steril berukuran sangat tipis yang ditusukkan pada titik-titik tertentu di kaki untuk merangsang respons alami tubuh.

Berakar dari pengobatan tradisional Tiongkok yang telah digunakan selama ribuan tahun, akupuntur kini juga dimanfaatkan sebagai terapi pendamping dalam praktik kesehatan modern. Meski tidak menggantikan pengobatan medis utama, terapi ini dinilai dapat membantu mengurangi gejala beberapa kondisi tertentu dan meningkatkan kualitas hidup pasien. 

Sejumlah penelitian dan pengalaman klinis menunjukkan bahwa akupuntur kaki dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan. Terapi ini sering digunakan untuk membantu meredakan nyeri pada kaki akibat plantar fasciitis, nyeri tumit, maupun radang sendi.

Selain itu, akupuntur juga kerap dimanfaatkan sebagai terapi pendukung bagi penderita neuropati perifer yang mengalami keluhan kesemutan atau mati rasa, termasuk neuropati yang berkaitan dengan diabetes. Stimulasi pada titik-titik tertentu dipercaya dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan mengurangi ketidaknyamanan pada area yang bermasalah.

Tak hanya itu, terapi ini juga dapat mendukung proses pemulihan setelah cedera ringan pada otot atau jaringan lunak di kaki. Banyak pasien juga merasakan efek relaksasi setelah menjalani terapi, sehingga membantu mengurangi stres dan membuat tubuh terasa lebih nyaman.

Baca juga: 7 Menu Diet Tanpa Nasi yang Mengenyangkan, Cocok untuk Turunkan Berat Badan dan Hidup Lebih Sehat

Meski demikian, hasil terapi dapat berbeda pada setiap individu. Oleh karena itu, akupuntur sebaiknya digunakan sebagai terapi pelengkap dan bukan pengganti pengobatan yang telah direkomendasikan oleh dokter.

Tahapan Prosedur Akupuntur Kaki

Untuk memperoleh hasil yang optimal dan aman, akupuntur kaki harus dilakukan oleh tenaga profesional yang memiliki kompetensi di bidangnya. Berikut tahapan yang umumnya dilakukan selama prosedur.

1. Konsultasi Sebelum Terapi

Sebelum tindakan dilakukan, pasien akan menjalani sesi konsultasi untuk membahas kondisi kesehatan, riwayat penyakit, serta keluhan yang dirasakan. Informasi tersebut digunakan sebagai dasar untuk menentukan titik akupuntur yang akan diberikan stimulasi.

Baca juga: Manfaat Daging Sapi untuk Kesehatan: Kaya Protein, Bantu Bentuk Otot hingga Cegah Anemia

Pasien juga perlu menyampaikan apabila sedang hamil, memiliki gangguan pembekuan darah, mengonsumsi obat pengencer darah, atau mengalami luka dan infeksi pada kaki. Sebelum prosedur dimulai, area yang akan diterapi dibersihkan terlebih dahulu guna meminimalkan risiko infeksi.

2. Proses Pemasangan Jarum

Saat terapi berlangsung, pasien diminta berada dalam posisi yang nyaman. Praktisi kemudian memasukkan jarum steril yang sangat tipis ke titik-titik tertentu sesuai kebutuhan terapi.

Sebagian pasien mungkin merasakan sensasi ringan berupa kesemutan, hangat, pegal, atau sedikit rasa tertusuk. Jarum biasanya dipertahankan selama 20 hingga 45 menit agar stimulasi dapat bekerja secara maksimal. Selama proses ini, pasien umumnya dapat beristirahat dengan tenang.

3. Perawatan Setelah Akupuntur

Baca juga: Kalori Kental Manis Bisa Jadi Sumber Energi Harian, Simak Manfaat dan Cara Konsumsinya

Setelah seluruh jarum dilepas, pasien biasanya dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan berarti. Namun, beberapa orang mungkin mengalami efek samping ringan seperti kemerahan, memar kecil, atau rasa pegal di lokasi bekas tusukan jarum.

Untuk mendukung proses pemulihan, pasien dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, beristirahat yang cukup, dan menghindari aktivitas fisik berat selama beberapa jam setelah terapi.

Meski tergolong aman jika dilakukan oleh praktisi yang terlatih, akupuntur kaki tetap memiliki risiko efek samping ringan seperti nyeri sementara, memar, atau perdarahan kecil pada area tusukan. Risiko infeksi juga dapat terjadi apabila prosedur tidak dilakukan dengan standar kebersihan yang baik. Karena itu, penting untuk memilih fasilitas kesehatan atau praktisi akupuntur yang memiliki kompetensi dan menggunakan peralatan steril agar keamanan terapi tetap terjaga.

Dengan memahami manfaat, prosedur, dan potensi risikonya, masyarakat dapat mempertimbangkan akupuntur kaki sebagai salah satu pilihan terapi komplementer untuk membantu mengatasi berbagai keluhan pada kaki secara lebih aman dan optimal. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: