ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Lonjakan harga cabai rawit merah membuat Kementerian Pertanian (Kementan) bersama para petani unggulan cabai atau “champion cabai” meluncurkan Gerakan Aksi Guyur Pasokan Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta. Langkah ini bertujuan menekan harga agar kembali berada pada tingkat wajar, terutama menjelang musim konsumsi tinggi.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufiq Ratule, menyampaikan bahwa secara nasional pasokan cabai rawit merah aman dan produksi tetap berjalan di berbagai sentra.
“Gerakan Aksi Guyur Pasokan akan berlangsung hingga 30 hari ke depan atau sampai harga stabil. Kenaikan harga saat ini lebih dipicu oleh lonjakan permintaan sesaat, bukan krisis pasokan,” terang Taufiq.
Langkah ini merupakan hasil koordinasi lintas lembaga, termasuk Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bareskrim, dan dinas pertanian daerah, untuk memastikan distribusi cabai dari sentra produksi ke PIKJ lancar dan tepat sasaran. Penambahan pasokan dilakukan secara terukur berdasarkan neraca produksi nasional, sehingga keseimbangan antara pasokan dan permintaan tetap terjaga.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Agung Sunusi, menekankan bahwa stabilisasi harga mempertimbangkan kepentingan semua pihak.
Baca juga: Tak Sekadar Banyak Uang, Ini 7 Indikator Keuangan Pribadi yang Benar-Benar Sehat
“Kita pastikan petani tetap mendapat margin wajar. Stabilitas harga harus adil bagi petani sekaligus tetap terjangkau bagi masyarakat,” jelas Agung.
Dukungan juga datang dari Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI). Ketua ACCI, Ardhy, memastikan para anggotanya siap memasok hasil panen ke PIKJ. “Produksi berjalan normal, stok tersedia, dan kami berkomitmen menjaga harga tetap dalam koridor kewajaran,” ujarnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya harga bahan pangan stabil, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). “Targetnya jelas: petani untung, konsumen tersenyum,” kata Amran.
Sebagai barometer harga hortikultura nasional, Pasar Induk Kramat Jati memengaruhi harga di berbagai pasar turunan di Jabodetabek. Dengan pasokan tambahan yang terjadwal dan terkoordinasi, tekanan harga akibat lonjakan permintaan diharapkan segera mereda.
Baca juga: Menkeu Purbaya Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh 6% di 2026
Kementan akan terus memantau perkembangan harga dan arus distribusi cabai rawit merah setiap hari, serta memperkuat koordinasi lintas daerah. Gerakan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan strategis sekaligus melindungi kepentingan petani dan masyarakat.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.