ORBIT-NEWS.COM, REMBANG – Lonjakan harga cabai rawit merah hingga 49 persen di atas harga acuan pemerintah (HAP) membuat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah cepat. Pemprov menyalurkan cabai rawit bersubsidi ke 15 kabupaten dan kota, guna menekan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari, menyampaikan bahwa harga cabai rawit merah saat ini mencapai Rp85.000 per kilogram, jauh di atas HAP maksimum Rp57.000 per kilogram. “Kenaikan harga ini cukup signifikan, sehingga kami melakukan intervensi agar masyarakat tetap mampu membeli kebutuhan pokoknya,” ujar Dyah, Selasa (24/2/2026).
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memerintahkan penyaluran cabai rawit bersubsidi sebanyak 3 ton melalui operasi pasar, dengan harga jual Rp65.000 per kilogram. Intervensi ini menargetkan wilayah nonpenghasil cabai, termasuk Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Tegal, Kota Pekalongan, serta Kabupaten Demak, Rembang, Pati, Semarang, Klaten, Tegal, Karanganyar, Jepara, Brebes, Banyumas, dan Sukoharjo.
Dyah menjelaskan, penyaluran cabai bersubsidi dilakukan melalui Perusahaan Daerah Jateng Agro Berdikari (JTAB) untuk memastikan cabai sampai ke tangan konsumen dengan harga terjangkau.
“Langkah ini tidak hanya menekan harga, tetapi juga menjaga ketersediaan cabai di pasaran sehingga tidak terjadi kelangkaan,” ujarnya.
Baca juga: Perbaikan Jalan Semarang–Godong Dikebut, Target Fungsional Sebelum Arus Mudik
Operasi pasar bersubsidi ini, diharapkan efektif menstabilkan harga dalam jangka pendek, terutama saat Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, saat konsumsi cabai biasanya meningkat. Pemprov Jateng juga berkomitmen memantau perkembangan harga cabai di seluruh wilayah agar intervensi bisa dilakukan secara tepat waktu.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.